
Sekarang Satya, Seyla, Indra dan Susan sudah berkumpul di ruang tamu membicarakan tentang masalah yang sedang mereka hadapi..
"Aku mau kalian berdua secepatnya menikah, nanti setelah mama sudah bisa menerima Seyla baru itu kita akan mempublikasikan pernikahan kalian" ucap Satya
"Iya lebih baik juga seperti itu" tambah Seyla
"Iya, karena Indra tidak bisa menahan nafsunya" sindir Satya dengan menatap ke arah Indra
Susan mendengar sindiran dari Satya dan Seyla hanya menunduk malu.
"Oke. Itu ide baik. Tapi, yang buat aku semakin penasaran adalah kenapa mama kamu sangat membenci kalau sebenarnya Seyla hamil di luar nikah sebelum kalian memutuskan untuk menikah?" tanya Indra didukung dengan anggukan Susan
"Aku tidak tau pasti apa alasan mama sebenarnya. Tapi aku yakin, melihat dari sikap mama yang seperti itu pasti ada alasan kuat sehingga membuat mama begitu" jawab Satya
"Iya, aku yakin kok kalau mama punya alasan tersendiri. Yang harus kita lakukan adalah menuruti keinginan mama. Semoga hati mama akan luluh menerima semua ini" tambah susan panjang lebar
"Kalau kamu paham dengan maksud Mama mertua kamu, kenapa kamu harus meninggalkan Satya? Kamu harusnya tetap di samping Satya sampai Mertua kamu menerima kamu" ucap Susan
"Kalau tetap di samping Satya, pendapat mama tentang aku tidak akan pernah berubah. Mama akan selalu menganggap bahwa aku hanya menginginkan harta Satya. Jadi, aku memutuskan untuk menuruti keinginan mama yang sebenarnya aku juga tidak mau. Tapi ini adalah keputusan terbaik." jawab Seyla
"Kamu juga tau kan Indra, kalau aku tidak bisa menolak permintaan mama? Aku tidak ingin mama sakit dan Kak Satria pasti akan memaksaku juga jika itu adalah perintah mama" tambah Satya
"Oke baiklah jika ini memang yang terbaik" ucap Indra
"Tapi, tunggu....semua orang tau kan kalau Seyla adalah istrimu. Bagaimana jika orang melihat Seyla tidak tinggal serumah dengan mu? Ini pasti akan jadi kesempatan musuh kamu untuk menjelekkan perusahaan" ucap Indra
"Untuk sementara kalian tinggal di apartemen aku dulu. Aku akan membayar pelayan dan security untuk menjaga kalian. Jika kalian membutuhkan sesuatu suruh saja pelayan atau security" ucap Satya
__ADS_1
"Hmmm baiklah" jawab Seyla dan Susan bersamaan
"Oke. Sekarang kalian siap-siap kami akan menunggu kalian di mobil." ucap Satya
Seyla dan Susan langsung siap-siap untuk ke apartemen. Setelah selesai mereka langsung mengunci kontrakan dan menghampiri Satya dan Indra
Indra segera mengambil barang-barang Seyla dan Susan dimasukkan ke dalam bagasi kemudian mereka masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju Apartemen
Mereka menggunakan mobil Satya, Indra yang menyetir dan Susan duduk di samping Indra sementara suami istri bermesraan di bangku belakang
"Apa kalian menganggap kami tidak ada?" tanya Indra yang mulai risih dengan kemesraan Satya dan Seyla
"Kamu fokus saja menyetir, nggak usah banyak protes" jawab Satya kemudian melanjutkan kemesraan dirinya dan Seyla
"Aku tidak bisa jauh darimu sayang" ucap Satya sesekali mengecup bibir Seyla
Kini mereka sedang beradu ciuman yang semakin dalam itu, tangan Satya mulai masuk ke dalam baju Seyla untuk memegang benda favorit nya.
Tiba-tiba Indra menginjak rem dengan kasar membuat mobil berhenti mendadak.
"Ada apa????" tanya Satya kaget berhenti dengan aksinya
"Kalau kalian masih melakukan itu, aku dan Susan akan ke apartemen naik taksi. Supaya kalian berdua bisa melanjutkannya" jawab Indra yang sudah emosi melihat Satya dan Seyla. Itu membuatnya ingin melakukan nya bersama Susan
"Sayang....lepaskan." bisik Seyla pada Satya yang hanya melepaskan ciumannya sedangkan tangannya masih memegang benda favorit yang ada di balik baju Seyla
"Tidak....setidaknya aku bisa memegangnya" bisik Satya
__ADS_1
"Maaf ya...Kalian tidak perlu melakukan itu. Silahkan lanjutkan perjalanannya." ucap Seyla
Indra menyalakan mobil kembali dan melaju menuju apartemen
"Sayang......lepaskan. Kamu bisa melakukannya kalau kita sudah sampai" bisik Seyla lagi yang tidak nyaman dengan keberadaan tangan Satya
"Janji????" tanya Satya
"Iya...." jawab Seyla meyakinkan
Akhirnya Satya melepaskan tangannya dan tidak melakukan hal mesum lagi di dalam mobil.
.....
"Akhirnya sampai juga" ucap Indra
Mereka sampai di apartemen dan langsung masuk ke dalam.
Ada security yang sedang berjaga di depan, samping, dan Belakang rumah.
"Apa ini tidak keterlaluan?" tanya Seyla yang melihat banyaknya security yang menjaga apartemen
"Aku nggak mau hal yang lalu terjadi lagi." jawab Satya
Mereka duduk di ruang tamu apartemen itu. Kemudian pelayan datang mengantar minuman untuk mereka
"Makasih" ucap Seyla dan Susan bersamaan pada pelayan yang mengantar minuman
__ADS_1