
5 hari kemudian mama sudah bisa pulang ke rumah.....
Mereka sedang berkumpul di ruang keluarga membicarakan tentang urusan perusahaan, cucu, dan lain sebagainya.
Kecuali Satria, ia masih di kantor. Satria baru akan pulang malam hari jika sedang sibuk. Berbeda dengan hari ini, ia menyelesaikan urusan kantor dengan cepat agar bisa berkumpul dengan keluarganya. Apalagi kehadiran Satya yang jarang berkumpul dengan mereka. Hal itu menurut nya sangat langka.
Akhirnya pekerjaan kantor selesai, Satria langsung melajukan mobilnya menuju rumah.
.....
Satria sampai di rumah langsung membersihkan dirinya kemudian bergabung dengan mereka di ruang keluarga. Sekarang mereka sedang menikmati teh dan cemilan.
"Seyla, besok kamu dan Satya jalan yaa. Mama kan sudah sembuh" ucap Papa
"Iya pa" jawab Seyla
"Sekalian buat cucu untuk mama dan papa" ucap Mama
"Tenang ma. Kalau urusan itu kami akan berusaha membuat nya. Iya kan sayang" ucap Satya
"Dasaaar mesum....." ucap Satria
"Mesum sama istri sendiri kan tidak apa. Kalau kamu?? Mau mesum sama siapa? Sama tembok" ledek Satya pada Satria
"Eh lihat saja nanti, aku akan mendapatkan istri yang lebih cantik dari istri mu" balas Satria
"Jangan hanya banyak ngomong, buktikan!" ucap Satya
Hahahhahahhh
Mama, Papa dan Seyla hanya tersenyum bahagia melihat kedua kakak beradik itu berdebat.
........
__ADS_1
Keesokan harinya Satya dan Seyla akan pergi jalan-jalan.
"Kalian nggak pakai supir?" tanya mama
"Nggak usah mah." jawab Satya
"Yuk kita berangkat sama-sama. Aku juga mau ke kantor. Eh Satya kamu mampir kantor dong sudah lama kamu belum ke kantor" ucap Satria
"Iya aku nanti mampir kok" ucap Satya
"Kami pamit ya ma, pa" ucap Seyla
Mereka berjabat tangan dengan mama dan papa bergantian. Setelah itu mereka berangkat dengan mobil masing-masing.
..........
"Sayang, kita ke mall yuk. Aku mau beliin oleh-oleh untuk Susan" ucap Seyla
"Oke." ucap Satya
"Sayang, kamu mau belikan apa untuk Susan?" tanya Satya
"Mmmmm perlengkapan bayi" jawab Seyla
"Emang kamu tahu jenis kelamin anaknya?" tanya Satya
"Nggak sih. Hehe" jawab Seyla menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Trus?" tanya Satya
"Kita beli yang bisa dipakai oleh bayi laki-laki atau perempuan sayang. Mmmm mungkin pakaian warna biru dan merah" jawab Seyla
"Iya deh. Terserah kamu saja" ucap Satya
__ADS_1
Satya hanya mengikuti Seyla dengan sesekali memberikan komentarnya.
Di sisi lain, ada mata yang sedang memperhatikan mereka dari tadi.
"Aku tidak salah lagi. Itu Satya anak Ibu Irma" ucap perempuan itu.
"Sayang sudah belum? Aku sudah lapar" tanya Satya yang mulai bosan
"Sebentar lagi sayang..." jawab Seyla
"Aku ditunggu di sana yaa." ucap Satya sambil menunjuk salah satu restoran yang terdapat di mall itu
"Iya sayang. Sebentar lagi aku nyusul" ucap Seyla yang masih sibuk memilih dan memilah barang yang akan dibeli
Satya segera menuju restoran tersebut. Perempuan yang dari tadi memperhatikan mereka melihat Satya yang pergi menuju retoran langsung mengikuti Satya.
"I order........." ucap Satya pada salah satu karyawan restoran tersebut
Sambil menunggu pesanannya, Satya mengotak atik ponselnya. Dia menyadari ada seseorang yang duduk di depannya lalu langsung menyimpan ponselnya di saku.
"Sa......" Satya tidak melanjutkan ucapannya setelah melihat ternyata bukan Seyla yang duduk di depannya itu
"Sorry, apa aku bisa duduk di sini? ucap perempuan itu
oh bisa bicara bahasa Indonesia ternyata. gumam Satya
"Tidak bisa. Itu kursi untuk istri saya." Ucap Satya datar
"Istri anda kan belum ada. Bisa dong saya duduk di sini sementara." ucapnya
"Masih banyak kursi yang kosong, silahkan duduk di salah satu kursi yang kosong itu" ucap Satya
"Saya janji, akan pergi jika istri anda sudah ada" ucapnya lagi
__ADS_1
Pesanan Satya sudah datang........
Satya langsung meminum minuman yang di pesanan nya tanpa merespon perempuan itu