
"Dia Intan ma. Seyla melihat dia di Restoran Saat seyla dan Satya sedang jalan di Amerika. Dia duduk dengan Satya di Restoran lalu Seyla melihat nya di Kantor Kak Satria lagi. Seyla penasaran dengannya kenapa dia berada di kantor Kak Satria. Jadi, Seyla memotretnya dan menanyakannya pada Kak Satria." jelas Seyla panjang lebar
"Apakah Satria mengenalnya?? Atau apa dia karyawan di kantor Satria?" tanya Mama
"Iya ma. Kak Satria mengenalnya karena dia salah satu karyawan terbaik di bidang marketing." jawab Seyla
"Ada apa ma?? Apa mama mengenalnya??" tanya Seyla
"Sayang, mama ingin istirahat" ucap mama tidak menjawab pertanyaan Seyla
"Oh iya ma." ucap Seyla lalu keluar dari kamar Mama dan menuju kamarnya
"Ada apa dengan Mama? Apa mama mengenalnya?"
"Nanti saja aku tanyakan atau aku akan mengatakannya pada Satya"
*********
Indra mengaktifkan ponselnya.
Ting...ting...ting...ting...ting...ting...ting...ting...
Nofikasi sms berbunyi terus-menerus. Indra membuka pesan satu persatu.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Kita perlu bicara baik-baik. Setidaknya kamu harus mendengarkan penjelasan ku.
Isi pesan yang dikirim Intan
Apa kamu tidak akan kembali ke kantor?
Apa ada masalah?
Kenapa nomormu tidak aktif?? Apa kamu baik-baik saja?
Isi pesan dari Satya
__ADS_1
"Aku baik-baik saja. Maafkan aku tidak kembali ke kantor" balas Indra pada Satya sementara pesan dari Intan hanya dibacanya saja tanpa ada niat untuk membalasnya.
Indra kembali ke rumahnya..
"Sayang, kenapa nomor kamu tidak aktif?? Aku khawatir tau" ucap Susan saat Indra sudah sampai di rumah
"Maafkan aku" ucap Indra lalu memeluk Susan dengan erat
"Sayang apa kamu ada masalah?? Kamu jangan memelukku seperti ini. Kasihan anak kita" ucap Susan
Indra melepaskan pelukannya dan menghujani ciuman di wajah Susan dengan matanya yang sendu
"Sayang kamu kenapa?? Kalau ada masalah cerita padaku" ucap Susan khawatir melihat Indra
"Aku hanya ingin istirahat." ucap Indra
"Baiklah. Tapi kamu mandi dulu." ucap Susan
Indra langsung membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di samping Susan.
"Aku yakin kamu pasti merahasiakan sesuatu padaku." Gumam Susan
Indra memeluk Susan lalu memejamkan matanya.
*********
Sementara Satya sedang menikmati makan malam bersama dua wanita yang sangat dia cintai.
"Ma, papa nggak ikut?" tanya Satya setelah dia menyelesaikan makanannya
"Nanti papa kamu akan kesini. Mungkin bersama Satria." jawab Mama
"Papa sehat kan ma? Tanya Seyla
"Iya sayang. Papa sehat. Ya sudah mama langsung ke kamar ya. Kalian juga cepat istirahat" ucap Mama lalu berjalan menuju kamarnya
Satya dan Seyla ke kamar lalu menyikat gigi setelah itu merebahkan tubuh mereka di atas ranjang.
"Sayang ada yang ingin aku katakan." ucap Seyla
"Apa sayang??" tanya Satya
__ADS_1
"Mmm ini soal mama" jawab Seyla
"Mama kenapa?? Apa mama sakit??" tanya Satya
"Bukan. Tadi mama melihat foto Intan di ponselku. Lalu......" Seyla menceritakan tentang reaksi mama saat melihat foto Intan
"Apa mama mengenalnya??" tanya Satya
"Mungkin sayang. Dilihat dari reaksi mama seperti itu. Coba kamu tanyakan mungkin mama akan cerita padamu" jawab Seyla
"Iya sayang nanti aku akan tanyakan pada Mama. Sekarang kita tidur ya" ucap Satya lalu memeluk Seyla
Mereka terlelap dengan saling berpelukan.
********
Keesokan harinya Indra berangkat ke kantor seperti biasa setelah mereka sarapan pagi.
"Sayang, apa kamu aku antar di rumah Seyla??" tanya Indra
"Mm boleh." jawab Susan
"Aku jemput kamu setelah pulang dari kantor yaa." ucap Indra
Mereka langsung pergi menuju rumah Satya.
Pip....pip..
Mobil Indra sudah sampai di depan rumah Satya. Mereka turun dan masuk ke dalam rumah lalu menunggu di ruang tamu. Kebetulan Satya, Seyla dan Mama baru selesai menyantap sarapan pagi.
"Eh Susan." ucap Seyla melihat Indra dan Susan yang duduk di ruang tamu
"Tan..." Susan dan Seyla bersalaman dengan Mama
"Susan nanti aku jemput setelah pulang kantor" ucap Indra
"Iya. Tante juga senang dengan dua wanita hamil" ucap Mama
hahah mereka tertawa mendengar ucapan mama.
"kami pergi dulu" ucap Satya
__ADS_1
Satya dan Indra bergantian bersalaman dengan Istri dan mama lalu mereka pergi dan melajukan mobil menuju kantor.