
"Kak kami pamit yaa" ucap Satya
"Kok pamit?? Cepat sekali" ucap Satria
"Bukannya tadi kau mengusir kami?" tanya Satya
"Bercanda..." jawab Satria
"Kak aku ingin istirahat. Tadi capek habis jalan" ucap Seyla
"Oh ya sudah. Hati-hati yaa. Aku tidak bisa mengantar kalian" ucap Satria
"Iya nggak apa-apa kok" ucap Seyla
Satya dan Seyla keluar dari ruangan Satria. Raisa yang melihat Satya dan istrinya keluar langsung berdiri dan membungkuk tanda hormat.
"Kami pergi dulu yaaa" ucap Seyla
"Iya." balas Raisa
Istri pak Satya sangan ramah, cantik lagi. Gumam Raisa
.......
Satya dan Seyla masuk di private lift..
Ting........
Pintu lift terbuka......
Sementara Satya dan Seyla berjalan keluar dari Kantor, tiba-tiba Seyla melihat seseorang yang dikenalnya.
"Sayang, itu bukan perempuan yang tadi di Mall ya?" tanya Seyla menunjuk ke arah perempuan itu
"Mungkin" jawab Satya melihat ke arah yang ditunjuk Seyla
__ADS_1
"Ngapain dia ada di sini?? Apa dia karyawan di Kantor Kak Satria?" tanya Seyla
Klik......Seyla memotret perempuan itu
"Sayang, mana aku tahu. Aku bahkan tidak mengenalnya. Kamu ngapain memotretnya? Sudahlah kamu tidak usah pikirkan tentang perempuan itu" jawab Satya
"Iya-iya" ucap Seyla
..........
"Eh kok sudah pulang??" tanya Mama yang duduk di ruang keluarga sambil nonton tv
"Iya mah, capek ingin istirahat" jawab Satya
"Ya sudah kalian ke kamar gih. Istirahat" ucap Mama
"Iya mah" ucap Satya dan Seyla bersamaan
Ceklek.....
Kini mereka merebahkan tubuh mereka di atas ranjang sambil berpelukan dan akhirnya terlelap.
............
Malam pun tiba, mereka sudah berkumpul di meja makan untuk menyantap makan malam.
Hanya butuh 15 menit, mereka sudah menyantap makan malam, karena masing-masing fokus pada makanan tanpa ada pembicaraan sedikit pun, hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling beradu.
Setelah menyantap makan malam, mereka duduk di ruang keluarga.
"Satria, tadi Satya dan Seyla datang ke kantor kamu?" tanya Mama
"Iya mah" jawab Satria
"Sekretaris Kak Satria cantik mah, tapi sayang sudah menikah" ucap Seyla
__ADS_1
"Oh ya?? Siapa yang bilang sekretaris Satria sudah menikah?" tanya Mama
"Kak Satria." jawab Seyla
"Benar sudah menikah Satria?? Atau hanya akal-akalan kamu saja" ucap Mama
"Iya mah. Nggak mungkin kan sekretaris Satria tidak tahu asal-usul nya. Lagian di biodatanya jelas status nya menikah" bela Satria
"Hmm iya-iya. Mama istirahat dulu. Kalian lanjutkan ngobrol nya. Ayo pah" ucap Mama pergi meninggalkan mereka menuju kamar diikuti Papa
"Eh Kak Satria aku mau nanya dong." ucap Seyla mengeluarkan ponsel miliknya dari saku
"Nanya apa?" tanya Satria
"Ini! Apa dia karyawan Kak Satria??" tanya Seyla memperlihatkan foto wanita itu yang dipotret nya saat di kantor
"Oh iya dia Intan salah satu karyawan terbaik di bidang marketing. Kenapa fotonya bisa ada sama kamu?" ucap Satria
"Biasa kepo" ucap Satya
"Iya Kak aku kepo sama dia. Soalnya dia sempat menggoda Satya tadi saat kami ke Mall" ucap Seyla melihat Satya
Satya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Ha?? Menggoda?? Nggak mungkin dia sudah punya suami. Kamu tidak lihat apa wajahnya sudah berumur. Hanya saja pakaiannya terlalu terbuka." ucap Satria
"Iya. Lagian semua pakaian karyawan kak Satria semua terbuka. Sekarang kan memang kebanyakan pelakor sudah bersuami, tapi tetap aja menggoda suami orang" ucap Seyla cemberut
"Sayang, aku kan sudah bilang dia tidak menggodaku" ucap Satya membelai rambut Seyla
"Iya Seyla. Nggak mungkin lah dia menggoda suami kamu. Aku kenal Intan orangnya tidak seperti itu" ucap Satria
"Semoga saja" ucap Seyla
"Aku istirahat duluan yaa" ucap Satria meninggalkan mereka dan berjalan menuju kamarnya
__ADS_1
Satya dan Seyla pun langsung bangkit dari tempat duduk dan menuju kamar meraka.