Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Terciduk


__ADS_3

Seyla masuk ke dalam ruangan Satria...


"Sayang, kok lama?" tanya Satya menghampiri Seyla


Mereka duduk di sofa...


"Kak Satria belum ada?" tanya Seyla


"Seperti yang kamu lihat dia belum ada" jawab Satya mulai mendekat pada Seyla


"Stop...." ucap Seyla pindah di sofa yang ada di depan Satya


"Kamu kenapa??" tanya Satya


"Aku tadi ketemu sama Intan" jawab Seyla


"Hmm pantas" ucap Satya dengan cepat duduk di samping Seyla


"Apa kamu masih cemburu padanya?? Aku kan sudah bilang aku tidak tertarik dengan nya" ucap Satya mendekap Seyla dalam pelukannya


"Lagian kenapa semua karyawan perempuan menggunakan pakaian terbuka?? Apa mereka tidak kedinginan?" tanya Seyla


"Hahahhh sayang, ini Amerika. Jadi, kalau pakaian mereka terbuka itu sudah biasa" ucap mengecup kepala Seyla


"Beneran kamu tidak tertarik dengannya jika dia telan**** di depanmu??" tanya Seyla menguraikan pelukannya menatap Satya


"Hahahha sayang apa yang kamu pikirkan. Nggak mungkin dong dia telan**** di depanku. Aku hanya tertarik melihat tubuhmu" ucap Satya langsung melum*** bibir Seyla


Seyla membalasnya......


Ceklek......


"Astaga........" teriak Satria yang melihat dua orang yang sedang berbuat mesum di dalam ruangannya

__ADS_1


Satya dan Seyla melepaskan ciuman mereka. Seyla memperbaiki pakiannya yang sedikit terbuka karena ulah Satya dan menunduk malu. Sementara Satya hanya santai mengusap bibirnya.


"Astaga....sangan menjijikkan. Apa yang kalian lakukan??? Ha???" tanya Satria duduk di depan Satya dan Seyla


"Maafkan kami Kak." ucap Seyla


"Sudahlah Kak. Lagian kamu tidak sedang mendapatkan anakmu yang sedang berbuat mesum. Kami suami istri jadi nggak apa-apa dong. Aku tahu bahkan kamu sudah biasa melihat hal seperti ini" bela Satya


"Kamu juga. Nggak bisa tahan nafsu. Kenapa melakukan nya di ruanganku?? Astagaa" ucap Satria


"Iya maaf. Haha" ucap Satya


"Kalian ngapain ke sini??" tanya Satria


"Mmmm kita ngapain ke sini ya??" ucap Satya menatap Seyla


"Dasaaaar..." ucap Satria


Raisa membuka pintu....


"Maaf pak mengganggu. Saya hanya ingin memberikan hasil meeting tadi" ucap Raisa


"Letakan di meja saya" ucap Satria tanpa melihat Raisa


Raisa berjalan di meja Satria dan meletakan map di atas meja. Tiba-tiba tidak sengaja Raisa menyenggol tumpukan kertas dan akhirnya jatuh berserakan di lantai..


Mereka langsung menoleh....


"Mmmm maaf-maaf. Saya tidak sengaja" ucap Raisa langsung mengambil kertas yang berserakan di lantai


"Makanya hati-hati" Ucap Satria membantu Raisa


Raisa menunduk mengambil kertas tesebut, pakaian yang digunakan Raisa agak terbuka di bagian dada memperlihatkan belahan gunung kembarnya. Satria yang sudah biasa melihat seperti bersikap biasa saja. Lagian dia sudah lama tinggal di Amerika, jadi hal seperti itu sudah biasa dilihatnya.

__ADS_1


"Kamu pergi saja. Biar saya akan membereskan nya"ucap Satria yang tidak bisa melihat lama-lama pemandangan itu


"Tapi...." Raisa merasa bersalah


"Apa kamu tidak dengar perkataan saya??" tanya Satria


"Mmm baiklah. Maafkan saya" ucap Raisa lalu keluar dari ruangan


Satria memiliki sifat yang baik tapi dia bisa menjadi jahat jika ada yang berani tidak mengikuti perintahnya.


"Kasihan dia. Harus nya kamu membiarkan nya membersihkan kertas-kertas itu. Dia pasti merasa bersalah" ucap Satya


"Iya Kak. Matanya sudah berkaca-kaca" tambah Seyla


"I don't care" ucap Satria


"Kamu usir dia karena kamu melihat sesuatu kan??? Hahahha aku tahu. Aku melihat nya tadi" ucap Satya


Satya melihat bagian dada Raisa yang sedikit terbuka, apalagi dia sedang menunduk mengambil kertas itu di depan Satria yang tadi membantunya, pasti akan memperlihatkan belahan gunung kembarnya.


"Sesuatu apa ??" tanya Seyla tidak paham


"Hanya Kak Satria yang tahu. Hhhhhh" jawab Satya


"Kalian pulang sana! Aku masih sibuk" ucap Satria menjatuhkan bokongnya di kursi kebesaran nya


"Kak Satria mengusir kami yaa?" tanya Seyla


"Nggak kok. Lagian aku tidak bisa nemenin kalian. Dan juga kalian bisa melanjutkan hal mesum tadi di rumah" jawab Satria


"Kak Satria benar juga. Ayo kita pulang" ucap Satya menatap Seyla dengan menggoda


"Dasaaaarrrr." ucap Satria hanya bisa geleng-geleng kepala

__ADS_1


__ADS_2