Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Pilihan Sulit


__ADS_3

Makan malam tiba, semua orang sudah berada di meja makan, mata Raisa sudah tidak sembab lagi.


"Silahkan makan" ucap Mama


Seyla mengambilkan makanan untuk Satya begitu juga Mama mengambilkan makanan untuk papa sementara Raisa dan Satria mengambil makanan sendiri-sendiri.


"Raisa sayang, mulai sekarang kamu harus belajar mengambilkan makanan untuk calon suamimu" ucap Mama


Uhuk uhuk uhuk


Raisa langsung memberikan minuman untuk Satria


"Pelan-pelan makannya Satria" ucap Mama


"Iya ma" ucap Satria


Seyla dan Satya hanya senyum-senyum melihat Satria yang salah tingkah.


Akhirnya makan malam selesai, kini mereka duduk di ruang tamu. Satya duduk berdekatan dengan Seyla dan Satria duduk berdekatan dengan Raisa sementara mama dan papa duduk di depan mereka.


"Raisa kamu aslinya Indonesia atau Amerika nak??" tanya Mama


"Indonesia tante" jawab Raisa


"Oh berarti orang tua kamu ada di Indonesia sekarang??" tanya Mama


"Orang tuanya ada di Amerika mah" jawab Satria


"Hmm sayang sekali. Apa kamu sudah bertemu dengan orang tuanya??" tanya Mama


"Belum ma" jawab Satria


"Loh kok belum. Atau Satya dan Seyla saja yang mewakili mama dan papa menemui orang tua Raisa sekalian membicarakan hubungan mereka bahkan kalau mereka setuju secepatnya kita akan menyelenggarakan acara pernikahan kalian" ucap Mama


Satya dan Selya saling memandang begitu juga Satria dan Raisa.

__ADS_1


"Mah kalau kita ke Amerika kasihan Raka ditinggal. Lagian Raka belum bisa diajak pergi jauh" alasan Satya agar Mama membatalkannya


"Ya sudah kalau begitu Satria langsung saja menemui orang tua Raisa dan menyampaikan niat baik kamu melamar putri mereka" ucap Mama


"Aku masih sibuk ma" ucap Satria


"Kamu ini, begini saja Raisa tante minta nomor telepon orang tua kamu" ucap Mama


Deg.....


Mereka berempat langsung saling memandang dengan mencari alasan masing-masing. Kemudian Satria menatap ke arah papanya untuk meminta bantuannya.


"Ma, biarkan mereka saling mengenal dulu. Kalau sudah yakin, baru mereka bisa memutuskan sendiri. Mereka sudah dewasa." ucap Papa paham dari tatapan Satria


Huuuuuu mereka merasa lega dengan ucapan Papa. Tapi, tidak dengan mama yang membuat mereka sesak nafas lagi.


"Tidak pak. Kalau tidak seperti itu pasti Satria akan lama menikah. Raisa apa kamu mencintai Satria??" tanya Mama


Kalau aku jawab iya, pasti tante akan semakin berniat bertemu dengan orang tuaku. tapi kalau aku bilang tidak semuanya akan terbongkar. Aaaahhh ingin rasanya aku ingin pingsan saja. Gumam Raisa


"Nak...." panggil Mama


Tidak salah lagi, semua pasti akan berakibat fatal. Bisik Satya pada Seyla


"Iya, kasihan Raisa" bisik Seyla juga


"Kalau kamu mencintai Satria, apa kamu mau menjadi is....." ucapan mama terpotong


"Ma, aku mohon jangan menekan Raisa seperti itu. Aku masuk duluan, ayo Raisa" potong Satria lalu mengajak Raisa ikut dengannya dan masuk ke dalam kamar Satria


"Mama nggak boleh gitu. Itu sama saja menjatuhkan harga diri Satria di depan Raisa ma." ucap Papa.


"Menjatuhkan gimana?? Mama kan hanya menanyakan yang sewajarnya saja" ucap Mama tidak merasa bersalah


"Iya mah, itu sama saja seakan-akan Satria tidak bisa menanyakan itu sama Raisa. Pertanyaan mama kan sama seperti ingin melamar Raisa." tambah Satya

__ADS_1


"Hmmm iya-iya. Mama ke kamar dulu, ngantuk." ucap Mama meninggalkan mereka lalu diikuti oleh papa.


"Sayang, menurut kamu apa Kak Satria akan mengatakan sejujurnya sama mama atau melanjutkannya??" tanya Seyla


"Aku nggak tahu sayang. Kalau mereka memilih untuk mengatakan yang sejujurnya pasti mama akan kecewa dan membuat mama sakit, sedangkan jika melanjutkan semuanya itu akan berdampak pada hubungan mereka. Mereka tidak saling mencintai bagaimana bisa menjalin hubungan yang serius??. Kita tunggu saja keputusan mereka. Sekarang kita istirahat ya" jawab Satya


Sementara Satria dan Raisa hanya diam-diaman tidak ada yang memulai pembicaraan.


Kenapa harus canggung begini. Masa iya aku yang harus bicara duluan. Gumam Raisa


Satria mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan.


"Kamu kenapa menjawab mencintaiku?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Satria


"Bukankah aku memang harus mencintai calon suamiku??"tanya balik Raisa


Ah stupid kenapa aku menanyakan hal itu. Batin Satria


"Apa jawaban aku salah?? Tapi, aku tidak tahu harus menjawab apa" ucap Raisa


"Oh nggak kok. Kamu sudah benar hanya saja jawaban itu membuat kita terjebak dalam drama ini" ucap Satria


"Apa kita tidak bisa mengatakan yang sejujurnya saja??" tanya Raisa


"Tidak bisa. Mamaku akan shock dan pasti akan sakit. Aku tidak mau hal itu terjadi pada mama" jawab Satria


"Trus kita harus bagaimana??" tanya Raisa


"Apa kamu sudah punya pacar???" Tanya Satria


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


**RAISA SUDAH PUNYA PACAR APA BELUM YA???


LALU APA MAKSUD SATRIA MENANYAKAN HAL ITU??

__ADS_1


COMMENT DI KOLOM KOMENTAR😊


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, DAN BERI RATEπŸ™πŸ˜Š**


__ADS_2