Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Tidak saling Mengenal


__ADS_3

Dalam perjalanan kembali ke Kantor.......


"Kenapa aku mengatakan 'kalau dia bersedih akan hilang cantikanya'?Ah sial.Dia pasti sudah kegeeran. Tapi tidak apalah lagian aku tidak serius mengatakannya."


"Mmm tentang Seyla dan Satya. Apa aku tanya saja sama Satya apa yang terjadi antara mereka berdua? Apa mungkin Satya akan menceritakan padaku?" Ucap Indra


Sesampainya di Kantor dia langsung menuju ruangan Satya


Tok tok tok


Masuk


Terdengar suara Satya mempersilahkan untuk masuk. Indra segera membuka pintu dan duduk di sofa sambil menatap Satya


Apa aku tanya saja? Gumam Indra dengan terus menatap Satya


"Aku tau aku tampan jadi kamu tidak perlu menatapku seperti itu." Ucap Satya


"Apa yang terjadi antara kamu dan Seyla?" Tanya Indra dengan berani menanyakan hal itu


Satya langsung berdiri dari tempat duduknya dan duduk di sofa dekat Indra


"Kenapa kamu tanya seperti itu?" Tanya Satya


Tuh kan dia tidak menjawab pertanyaanku. Malah balik bertanya. Gerutu Indra


"Aku tadi bertemu dengan Susan teman Seyla. Dia menanyakan tentang hal yang aku tanyakan padamu." Jawab Indra yang menggantung jawabannya. Dia ingin melihat bagaimana ekspresi Satya


"Kenapa dia bertanya seperti itu? Terus? Apa yang kamu katakan padanya? Apa kamu mengarang cerita tentang aku dan Seyla?" Tanya Satya lagi dengan penasaran


Mmmm sepertinya ada sesuatu antara mereka berdua dilihat dari pertanyaannya yang sangat penasaran


"Mmmmmm......."


"Apa? Cepat katakan." Potong Satya karena Indra terlalu lama menjawabnya


"Kenapa kamu penasaran sekali? Apa benar terjadi sesuatu antara kamu dan Seyla?" Tanya Indra


"Oh tidak. Tidak terjadi apa-apa. Lagian aku sudah melupakannya. Aku menganggap tidak pernah kenal dengan yang namanya Seyla Putri Cahyati." Jawab Satya datar


"Kenapa? Apa kamu......."


"Kamu jangan berpikir yang aneh-aneh. Seyla sendiri yang memintaku agar kita tidak saling mengenal.


Lagian itu syarat yang dia berikan padaku karena mengajaknya bertemu dengan rekan bisnis semalam." Lanjut Satya


"Oh baguslah." Ucap Indra


Sementara susan yang sudah selesai memasak membangunkan Seyla untuk makan.


"Seyla, Seyla, bagunlah ayo kita makan. Aku sudah masak. Cepat ya aku tunggu." Ucap Susan

__ADS_1


"Hoaaammm. Baiklah."Jawab Seyla dengan suara serak


Mereka kini sudah menyantap makanan. Susan terus memperhatikan Seyla.


"Ada apa San? Kenapa kamu terus menatapku seperti iti?"Tanya Seyla


"Mmmm nggak kok. Makanlah."Jawab Susan


Keesokan harinya..........


Seyla dan Susan sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Mereka memilih untuk jalan kaki sekalian untuk olah raga.


Dalam perjalanan ada mobil yang berhenti


"Siapa ya?" Tanya Susan.


"Nggak tau." Jawab Seyla datar


"Pak Indra?" Ucap Susan


"Kalian mau ke mana? Bareng yuk aku antar." Tawar Indra


Indra sengaja mengantar mereka untuk mengorek informasi tentang Seyla


"Tidak perlu, terima kasih." Jawab Seyla dan menarik tangan Susan


"Tunggu." Ucap Indra


Ahh berani sekali dia menatapku seperti itu.


Kalau saja aku tidak peduli dengan Satya aku pasti sudah memberikan pelajaran sama gadis kecil yang menyebalkan ini.


Indra ingin mencari tau apa sebenarnya yang terjadi antara mereka berdua. Indra hanya pura-pura percaya dengan perkataan Satya saat di kantor kemarin.


"Kalau begitu aku akan mengantar Susan." Ucap Indra dan melepaskan genggaman tangan Seyla di tangan Susan.


Seyla membiarkannya karena dia tau bahwa Susan menyukai Indra


"Pak..pak.. Tidak perlu. Aku akan jalan kaki saja bersama Seyla. Kasihan dia jalan sendirian." Ucap Susan


"Bukankah aku sudah bilang, aku benci ditolak." Ucap Indra dengan tegas


Aduhh gimana nih. Gumam Susan


"Kamu pergilah dengannya." Perintah Seyla


"K..k..kamu tidak apa-apa?" Tanya Susan dengan terbata-bata


"Tidakk. Udah sana kamu masuk dalam mobil. Aku masih ingin menikmati angin pagi.* Ucap Seyla dan pergi meninggalkan mereka


"Ayo masuk!" Perintah Indra

__ADS_1


"Baiklah." Jawab Susan


Indra segera menjalankan mobilnya dan melewati Seyla


"Terima kasih pak sudah mengantar saya." Ucap Susan


"Apa Seyla sudah menceritakan padamu?" Tanya Indra


"Mmmm belum pak. Sepertinya seyla belum siap untuk menceritakannya." Jawab Susan


"Kalau dia sudah menceritakan padamu beri tahu aku." Ucap Indra


"Emang kenapa pak?" Tanya Susan


"Kamu tidak perlu tahu." Jawab Indra datar


Hmmm dasar. Giliaran ditanyakan tidak mau menjawab. Gerutu Susan


Sementara Seyla yang ingin menyebrang dia tidak melihat ke kiri dan kanannya dulu. Dia merasa belum ada mobil yang lewat.


Tiba-tiba......


"Aaaaaaaaa teriak" Seyla.


Seyla jatuh karena kaget tiba-tiba ada mobil yang hampir menabraknya. Untung saja mobil itu langsung menginjak rem dengan tepat.


Seseorang keluar dari mobil dan melihat wanita yang hampir ditabraknya


"Apa kamu tidak punya mata? Seharusnya kamu lihat-lihat dulu dong sebelum menyebrang." Ucap seseorang itu.


Seyla langsung bangun dan berdiri. Dia ingin memaki orang yang tidak meminta maaf malah memarahinya.


"Apa kamu?......."


Satya pria brengsek itu? Gumam Seyla yang belum menyelesaikan perkataannya


Satya yang melihat ternyata Seyla yang hampir ditabraknya kaget.


Seyla? Ah sial kenapa dia lagi yang hampir aku tabrak. Dasar gadis ceroboh. Gerutu Satya


Mereka hanya saling memandang. Setelah beberapa detik saling memandang....


"Ma.......kata Satya


"Maaf tuan aku tidak melihat-lihat dulu sebelum menyebrang." Potong Seyla


Seyla segera pergi meninggalkan Satya yang masih berdiri dan belum menyelesaikan perkataannya.


Satya ingin mengejarnya. Tapi....


Ah aku kan tidak bersalah. Lagian kenapa menyebrang tidak lihat-lihat dulu. Gerutu Satya dan langsung masuk ke dalam mobil

__ADS_1


Hmmm aku kan tidak mengenalnya. Gumam Satya yang fokus menyetir


__ADS_2