
"Permisi. Apa kamu yang menelponku tadi?" tanya Indra yang masih dibelakang orang itu
"Maafkan aku." orang itu berdiri dan berbalik melihat Indra
Dia???? Apa dia wanita penggoda?? Gumam Indra
Wanita itu langsung memeluk Indra. Indra tidak menolak atau pun membalas pelukan itu.
Masih sama, ya masih perasaan yang sama saat pertama kali dia memelukku. Gumam Indra
"Apa anda punya masalah?? Kenapa anda ada di Indonesia?" tanya Indra
Wanita itu melepaskan pelukannya. Mereka duduk di sofa kamar itu dengan saling berhadapan.
"Aku datang ke sini karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu. Saatnya aku menyampaikan rahasia yang selama ini aku sembunyikan" jawab wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Intan istri Mr Albern
Selamat yaa yang tebakannya benar😊
"Rahasia apa maksud anda??" tanya Indra penasaran
"Kamu...kamu...sebenarnya adalah anak ku. Hiks...hiks...maafkan aku telah...." jawab Intan tidak bisa melanjutkan ucapannya
"Apa?? Tidak, aku tidak percaya. Orang tuaku telah meninggal saat aku masih kecil" potong Indra
"Maafkan aku. Aku tahu kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan, tapi ini adalah kenyataannya. Hiks...hiks...." ucap Intan
"Hhhhhh kamu datang jauh-jauh dari Amerika hanya ingin mengatakan omong kosong seperti ini??" ucap Indra
"Kamu harus percaya padaku Ndra. Aku salah. Aku memang salah dan pantas kamu tidak percaya padaku apalagi membenciku." ucap Intan yang masih menangis
__ADS_1
Indra langsung keluar dari kamar hotel meninggalkan Intan. Indra melajukan mobilnya menuju pantai. Intan sering menelponnya tapi ponsel Indra bahkan di non aktifkan. Saat ini Indra hanya ingin sendiri, dia tidak percaya dengan apa yang Intan katakan. Tapi perasaan nya tidak boleh menolak bahwa dia merasakan sesuatu yang nyaman berada dipelukan Intan. Apakah itu perasaan antara anak dan Ibu, ia tidak tahu.
**********
Tok...tok....tok....
"Ada apa Bi?" tanya Susan
"Ada tamu di depan. Sepertinya beliau adalah Ibu Tuan Satya" ucap Bibi
"Oh iya makasih ya Bi." ucap Susan lalu bergegas keluar dari kamar bersama Seyla
"Mah......" panggil Seyla memeluk Mama
"Sayang, gimana kabarnya?? Nggak mual-mual??" tanya mama dengan membalas pelukan Seyla
"Baik ma. Seyla nggak mual kok" ucap Seyla melepaskan pelukannya
"Sudah berapa bulan usia kandungan kamu nak?" tanya Mama
Mereka kini duduk di ruang tamu.
"Sudah 4 bulan 1 minggu tante" jawab Susan
"Mama ayo kita pulang. Pasti mama capek." ucap Seyla
"Iya tan. Pasti tante capek." tambah Susan
"Kamu nggak apa-apa kami tinggal?" tanya mama pada Susan
__ADS_1
"Nggak apa-apa tan." jawab Susan.
"Baiklah. Kalau begitu kami pamit ya. Kamu jaga kesehatan. Nanti kamu datang ke rumah bersama Indra" ucap mama
"Iya mah" ucap Susan
*********
Mama dan Seyla sudah sampai di rumah. Mereka langsung menuju kamar Mama yang yang biasa ia tempati saat di Indonesia.
"Mah aku telpon Satya ya. Seyla mau ke dapur dulu" ucap Seyla lalu memberikan ponselnya pada Mama yang sudah tersambung dengan nomor Satya
"Iya sayang" ucap Mama
tut...tut...
"halo sayang. " ucap Satya
"Ini Mama" ucap Mama
"Eh mama sudah sampai. mama sudah di rumah?" tanya Satya
"iya Nak. Ini kami baru juga sampai dari rumah Susan. Kamu sibuk?? kalau sibuk kamu lanjut kerja gih. Mama hanya ingin kasih tahu kamu kalau mama sudah sampai" ucap Mama
"Oh iya mah, Satya tutup teleponya" ucap Satya
Seyla menyuruh pelayan untuk memasak makanan kesukaan Mama dan Satya. Setelah itu, ia kembali ke kamar mama.
"Seyla jawab jujur kenapa foto ini ada di ponselmu??" tanya Mama dengan tatapan tajam pada Seyla
__ADS_1
"Fo..foto apa mah??" tanya Seyla lalu mengambil Ponselnya yang diberikan mama
mama kenapa? kok ekspresi mama seperti itu saat melihat foto wanita ini?? gumam Seyla