Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Marah


__ADS_3

Tok...tok...tok...


Seyla yang mendengar ada yang mengetuk pintu beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu.


"Apa Satya balik lagi ke sini?" mudah-mudahan bukan dia." gumam Seyla


Seyla membuka pintu......


"Re..Re..Reyn?" Ucap Seyla yang kaget ketika melihat orang yang sangat dikenalnya berada di balik pintu itu.


Reyn adalah teman kampus Seyla dan Susan. Mereka sangat dekat waktu kuliah. Akan tetapi setelah wisuda Reyn harus ke luar negeri ikut orang tuanya. Dia berjanji pada Seyla dan Susan akan kembali jika ada waktu dan janji itu ditepatinya sekarang


"Yah aku. Bagaimana kabarmu?" tanya Reyn dan langsung memeluk Seyla


"Aku baik-baik saja. Aku kangen bangat padamu Reyn" Ucap Seyla dan membalas pelukan Reyn


Sementara itu ada seseorang yang melihat suasana lepas kangen tersebut. Wajahnya merah sedang menahan emosinya yang sudah siap ingin memisahkan pelukan di antara mereka berdua.


Yaaa dia Mahendra Satya Setiawan yang ingin melihat keadaan Seyla setelah pulang dari Kantor.


"Aku juga sangat rindu padamu." ucap Reyn melepaskan pelukannya dan membelai rambut Seyla dengan lembut


"Ayo masuk Kak. Aku akan membangunkan Susan" Ucap Seyla dan mempersilahkan Reyn masuk


"San, bangun San. Lihat siapa yang datang." panggil Seyla


Hooaamm......


"Siapa Seyla?" tanya Susan yang masih menutup matanya

__ADS_1


"Ayo cepat bangun" ucap Seyla dan menarik tangan Susan agar beranjak dari tempat tidur


"Iya-iya aku bangun sekarang." Ucap Susan dan beranjak dari tidur menuju ruang tamu ingin melihat siapa yang di maksud Seyla


"Surprise........." Ucap Reyn dan merentangkan tangannya agar dipeluk Susan


"Reyn? Aku kangen bangat sama kamu" Ucap Susan dan langsung memeluk Reyn


"Iya aku kangen juga padamu." Aku kangen bangat dengan kalian berdua dan melepaskan pelukannya


"Ayo duduk aku akan mengambilkan minuman untukmu" kata Seyla


Seyla, Susan, dan Reyn sedang duduk sambil mengemil dan sesekali tertawa bersama mengingat masa-masa mereka saat di kampus


Braakkkkk.....


"Satya?" ucap Seyla dan Susan


"Berani sekali kamu berpelukan dengan laki-laki lain" kata Satya dan menarik tangan Seyla dengan kasar untuk menjauhkan Seyla dari dekat Reyn


"Siapa kamu? Berani sekali kamu berbuat kasar pada Seyla." ucap Reyn yang mencoba menjauhkan Seyla pada Satya


"Aku harusnya yang tanya padamu. Siapa kamu yang berani memeluk calon istri orang? Hah? Tanya Satya dan memegang tangan Seyla


"Calon istri orang? Apa maksudmu? Apa kalian bisa menjelaskan padaku? Tanya Reyn yang menatap Seyla dan Susan secara bergantian


"Seyla calon istriku. Kami akan menikah minggu depan" jawab Satya


"Apa? Seyla akan menikah minggu depan? Seyla apa dikatakannya benar? Tanya Reyn menatap Seyla

__ADS_1


"Iya kami akan menikah minggu depan. Jadi kamu jangan berani menyentuh dia lagi" ucap Satya yang menjawab pertanyaan Reyn


Seyla hanya menunduk begitu juga Susan


"Apa yang dikatakan pria ini benar San? Tanya Reyn pada Susan


"I..i..iya Rey" jawab Susan


"Sekarang kamu sudah tahu kan? Bahwa Seyla akan segera menjadi istriku jadi kamu jangan berani-berani mendekati apalagi menyentuhnya." ancam Satya


"Awas saja kalau kamu berani menyakitinya apalagi membuat Seyla menangis. Jangan salahkan aku kalau aku akan merebut Seyla darimu." Ancam Reyn balik


"Aku tidak mungkin menyakiti orang yang aku cintai" ucap Satya dengan tegas


Apa maksud Reyn akan merebut Seyla jika Satya menyakitinya? Apa Reyn menyukai Seyla? Gumam Susan


Dia bilang mencintaiku? Apa itu benar? Apa hanya karena ada Reyn? Gumam Seyla juga


"Aku permisi dulu." Reyn pamit dan meninggalkan mereka


Susan segera meninggalkan Satya dan Seyla berdua


"Ini terakhir kali aku melihatmu berpelukan dengan laki-laki lain. Kalau kamu masih berani melakukan hal itu lagi, aku tidak akan segan-segan membuat orang itu menyesali perbuatannya seumur hidup. Ingat itu." ancam Satya


Seyla tidak merespon Satya hanya menunduk. Seyla tidak berani menatap Satya yang sedang marah.


"Sekarang beristirahatlah. Aku akan terus melihat keadaanmu sampai datang hari perninakahan kita dan kamu harus tinggal di rumahku." ucap Satya


Satya memeluk Seyla dan membelai rambutnya dengan lembut. Tidak lupa Satya mencium kening Seyla dan pamit untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2