Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Bertengkar


__ADS_3

Satya sudah sampai di kamarnya kemudian merebahkan tubuh Seyla di atas ranjang. Satya mulai membuka kemejanya dengan terus menatap Seyla dengan tatapan menggoda


"Sayang...kamu mau ngapain?" tanya Seyla


"Mau buat anak." jawab Satya yang sudah melempar kemejanya di sembarang tempat kemudian melepaskan celananya juga.


Kini Satya sudah tidak memakai kain sehelai pun dan perlahan mendekati Seyla


Satya mulai melakukan aksinya dengan melum** bibir Seyla perlahan pindah ke leher sementara tangan Satya berhasil melepaskan semua pakaian Seyla.


Seyla tidak menolak dan merasakan setiap sentuhan Satya di bagian int***** lalu mulai mendesah yang menambah gairah Satya.


"sayang aku baru pulang dari rumah sakit" ucap Seyla yang sadar kalau dia baru pulang dari rumah sakit


"aku akan melakukannya dengan sangat perlahan sehingga membuatmu tidak kesakitan.


Perlahan tapi pasti 2 jam mereka menyelesaikan ritual suami istri dengan puas.


.....


Sementara Susan dan Indra yang sudah sampai di rumah langsung menuju kamar. Susan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menutup pintu dengan kasar.


"*Apa dia sedang marah padaku??" batin Indra


Dasar Satya kurang ajar. Aku akan membalasmu. Tunggu saja.


Apa Susan tidak akan memberikan jatah malam ini??? Aaaaaaahhh ini semua gara-gara Satya. Pasti sekarang dia sedang enak-enakan bersama istrinya. Sedangkan aku????? Aduuuuuuhhhh


Indra mondar-mandir dengan ocehannya sendiri.

__ADS_1


Tidak lama Susan keluar dari kamar mandi, dia hanya menggunakan handuk dan menuju depan lemari tanpa melihat ke arah Indra.


Susan mengambil baju di rak atas sehingga membuatnya berjinjit dan memperlihatkan bagian pahanya yang mulus...


Indra menelan saliv**** dan mencoba mengontrol nafsunya


"Ah sial. Melihat itu saja aku sudah bernafsu" umpat Indra dengan mengusap wajahnya


Susan berganti pakaian di depannya dengan masih tidak memperdulikan Indra yang dari tadi menatapnya


"Rasakan....itu karena kamu sudah membuat aku malu di depan atasanmu dan sahabatku. Kamu tidak tahu bagaimana malunya aku saat itu." gumam Susan


"kenapa dia memakai pakainnya di depanku? bahkan tidak memperdulikan ku? huuuuuu ...... gumam Indra


Setelah Susan selesai berganti pakaian dia langsung menuju sofa dan menonton tv. Lagi-lagi Susan tidak menghiraukan Indra


"Stop...jaga jarak" ucap Susan saat Indra ingin duduk bersamanya di sofa


Indra mematung dan agak jauh dari Susan


"Sayang......aku janji tidak akan membicarakan hal seperti itu lagi dengan Satya. Kamu tahu kan Satya orangnya seperti apa. Dia tidak pernah memikirkan apa yang sedang dia bicarakan. Tolonglah..." bujuk Indra


"Makanya kalau mau bicara itu di pikir-pikir dulu." ucap Susan masih fokus di layar tv


"Malam ini kamu tidur di kamar lain" ucap Susan


"Apa???? Sayang....." ucap Indra yang masih merengek berharap dimaafkan Susan


"Itu hukuman untukmu" ucap Susan

__ADS_1


"Baiklah. Tapi siang ini aku tidur di sini yaaa" ucap Indra bernegosiasi


"Tidak. Pokoknya hari ini kamu tidur di kamar lain. Titik" ucap Susan


"ini kan bukan salahku. aku juga tidak tahu kalau Satya belum tidur." ucap Indra mulai emosi membela diri


"Apa???????? trus yang salah aku? gitu? Kalau saja kamu bisa menahan nafsumu itu pasti.....ah sudahlah." Susan tidak melanjutkan ucapannya. Dia langsung naik di atas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut


Hiks.....hiks.....hiks....


"Sa...sa...sayang....maafkan aku. Aku tidak bermaksud memarahimu. Aku....aku terbawa emosi karena kamu tidak mengijinkanku tidur denganmu malam ini. Mengertilah" ucap Indra mendekati Susan


Perlahan Indra menarik selimut Susan.


"Sayang...maafkan aku...." ucap Indra yang sudah berkaca-kaca merasa bersalah karena membuat istrinya menangis


Susan tidak menghiraukan Indra. Dia tetap saja menangis...


"Kamu jahat....kamu jahat...." ucap Susan bangun memukul dada bidang Indra


Indra tidak menolak saat Susan memukulnya..


"Pukul lah sampai kamu puas, sampai kamu memaafkan ku" ucap Indra


Hiks.....hiks....hiks.....Susan berhenti memukul Indra dan terus menangis.


Indra langsung memeluk Susan dengan sangat erat.


"Aku janji tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Indra menghapus air mata Susan lalu mencium kening Susan kemudian memeluknya erat sampai mereka tertidur dengan berpelukan

__ADS_1


__ADS_2