Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Marah #2


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Satya mereka langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Seyla berjalan di belakang Satya dan Satria. Mereka asyik berbicara sedangkan Seyla sudah sangat ketakutan


"Satria?" ucap mama dan memeluk Satria


"iya mah. aku udah sampai." ucap Satria membalas pelukan mamanya dan memeluk papanya juga


"oh ada Seyla juga. sini sayang, duduk," ajak Mama setelah melihat Seyla


"mama kenal sama Seyla?" tanya Satria


"iyalah kenal. Satya belum kenalin kamu sama Seyla?" tanya mama


"aku tahu Satya kenal sama Seyla...."jawab Satria yang tidak bisa melanjutkan jawabannya


"ini Seyla calon istri aku." potong Satya dan memegang tangan Seyla


Seyla tersenyum.........


"ha? kenapa kamu tidak bilang dari tadi waktu di Bandara kalau Seyla calon istri kamu?" tanya Satri


"hmm aku nggak punya. sudah aku akan mengantar Seyla dulu. dan ingat Kakak jangan beran-berani menyentuh calon istriku lagi." ucap Satya memegang bahu Satria dan pergi meninggalkan mereka


"oh berarti tadi Seyla diajak juga jemput kamu Satria?" tanya Mama


aku tidak percaya kalau ternyata Seyla adalah calon istri adiku dan akan menjadi adik iparku. Aku sangat-sangat tidak percaya. Kenapa harus kamu Seyla? kenapa?" gumam Satria dalam hatinya dan tidak menjawab pertanyaan mama


"Satria..." panggil mama


"eh. iya mah, kenapa?" tanya Satria yang tidak mendengarkan pertanyaan tadi


"kamu ini ditanyakan malah melamun. tidak usah, mama sudah lupa pertanyaan mama. dan apa yang buat kamu melamun? apa kamu ada masalah?" tanya mama


"nggak kok. aku mandi dulu mah dan beristirahat." ucap Satria dan menuju kamar yang biasa sering digunakan jika ke Indonesia


kenapa ekspresi Satria seperti itu setelah mendengar bahwa Seyla adalah calon istri adiknya? apa Satria kenal sama Seyla? ah mudah-mudahan hanya perasaanku saja. gumam mama

__ADS_1


"mah ada apa?" tanya papa yang melihat mama menatap Satria sampai dia naik ke atas


"oh. nggak apa-apa kok pah" jawab mama


..............


Sementara Satya dan Seyla dalam perjalanan tidak ada suara apapun. Seyla takut memulai pembicaraan begitu juga Satya hanya fokus mengemudi.


apa aku minta maaf saja padanya? terus aku harus bicara apa dulu? aduhhhh aku bingung dan takut. gumam Seyla


Tidak lama kemudian, mobil berhenti di depan kontrakan. Seyla belum turun dari mobil......


"Apa kamu bisa jelaskan apa terjadi di antara kalian berdua? kenapa kamu begitu dekat dengan Kak Satria?" tanta Satya memulai pembicaraan


"aku dan Kak Satria kenal saat di kampus dulu. Kak Satria pernah menjadi asisten Dosen dan mengajar di kelas aku." jawab Seyla dengan menunduk


"bukankah aneh jika Dosen dan Mahasiswa berpelukan di tempat umum?" tanya Satya mulai emosi


"a..aa..aku..." jawab Seyla terbata-bata dan masih menunduk


"aku dan Kak Satria tidak punya hubungan apapun Satya." jawab Seyla menatap Satya dan mulai berkaca-kaca


"kalau kamu memang tidak punya hubungan khusus dengan dia. kenapa kalian berpelukan? apa kamu tidak ingat waktu kejadian dengan teman kampus mu itu?" tanya Satya menatap Seyla tajam


"Aku ingat dan......." jawaban Seyla terpotong


"lalu kamu kenapa membalas pelukannya? ha?" tanya Satya dengan nada yang tinggi


"Aku nggak tau juga kenapa Kak Satria memelukku. aku berpikir mungkin karena Aku dan dia baru bertemu setelah sekian lama makanya dia memelukku dan aku membalas pelukannya. maafkan aku Satya" ucap Seyla yang sudah menangis


Satya langsung memeluk Seyla dan menenangkan nya. Satya tidak bisa melihat wanita yang dicintainya itu menangis


"iya-iya aku maafin. tapi ini peringatan terakhir untukmu. kalau saja dia bukan Kakakku aku pasti sudah menghajarnya." ucap Satya dan membelai rambut Seyla lembut


"iya aku janji". ucap Seyla melepaskan pelukannya dan menatap Satya


Cup....

__ADS_1


Satya langsung mencium Seyla dan ******* bibir Seyla


Seyla tidak membalas ciuman Satya. Dia kaget Satya langsung menciumnya seperti itu. Hal itu pertama kali dilakukan Seyla dengan keadaan sadar


"kenapa kamu tidak membalas ciumanku?" tanya Satya melepaskan ciumannya


"aa...a..aku hanya kaget. kamu langsung menciumku dan itu pertama kalinya untukku" jawab Seyla


"hahaha pertama kali? oh beruntung sekali. aku laki-laki yang pertama mencium mu. berarti aku yang mendapatkan ciuman pertamamu" ucap Satya dan mengecup bibir Seyla lagi


" iya. kamu yang mengambil ciuman pertama ku." ucap Seyla


"sekarang cium aku." perintah Satya


"nggak." jawab Seyla


"kenapa?" tanya Satya


"aku......" jawaban Seyla terpotong


Satya langsung mencium Seyla lagi, kini Seyla membalas ciuman Satya. Mereka berciuman lama tiba-tiba ponsel Satya berdering.....


"ah ganggu saja" ucap Satya


mereka mengakhiri ciuman itu saat Satya mengangkat teleponnya


"ada apa? kalau kamu menyampaikan sesuatu yang tidak penting, aku akan memotong gajimu" ancam Satya


"hmm ini penting tuan Satya. Kita akan rapat 15 menit lagi. aku hanya mengingatkan mu dan ini sudah tugasku" ucap Indra


"baiklah aku segera ke sana". ucap Satya dan memutuskan sambungan telepon


Emang sedang apa dia sekarang sehingga tidak bisa diganggu. hmm dasar. gumam Indra


"Seyla aku pergi dulu yaa. aku ada rapat 15 menit lagi." ucap Satya


Seyla segera turun dari mobil dan Satya langsung pergi menuju Kantor

__ADS_1


__ADS_2