
Dua hari kemudian, tinggal 5 Hari sebelum hari pernikahan, Satya ingin menemui Seyla.
Dalam perjalanan, ponsel Satya berdering tertulis nama Mama di layar ponsel.
"Halo Mah" jawab Satya
"Jemput Mama dan Papa di Bandara sekarang" perintah Mama
"Mama sudah ada di Indonesia?" tanya Satya
"Iya. Ayo cepat ke Bandara Mama tunggu" ucap Mama
"Baiklah aku segera ke sana" ucap Satya dan memutuskan sambungan telepon
Satya segera menghubungi Indra agar ke Bandara untuk menjemput orang tuanya
Setelah 15 menit Satya sampai di Bandara. Indra juga sudah berada di Bandara.
"Ma, Pa." ucap Satya memeluk Mama dan Papanya bergantian
"Om, tante." ucap Indra dan berjabat tangan dengan orang tua Satya
"Mari Tante, Om saya bawakan barang-barang dan silahkan ikuti saya" ucap Indra
"Baiklah. Dan Satya Mama ingin bertemu dengan calon menantu Mama. Mama tunggu di rumah kamu. Oke?" ucap Mama
"Iya-iya Mah. Aku jemput Seyla sekarang. Mama dan Papa di antar Indra ke rumah"ucap Satya
"Mari Om, Tante"ajak Indra
Setelah mobil Indra pergi Satya segera menuju ke Kontrakan Seyla
...........
Tok tok tok
Seyla.....Panggil Satya yang sudah berada di depan pintuk Kontrakan Seyla
Seyla membuka pintu......
"Satya?" ucap Seyla
__ADS_1
"Sekarang kamu siap-siap. Kita akan ke rumah aku" ucap Satya
"Mm ngapain ke rumah kamu? Kalau ada yang ingin dibicarakan, yah di sini saja" ucap Seyla
" Mama ingin bertemu dengan calon Menantunya."ucap Satya dengan tersenyum
"Ha? T..tapi...."
"Udah sekarang kamu siap-siap. Kamu tidak perlu khawatir. Dan ingat jangan beritahu Mama atau Papa dengan kehamilan kamu. Kita akan tetap beritahu mereka. Tapi belum sekarang." Ucap Satya yang memegang bahu Seyla dan menatapnya dalam
"Baiklah. Aku siap-siap dulu." ucap Seyla
"Ini minumannya. Silahkan diminum." ucap Susan yang mengambilkan minuman untuk Satya
"Bagaimana hubungan kamu dengan Indra?" Tanya Satya to the point
"Bagaimana? Maksudnya?" tanya Susan Balik
"Nggak kok. Nggak apa" jawab Satya
"Yuk." ajak Seyla yang sudah selesai bersiap-siap
"Kami pergi dulu yaa. Kalau kamu takut, aku bisa suruh Indra kesini untuk nemenin kamu atau ajak kamu jalan-jalan sebelum Seyla kembali" ucap Satya
"Yaudah kalau kamu ada apa-apa segera telepon aku yah San. Aku pergi dulu" ucap Seyla yang memotong pembicaraan Satya dan Seyla
"Iya. Hati-hati yaa" ucap Susan
Seyla dan Satya pergi meninggalkan kontrakan menuju rumah Satya untuk menemui orang tuanya
Dalam perjalanan.....
"Satya...apa nggak apa-apa kita belum beritahu orang tua kamu tentang kehamilan aku sekarang?" tanya Seyla
"Nggak apa-apa kok. Kamu nggak usah mikirin itu." ucap Satya
"Baiklah" ucap Seyla
.......
Sesampainya di rumah Satya, Ibu Irma dan Pak Sakti sedang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Pah, Mah" panggil Satya
"Kamu sudah sampai sayang. Oh ini calon menantu mama? Sini sayang." ucap Mama
Seyla berjabat tangan dengan mama dan papa Satya bergantian
"Ayo duduk" ucap mama
"Iya tan....."
"Panggil saja Mama sayang" potong Mama
"I..Iya Mah" ucap Seyla malu-malu
"Satya apa sudah 100% persiapan pernikahan kalian?" tanya Papa
"Iya Pah. Aku suruh Indra untuk mnyiapkan semuanya, dari tempat, dekorasi, baju pengantin, dan yang lainnya Mah. Kita tinggal menunggu hari H saja" jawab Satya
"Bagus kalau begitu. Kakak kamu mungkin besok akan datang." ucap Mama
Kakak? Apa Satya punya Kakak? Laki-laki atau perempuan yaa? Gumam Seyla
"Hmm dia nggak datang juga nggak apa-apa kok" ucap Satya datar
"Dasar. Itu kakak kamu, mana mungkin dia nggak datang di pernikahan adiknya" ucap Mama dan memukul punggung Satya
"Aduh Mah. Sakit." ucap Satya dan mengelus punggung yang dipukul mamanya
"Aku pergi dulu, mau antar Seyla pulang." ucap Satya
"Pulang? Seyla tidur di sini saja yah?" ucap Mama
"Nggak. Seyla harus pulang. Kalau Seyla tidur di sini aku akan tidur dengannya" ancam Satya
"Dasar mesum. Kamu dan dia belum boleh tidur bersama sebelum halal" ucap Mama dan memukul Satya lagi
Bagaimana yah kalau mama tau aku hamil duluan? Ya ampun aku nggak bisa membayangkannya. Gumam Seyla
"Nggak mah. Bercanda. Seyla itu harus tidur di rumahnya. Karena ada Susan teman Seyla yang sedang menunggunya pulang." ucap Satya
"Oh. Ya sudah antar Seyla pulang. Hati-hati" ucap mama
__ADS_1
Satya dan Seyla pamit setelah mencium tangan mama dan papa