
Seyla sudah tidak bisa menahan air matanya. Dia ingin sekali bersama Satya. Tapi apa boleh buat, mama Satya tidak menyukainya sehingga membuat Seyla memenuhi permintaan mamanya Satya
"Satya....aku janji. Aku akan menghubungimu setiap saat. Yang kamu lakukan saat aku tidak di sampingmu adalah menjaga kesehatan, menjaga mama, dan tetap fokus pada perusahaan kamu. Dan ingat jangan pernah minum alkohol. oke" ucap Seyla yang melepaskan pelukannya kemudian mencium setiap inci wajah Satya
"Aku berjanji akan melakukan seperti yang apa kamu inginkan. Aku akan berusaha agar mama bisa menerima kamu dan anak kita. Tapi kamu harus janji harus selalu menghubungi aku dan selalu jaga kesehatan diri kamu dan juga anak kita" ucap Satya yang mencium juga setiap inci wajah Seyla.
Bahkan Satya mencium bibir Seyla dengan begitu ganas. Ciuman mereka semakin dalam sampai ingin melakukan ritual suami istri saat itu juga
Sementara security yang berjaga di luar rumah sudah menghadap tembok membelakangi majikan mereka yang sedang ****** tidak pada tempatnya
"Sayang....aku mau..." bisik Satya yang melepaskan ciuman mereka
"Ha??" jawaban Seyla
"Junior aku sudah bangun. Aku sudah tidak tahan lagi." bisik Satya yang mulai menggigit telinga Seyla
Ini mungkin akan menjadi yang terakhir untuk kita. Gumam Seyla
Seyla langsung menarik Satya masuk di dalam mobil yang terparkir di luar rumah.
"Sayang lakukan perlahan demi anak kita" bisik Seyla karena merasakan serangan Satya yang ganas
"Iya sayang....." jawab Satya
Mereka melakukan ritual suami istri di dalam mobil.
...........
Sementara Indra sudah berada di kontrakan Susan setelah dia membaca pesan dari Satya...
"San...Susan...."panggil Indra berada di depan pintu
"Indra?"ucap Susan setelah membuka pintu
"San..." ucap Indra memeluk Susan untuk menenangkan hatinya
"Aku sudah tau dari Satya. Kamu harusnya tidak perlu pergi sendirian seperti ini. Setidaknya kamu menghubungi aku" lanjut Indra
"Aku..." ucap Susan
"Sudahlah. Tidak usah memikirkan itu lagi. Sekarang kita makan. Aku bawain kamu makanan" ucap Indra melepaskan pelukannya dan meletakan makanan yang di bawanya di atas meja
Indra dan Susan menyantap makanan dengan saling suap-suapan. Setelah selesai makan, Indra dan Susan duduk saling berpegangan tangan.....
"Aku akan atur kembali pernikahan kita" ucap Indra mengecup punggung tangan Susan
"Tapi....aku...." ucap Susan
"Aku akan tetap menikahi kamu. Aku kan sudah bilang jangan pikirkan ucapan mamanya Satya. Dia mengatakan seperti itu karena tidak tau kebenarannya." potong Indra yang tahu maksud ucapan Susan yang ragu
"Iya" ucap Susan memeluk Indra
"Aku akan menemani kamu di kontrakan." ucap Indra
"Aku nggak takut sendirian Indra sayang" ucap Susan mengeratkan pelukannya sehingga gunung kembar Susan dirasakan Indra yang mampu membuatnya tegang
"San...kamu jangan memelukku seperti ini. Kamu akan membangunkannya" ucap Indra
"Ha? Membangunkan siapa?" tanya Susan polos tanpa melepasakan pelukannya
__ADS_1
"Membangunkan punyaku" ucap Indra kemudian langsung menindih Susan
"A...apa yang akan kamu lakukan?" tanya Susan kaget
"Ini semua salah kamu. Kamu yang menggoda ku terlebih dahulu"jawab Indra dan langsung mencium bibir Susan
"Ndra.....aku nggak paham yang kamu bicarakan" ucap Susan melepaskan ciuman Indra
"Susan sayang... Kamu memeluku terlalu erat tadi. Makanya gunung kembar kamu ini menyentuh dadaku dan itu membuat junior aku bangun" jelas Indra dan mencium Susan kembali
"Indra....." ucap Susan tapi tidak dihiraukan Indra.
Indra menggendong Susan ke kamar dan membaringkan Susan perlahan tanpa melepas ciumannya
"Indra kamu....." ucapan Susan terpotong ketika dia merasakan tangan Indra yang memegang gunung kembarnya.
Perlahan Susan mulai menikmati nya dan akhirnya mendesah yang membuat Indra semakin bergairah menyerang Susan
Akhirnya Indra dan Susan melakukan 'hal itu' lagi untuk kedua kalinya sebelum menikah
.......
Setelah Satya dan Seyla selesai melakukan ritual suami istri. Mereka memakai kembali pakaian mereka yang jatuh tak beraturan di dalam mobil.
"Sayang....aku akan mengantarmu di kontrakan. Susan mungkin di sana juga" ucap Satya setelah memakai pakainnya
"Susan? Bukan dia di rumah kamu?" tanya Seyla
Satya menceritakan yang terjadi pada Susan dan dia sudah memberi tahukan itu pada Indra
"Mungkin sekarang Indra ada di kontrakan juga" ucap Satya
"Baiklah" ucap Seyla
Sesampai nya di kontrakan mereka langsung turun dari mobil dan mengetuk pintu. Mereka tau Indra juga ada di dalam karena mobil Indra terparkir di depan kontrakan
Tok...tok..
"Indra.....Susan...." panggil Seyla
Susan yang mendengar suara Seyla langsung memakai pakaiannya kembali.
"Ndra....ndra....bangun. Cepat pakai bajumu. Di luar ada Seyla" ucap Susan membangun kan Indra yang kecapean habis menyerang Susan
"Apa???? Sial....." umpat Indra dan langsung memakai pakainnya
"Seyla....." ucap Susan saat membuka pintu.
"Kenapa lama sekali membuka pintu nya? Indra mana?" tanya Satya
Mereka masuk ke dalam. Satya melihat Indra yang duduk di ruang tamu.
"Oh Satya, Seyla..." ucap Indra pura-pura
"Kenapa rambut kalian berantakan?" tanya Seyla
"Mungkin mereka habis berolah raga" sindir Satya yang menjawab pertanyaan Seyla
Susan langsung menata rambutnya dengan wajah yang merah begitu juga Indra
__ADS_1
Satya memilih duduk didekat Indra sedangkan Seyla duduk di samping Susan
"Perbaiki reksmu." bisik Satya pada Indra
Sial.......umpat Indra yang tidak sadar kalau reks celananya belum terkunci sempurna
"Apa kalian melakukan itu lagi?" bisik Seyla pada Susan
"A...aku ...." jawab Susan ragu
"Mmmm aku dan Susan ke kamar dulu yaaaa" ucap Seyla agar dia bisa bertanya pada Susan tanpa bisik-bisik
"Oh iya-iya" jawab Satya dan Indra kompak
"Apa Seyla tau apa yang habis aku dan Susan lakukan? Apa dia akan memarahi Susan?" tanya Indra penasaran pada Satya
"Mungkin. Lagian kenapa kalian melakukan 'hal itu' lagi? Ha???? Kalian belum halal. Tahanlah sebentar nafsumu itu" jawab Satya
"Aku sangat tergoda dengannya. Bahkan hanya berpelukan saja, aku ingin melakukan lebih dari itu" ucap Indra
"Dasar mesummm" ejek Satya
"Kamu juga pernah melakukan itu dengan Seyla" balas Indra
"Tapi, hanya sekali. Kamu??? Kamu bahkan sudah lebih dari satu kali." balas Satya lagi
"Kami kan akan segera menikah. Kamu pikir aku tidak tau kalau kamu juga habis melakukan itu dengan Seyla?" balas Indra lagi
"Tahanlah....Kamu tahu dari mana?" tanya Satya
"Lihat tuh pakaian kalian sudah kusut sekali. Kalian melakukannya di mana? Kok pakaian kalian sampai seperti itu" ucap Indra
"Di mobil" jawab Satya cuek
"Gila.......di mana aja kalian bisa lakukan" ucap Indra
"Yang penting kita sudah halal..." bela Satya
"Oh iya, aku sebenarnya datang ke sini mengantar Seyla. Karena........." Satya menceritakan pada Indra yang terjadi di rumah dan tentang keputusan Seyla sebelum mereka datang ke kontrakan
"Apa???? Apa itu berarti aku dan Susan tidak jadi menikah?" tanya Indra
"Mungkin...." jawab Satya cuek
"Satya tolonglah sahabat mu ini. Aku tidak bisa meninggalkan Susan begitu juga sebaliknya. Bujuklah mamamu...." rengek Indra pada Satya
"Apa kamu pikir aku bisa jauh juga dengan istriku? Ini yang terbaik. Aku akan mencari cara dan berusaha agar Mama bisa menerima Seyla" ucap Satya
......
Sementara di dalam kamar, Seyla seperti menginterogasi Susan.
"Kenapa kamu mau melakukannya San?" tanya Seyla
"Seyla,, aku dan Indra juga kan sebentar lagi akan menikah. Jadi tidak apa-apa melakukannya" bela Susan
"Tapi tetap saja kamu tidak bisa seperti itu dan mungkin..." Ucap Seyla dengan ekspresi yang berbeda
"Mungkin apa???" tanya Susan penasaran
__ADS_1
Seyla menceritakan juga sama Susan tentang keputusannya meninggalkan Satya
Susan sudah meneteskan air matanya setelah mendengar penjelasan Seyla.....