
Susan segera keluar dari ruangan Indra dan mencari karyawan wanita yang akan diberikannya kalung itu.
Ketika Susan keluar dari ruangan, Indra langsung mengambil ponselnya dari saku dan menelpon seseorang.
"Cari kurir yang mengirim paket tadi dan cari tau siapa yang mengirim paket itu" perintah Indra saat telepon tersambung
"Baik Pak. Saya akan segera memberi tahu Bapak jika sudah mendapatkan informasi" jawab Seseorang dibalik telepon
"Bagus. Saya tunggu." ucap Indra dan mematikan sambungan telepon
Siapa yang berani mengirim paket itu pada Wanitaku? Apa dia Reza si playboy itu? Gumam Indra
Susan mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Indra.
"Sudah?" tanya Indra saat melihat Susan
"Iya sudah" jawab Susan. Ia duduk kembali di meja kerjanya
"Menurut kamu siapa yaa pengirimnya?" tanya Susan yang masih penasaran
"Mana aku tahu? Pacarmu kali" jawab Indra datar dan fokus pada layar komputer
Susan yang melihat Indra sedang cemburu mendekati meja kerjanya
"Apa anda sedang cemburu Pak Indra?" tanya Susan
Indra yang melihat Susan berada di meja kerjanya langsung menarik tangan Susan hingga jatuh dipelukannya
"Kalau iya kenapa?" tanya Indra
"Mmm nggak apa-apa. Aku malah senang" jawab Susan dengan tersenyum manis
"Senang?" tanya Indra yang mulai emosi dengan jawaban Susan
"Iya senang. Itu berarti kamu memang mencintaiku" jawab Susan
Indra yang mendengar jawaban Susan luluh dan langsung memeluknya.
"Aku mencintaimu Susan, aku tidak ingin ada yang berani mendekatimu" ucap Indra
"Aku juga mencintaimu. Kamu tenang saja hati ini hanya milikmu" ucap Susan melepaskan pelukannya dan menatap Indra dalam
CUP....
__ADS_1
Ciuman mendarat dibibir Susan....
Susan yang sangat mencintai Indra tidak keberatan dengan ciuman itu bahkan Susan mencium Indra kembali dengan mesra.
Indra yang mendapat ciuman dari Susan tidak mau Susan melepaskan ciumannya. Indra meletakan tangannya di belakang kepala Susan dan membalas ciuman itu dengan penuh gairah sedangkan tangan yang satunya mulai meraba-raba bagian intim Susan.
Susan yang merasakan sentuhan Indra di bagian intimnya segera melepaskan ciumannya.
"Maafkan aku, kita tidak bisa melebihi batas Ndra." ucap Susan
"Maafkan aku" ucap Indra dan kembali memeluk Susan
............
Sementara Reza sedang menyusun rencana agar ia bisa memiliki Susan.
Bagaimana pun aku harus memiliki wanita itu. Gumam Reza
..........
Susan sudah berada di Kontrakannya. Ia di antar Indra setelah pulang dari kantor.
"Ah aku sangat senang hari ini. Akhirnya Indra membalas cintaku. Apa aku akan beritahu Seyla bahwa sekarang aku dan Indra sudah resmi berpacaran. Hmmm nanti aku ke rumahnya saja. Aku takut mengganggunya sekarang"
Susan mendengar Ponselnya berbunyi dia melihat nomor yang tak dikenal di layar ponselnya.
Hmmm siapa yah....
"Hallo." ucap Susan setelah telepon tersambung
"Ini Susan kan, karyawan di perusahaan SetiOne?" tanya orang dibalik telepon
"Iya. Ini siapa yah?" tanya Susan
"Ini aku Reza." jawab Reza yang ternyata dia dibalik telepon itu
"Oh Pak Reza. Ada apa ya? Kok bisa dapat nomor telepon saya?" tanya Susan heran
"Aku Reza Putra, hanya mendapatkan nomor telepon mu terlalu mudah untukku" jawab Reza sombong
"Ada perlu apa ya?" tanya Susan
"Aku hanya ingin bertemu denganmu. Aku sekarang ada di depan rumah mu. Bisa kamu keluar sebentar? Please. Hanya sebentar saja" Ucap Reza
__ADS_1
"Mmmmmmm"
"Aku mohon hanya sebentar saja. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Penting" ucap Reza yang membuat alasan
"Baiklah. Aku keluar sekarang". Ucap Susan dan memutuskan sambungan telepon
Reza berdiri dekat mobilnya menunggu Susan keluar. Tidak lama Susan keluar dan menghampiri Reza
"Ada apa ya?" tanya Susan
"Ini minum dulu. Kebetulan masih ada dua minuman di mobilku. Kamu tenang saja. Aku tidak memasukkan obat. Ini hanya ucapan terima kasih aku karena kamu sudah mau menemuiku di sini." ucap Reza
"Oh terima kasih" ucap Susan menerima minuman itu dan langsung meminumnya
Kena kau. Sebentar lagi kau akan jadi milikku. Kita akan bersenang-senang malam ini Susan. Gumam Reza dengan senyum penuh kemenangan
"Ada apa ya Pak Indra datang malam-malam ke sini? Ada hal penting apa yang ingin Bapak bicarakan dengan saya?" tanya Susan setelah meminum minumannya
"Nggak ada kok. Aku hanya ingin bertemu denganmu saja" jawab Reza
"Apa?" tanya Susan. Ia sedang memegang kepalanya yang mulai pusing
Kenapa aku merasa pusing dan...dan kenapa aku sangat kepanasan. Batin Susan
Reza yang melihat obat itu mulai bereaksi tidak membuang kesempatan itu. Reza langsung menggendong Susan masuk ke dalam mobil. Tapi sebelum Reza masuk dalam mobil tiba-tiba ada mobil yang berhenti dekat mobil Reza.
Ah sial. Siapa itu? Gerutu Reza
"Seseorang keluar dari mobil dan diikuti oleh dua orang lainnya langsung menghampiri Reza. Seseorang merampas Susan dari Reza.
"Hajar dia" ucap seseorang itu.
"Pak Indra?" ucap Reza
"Cepat hajar dia dan bawa dia ke kantor polisi." perintah Indra
"Aku bisa jelasin semuanya" ucap Reza
"Silahkan kamu jelaskan saja di kantor polisi" ucap Indra kemudian meninggalkan Reza
"Aku...aku sangat kepanasan." ucap Susan
Indra segera mengantar Susan masuk ke dalam kontrakan dan membawanya ke dalam kamar.
__ADS_1