
Indra dan Satya segera pergi menuju rumah sakit dengan menggunakan kecepatan penuh.
Akhirnya sampai di rumah sakit. Satya dan Indra langsung menuju ruangan UGD.
"Indra....." ucap Susan langsung memeluk Indra
"Sebenarnya apa yang terjadi????" tanya Satya
"A...a...aku tadi mengajak Seyla ke kontrakan. Dalam perjalanan Seyla ingin makan rujak, jadi kami berhenti sebentar untuk membeli rujak. Tapi saat Seyla kembali ke mobil tiba-tiba ada mobil yang menabraknya.....hiks....hiks...maafkan aku......hiks...hiks...hikss" jelas Susan
"Kamu kenapa ti...." ucapan Satya terpotong saat Dokter keluar dari ruangan UGD
"Dokter bagaimana keadaan istri saya? Apa dia baik-baik saja? Dan kandungannya tidak terjadi sesuatu kan?" tanya Satya
"perut nona Seyla terbentur sangat keras sehingga mengakibatkan pendarahan lebih. Apalagi Nona Seyla pernah pendarahan sebelum nya jadi sangat berakibat fatal jika dia pendarahan lagi. Jadi, kami mohon maaf pak, kami tidak bisa menyelamatkan anak bapak." jelas Dokter
Satya yang mendengar penjelasan Dokter tersungkur jatuh di tempat duduk karena shock.
"Apa kami bisa melihatnya Dok?" tanya Susan
"Boleh silahkan. Tapi Nona Seyla kami pindahkan dulu di ruangan ICU" jawab Dokter
Tidak berapa lama salah satu suster mendatangi Satya dan mempersilahkan mereka untuk bisa melihat Seyla...
"Satya kamu masuk dulu..." ucap Indra
Satya perlahan membuka pintu, dan menghampiri Seyla......
__ADS_1
"Sayang.....maafkan aku tidak bisa menjaga mu" ucap Satya menggenggam tangan Seyla sambil meneteskan air mata
Sementara Susan dan Indra menunggu di luar.
"Sayang...bagaimana ini? Ini semua salahku. Kalau saja aku tidak mengajak Seyla, andai saja aku menemani dia membeli rujak, andai saja aku yang membeli rujak, andai saja aku......" ucapan bersalah Susan terpotong
"Sudahlah... Semua sudah terjadi. Kamu tidak bisa menyalahkan dirimu." potong Indra yang memeluk erat Susan
"tapi....memang karena aku Seyla mengalami kecelakaan Ndra..semuanya gara-gara aku." ucap Susan
"kamu tidak usah menyalahkan dirimu seperti itu. Sekarang kita masuk saja melihat keadaan Seyla" ucap Indra
Indra dan Susan membuka pintu perlahan.....
Satya melihat Indra dan Susan datang kemudian dia melepaskan genggaman tangannya dan berdiri lalu memberikan tempat untuk Susan agar dia bisa melihat Seyla
Satya dan Indra duduk di sofa yang ada dalam rumah sakit.
Mata Seyla perlahan terbuka, Susan yang melihat itu langsung memberi tahukan pada Satya dan Indra kemudian memanggil Dokter
"Sayang kamu sudah sadar...." ucap Satya
"Mohon maaf pak.. Nona Seyla saya periksa dulu" ucap Dokter
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Satya saat Dokter sudah selesai memeriksa Seyla
"Tubuh nona Seyla masih lemah. Biarlah dia istirahat 2 atau 3 hari lagi di sini. Kami akan selalu memberikan yang terbaik agar Nona Seyla cepat pulih" jawab Dokter
__ADS_1
"baiklah" ucap Satya
"kalau begitu saya permisi dulu" Dokter pamit dan keluar dari ruangan.
"Sayang.......anak kita baik-baik saja kan?" tanya Seyla
Satya tidak menjawab pertanyaan Seyla malah memeluknya. Sementara Susan juga memeluk Indra karena tidak sanggup jika Seyla tahu tentang anaknya
"Apa.....anak....kita...." ucapan Seyla terbata-bata
"iya sayang......ini semua sudah takdir. Pasti kita akan diberi anak lagi. kita hanya perlu berusaha dan berdoa" ucap Satya ditatapnya Seyla dengan menggenggam tangannya
hiks....hiks....hiks...
Seyla hanya bisa menangis dengan apa yang terjadi padanya dan Satya.
"maafkan aku tidak bisa menjaga anak kita...maafkan aku...." ucap Seyla
"maafkan aku juga tidak bisa menjagamu dan anak kita. kamu tidak perlu menyalahkan dirimu" ucap Satya dan mencium kening Seyla
"Satya, Indra kalian bisa kembali ke kantor sekarang, aku akan menjaga Seyla" ucap Susan
"tidak Aku akan menjaga Seyla" ucap Satya
"Sayang......kamu harus kerja. ada Susan yang akan menemani aku. nanti setelah kamu pulang kerja kamu bisa ke sini lagi. oke??" ucap Seyla membujuk Satya
"Baiklah. Aku akan menelpon pengawal agar mereka menjaga di depan pintu ruangan kamu" ucap Satya
__ADS_1
"iya-iya..." Ucap Seyla
Satya dan Indra kembali ke kantor untuk melanjutkan rapat yang sempat tertunda tadi. Sementara Susan menjaga Seyla di rumah sakit