Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Perjanjian


__ADS_3

Satya segera menarik paksa Seyla dan masuk ke dalam Bar.


Di pintu masuk Seyla berusaha bertahan agar tidak masuk ke dalam Bar itu.


"Satya apa yang kamu lakukan"? tanya Seyla sambil memukul dada bidang Satya.


Satya langsung memegang bahu Seyla.


"Aku tidak akan berbuat sesuatu padamu. jadi tenanglah. Aku di sini karena diundang rekan bisnisku dan aku harus membawa pasangan. Walaupun pasangan yang aku bawa sangat norak." Ucap Satya


Plakkk


Seyla menampar Satya.


"iya aku memang norak. Tapi kenapa kamu tidak mengajak wanita lain yang kaya sama sepertimu. Kenapa harus aku?" tanya Seyla matanya sudah mulai berkaca-kaca


Satya memegang pipinya yang ditampar Seyla. Satya sudah habis kesabaran.


"Heii apa kamu pikir aku sudi mengajakmu di sini? aku melakukan itu karena ini mendadak. Dia rekan Bisnisku yang penting. Dan aku baru tau saat perjalanan tadi dan aku kebetulan melihatmu. Jadi aku langsung mengajakmu ke sini tanpa memberi tahumu. Dan aku tau kalau aku memberi tahumu kamu pasti menolak. Sudahlah aku sudah tidak punya waktu aku pasti sudah ditunggu." ucap Satya


Satya segera menarik tangan Seyla menuju ruang khusus yang sudah di pesan rekan bisnisnya.


Seyla tidak menolak dan hanya diam saja saat Satya menarik tangannya. Dia masih mencernah kata-kata Satya.

__ADS_1


"Satya, tunggu." Ucap Seyla


Satya berhenti dan menatap Seyla.


"ada apa lagi?" tanya Satya


"Aku akan ikut denganmu tapi ada syaratnya." Ucap Seyla


"Astagaaa ok2. Apa syaratnya?" Tanya Satya


"Setelah ini kamu berjanji tidak akan menggangguku maupun Susan temanku." Ucap Seyla sambil mengulurkan tangannya


"Baiklah."


sesampainya di ruangan itu ada pria berjas dan dikelilingi oleh 4 wanita dengan pakaian seksi.


Seyla melihat itu langsung memegang lengan Satya. Dia takut kalau Pria itu akan macam-macam dengannya Karena pria itu memandang Seyla dari atas sampai bawah.


Satya yang menyadari keadaan itu membiarkan Seyla memegang lengannya.


"Pak apa kami terlambat? tadi dijalan macet." kata Satya memulai pembicaraan.


"Oh tidak-tidak. duduklah." ucap pria itu

__ADS_1


"siapa dia? apa dia pacarmu?" tanya pria itu


"Oh iya. Dia pacarku." Ucap Satya


Seyla hanya diam saja.


"cantik juga pacarmu." Ucap pria itu sambil melihat ke arah Seyla.


"Bagaimana kalau kita mulai saja Pak?" ucap Satya mengalihkan pembicaraan.


Satya tau kalau Seyla tidak nyaman berlama-lama di sini. Sebenarnya dia ingin mengerjai Seyla karena dia sudah berani sama Satya apalagi berani menampar Satya. Untung saja tidak ada orang yang lalu lalang di depan pintu Bar.


"Bagaimana kalau kita minum dulu?" ucap pria itu sambil mengangkat botol minuman.


"Oh tidak-tidak saya buru-buru jadi secepatnya lebih baik." Ucap Satya tanpa menyinggung perasaan rekan Bisnisnya


"Baiklah Tuan Satya." Ucap pria itu dan meletakan kembali botol minuman di atas meja


20 menit mereka membicarakan tentang bisnis, Seyla hanya diam saja tanpa berkomentar apa-apa. Dia merasa sudah berjam-jam di ruangan terkutuk ini.


Apa belum selesai? kenapa lama sekali? apa seperti ini jika jadi seorang pengusaha? ah membosankan.


Lagian kenapa Pria sombong ini yang bertemu dengannya? kenapa dia tidak menyuruh Sekretarisnya saja yang datang? huuuuuu aku rasa aku mau mati saja. Gumam Seyla

__ADS_1


Astaga, Susan pasti menungguku sekarang. Pasti dia khawatir karena aku belum sampai juga. Dasar pria sombong, brengsek, menyebalkan. Gerutu Seyla lagi


__ADS_2