
Satya dan Seyla sudah sampai di rumah. Seyla mengatur barang-barang mereka agar tidak ada yang ketinggalan. Sementara Satya fokus pada layar Laptop yang sengaja dia bawa untuk memeriksa file yang dikirim Indra
Tok...tok...tok....
"Masuk...." ucap Seyla
Pintu terbuka....Seyla menoleh sedangkan Satya masih fokus dengan Laptopnya
"Eh mama" ucap Seyla
"Mama ganggu ya?" tanya Mama menghampiri Seyla
"Nggak kok." jawab Seyla
"Kamu kenapa sudah mengatur barang? Kan bisa malam atau suruh saja sama pelayan" ucap Mama
"Nggak apa-apa kok Ma. Supaya tidak ada yang ketinggalan. Oh iya mah, Seyla belum kasih tau sama mama kalau Susan istri Indra hamil" ucap Seyla
"Oh ya?? Syukurlah. Semoga kamu juga bisa menyusul." ucap Mama
"Iya mah. Semoga saja" ucap Seyla
"Satya kamu bantuin istri kamu dong" ucap Mama melihat ke arah ranjang tempat Satya mengotak-atik Laptop
"Nggak apa-apa mah. Satya masih sibuk. Sebentar lagi juga akan selesai" ucap Seyla
"Iya mah. Aku juga masih memeriksa file yang dikirim Indra." ucap Satya
"Hmm baiklah. Mama keluar dulu yaa" ucap Mama
"Iya mah" ucap Satya dan Seyla bersamaan
.........
__ADS_1
Sementara di kantor Satria sudah siap untuk pulang ke rumah.. Ia segera keluar dari ruangannya.
"Kamu sudah bisa pulang" ucap Satria pada Raisa
Satria sering menggunakan bahasa Indonesia jika dengan karyawan yang bisa berbahasa Indonesia
"Iya Pak" Ucap Raisa menunduk
Kenapa matanya sembab?? Apa dia habis menangis?? Atau karena kesalahan nya tadi? Gumam Satria
"Apa kamu habis menangis??" tanya Satria penasaran
"Oh tidak Pak. Saya...saya....hanya...."
"Kamu jangan bohong. Apa kamu menangis karena soal yang tadi?" potong Satria
"Oh tidak pak. Saya hanya rindu sama anak saya saja" ucap Raisa
Tuh kan dia beneran sudah menikah. Astagaaa apa yang aku pikirkan?? Itu bukan urusan ku jika dia sudah menikah atau belum. Sadarlah Satria....gumam Satria
...........
Kini seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga setelah menyantap makan malam.
"Ha?? Pulang besok?? Kok nggak beritahu aku tadi di kantor" ucap Satria
"Gimana mau beritahu kamu mengusir kami" ucap Satya
"Usir?? Benar Satria?? Kok kamu usir mereka" ucap Mama kaget
"Nggak mah. Bukan seperti itu. Satria sibuk jadi nggak bisa nemenin mereka lagian mereka berbuat mesum di ruangan Satria mah" ucap Satria
"Hoaaaaaaaaammmm aku ngantuk bangat sayang. Kita juga kan mau berangkat besok, lebih baik kita cepat tidur" ucap Satya mengalihkan pembicaraan. Dia pasti akan dimarahi mama melakukan hal seperti itu walaupun mereka suami istri
__ADS_1
"Bilang saja kalau kamu ti..." Satria tidak melanjutkan ucapannya karena Seyla menatap dengan tatapan memohon agar Satria tidak membahas itu lagi pada mama mertuanya
"Ya sudah kalian istirahat saja. Kamu juga Satria, kamu kan akan mengantar mereka ke Bandara" ucap Mama
"Iya mah" ucap Satria pasrah. Padahal dia ingin melihat Satya dimarahi mama
"Ayo sayang" ucap Satya menarik tangan Seyla
Satya hanya senyum-senyum melihat ke arah Satria
"Dasaar....." ucap Satria dalam langkah nya menuju kamar
..........
Keesokan harinya setelah sarapan mereka semua berada di depan mobil Satria yang akan mengantar Satya dan Seyla ke Bandara
"Sayang kalau sudah sampai kabari mama yaa" ucap Mama
"Maaf yaa kami tidak bisa mengantar kalian di Bandara" tambah Papa
"Nggak apa-apa pah. Kami akan kabari mama dan Papa kalau kami sudah sampai" ucap Seyla
"Kami pergi dulu mah, pah. Jaga kesehatan" ucap Satya
Satya dan Seyla bergantian berjabat tangan dan berpelukan pada mama dan Papa begitu juga Satria yang sekalian pamit mengantar Seyla dan Satya di Bandara dan langsung ke kantor
Mobil perlahan meninggalkan kediaman rumah, mama dan papa masuk ke dalam rumah setelah mobil hilang dari pandangan mereka.
___________
**Maaf yaa🙏 aku up hanya 1 eps saja.
tunggu saja kelanjutannya🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa vote🙏😇**