Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Kecelakaan


__ADS_3

Keesokan harinya seperti aktivitas biasanya Satya berangkat ke kantor. Sebelum pergi Satya sarapan terlebih dahulu ditemani Seyla.


Setelah menyantap sarapan pagi, Satya pamit dan mencium kening Seyla.


Sementara Indra masih siap-siap untuk berangkat ke kantor. Susan sudah menunggunya di meja makan.


Selesai siap-siap Indra ikut bergabung dengan Seyla untuk sarapan pagi. Tidak lama mereka sudah menyantap sarapan pagi. Indra pamit pada Susan untuk berangkat kantor.


"Sayang....aku pergi dulu yaa" ucap Indra mencium kening Susan


"Iya. Sayang....aku ingin ke kontrakan, untuk ambil barang-barang aku yang masih di sana. Aku juga ingin pamit sama pemilik kontrakan. Boleh yaa?" ucap Indra


"Boleh. Tapi jangan pergi sendiri. Kamu harus di antar supir" ucap Indra


"Iya aku juga ingin mengajak Seyla" ucap Susan


"Oh boleh. Kalau begitu aku berangkat dulu yaa" ucap Indra


Susan mengambil ponsel di sakunya dan menelpon Seyla.....


Tut....tut....


"Halo San..." ucap Seyla


"Seyla kita ke kontrakan yuk" ucap Susan


"Kontrakan?" tanya Seyla


"Iya. Aku ingin mengambil barang-barang ku yang belum sempat aku ambil. Sekalian kita pamit sama pemilik kontrakan." jawab Susan


"Oh oke-oke. Kita juga sampai sekarang belum pamit juga sih." ucap Seyla


"Kalau begitu kamu siap-siap gih nanti aku akan singgah di rumah kamu" ucap Susan


"Oke aku tunggu." ucap Seyla dan memutuskan sambungan telepon

__ADS_1


Tidak menunggu lama Susan sudah sampai di depan rumah Seyla. Seyla segera keluar menghampiri Susan dan langsung naik mobil.


"Seyla kamu sudah izin sama suami kamu kan?" tanya Susan dalam perjalanan


"Belum San. Nanti kalau aku sudah di kontrakan baru aku telepon Satya" jawab Seyla


"Yaudah deh." ucap Susan


"Eh San aku ingin mau rujak." ucap Seyla


"Rujak?" tanya Susan


"Iya rujak. Tuh..." jawab Seyla menunjuk ke arah penjual rujak pinggir jalan


"Hmm ok mama mudah" ucap Susan tertawa


"Berhenti sini saja. Aku ingin beli sendiri" ucap Seyla


"Aku temenin yaa" ucap Susan


"Yaudah. Hati-hati nyebrang nya" ucap Susan


"Iya-iya..." jawab Seyla


Supir berhenti tidak terlalu jauh dari penjual tersebut, Seyla turun dari mobil menuju penjual rujak. Sedangkan Susan menunggu Seyla di mobil. Supir memakirkan mobilnya agar tidak menghalangi jalan.


5 menit kemudian rujak sudah ada di tangan Seyla. Dia segera menuju ke arah tempat mobil terparkir.


Tring....tring.....


Ponsel Seyla berdering tiba-tiba...........


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


Seyla tertabrak mobil saat menunduk mengambil ponsel di sakunya.

__ADS_1


"Seylaaaaaaaaaa..." teriak Susan saat menoleh suara teriakan yang ternyata itu adalah Seyla


Susan langsung turun dari mobil diikuti supir menghampiri Seyla yang terkapar di jalan.


Jalan jadi macet karena banyaknya orang yang melihat kecelakaan itu.


"Seyla.......Seyla..." panggil Susan yang sudah menangis melihat Seyla dilumuri darah


"Cepat.....panggil ambulance sekarang...." teriak Susan lagi


"Kita langsung bawa saja ke rumah sakit non" ucap Supir


"Iya...ayo cepat gendong Seyla" ucap Susan


Supir langsung menggendong Seyla ke dalam mobil. Supir langsung menggunakan kecepatan penuh agar segera sampai di rumah sakit


Akhirnya mereka sampai di rumah sakit, Seyla langsung di bawah ke ruangan UGD untuk melakukan perawatan. Sementara Susan menunggu di ruang tunggu dengan masih meneteskan air matanya.


"I...i...indra.....aku harus telepon Indra..." ucap Susan


Tut....tut....


"Halo sayang, aku lagi......" Indra tidak bisa melanjutkan ucapan nya


"Seyla kecelakaan.....hikss....hiks.....kalian harus segera ke sini...." potong Susan


"Apa????????" Indra langsung menghentikan rapat dan mendekati Satya


"Satya.....i...i..stri kamu kecelakaan. Kita harus segera ke rumah sakit." bisik Indra


"Apa?????????" Satya bergegas meninggalkan ruangan rapat


"Kita tunda dulu rapatnya nanti kita lanjutkan." ucap Indra kemudian menyusul Satya yang sudah keluar ruangan


"Satya........biar aku yang nyetir" ucap Indra

__ADS_1


__ADS_2