
Malam hari tiba, Frankie sudah berada di depan pintu apartemen Raisa. Ia mengambil ponsel dari sakunya dan menelpon Raisa.
Tut...tut...tut....
"Hallo, Kie" ucap Raisa
"Aku udah di depan nih"
"Okay, tunggu sebentar" ucap Raisa
Ceklek
Raisa membuka pintu, Frankie masuk ke dalam apartemen lalu duduk di ruang tamu.
"Kamu sedang ngapain??" tanya Frankie
"Aku sedang packing Kie" jawab Raisa
"Packing?? Emang kamu mau kemana?? Apa karena....."
"Aku mau berlibur. Kamu nggak usah berpikir yang aneh-aneh." potong Raisa
"Berlibur?? Berlibur kemana??" tanya Frankie
"Mmm aku masih lihat-lihat tempat wisata yang bagus" jawab Raisa
"Oh iya, Ra aku akan berusaha membujuk Pak Satria agar kamu bisa kembali bekerja di perusahaan" ucap Frankie
Kring....kring...kring....
Ponsel Raisa berdering.
Pak Satria?? Gumam Raisa melihat orang yang menelpon adalah Satria
"Mm Kie, aku jawab telepon sebentar ya sekalian kamu aku ambilin minum" ucap Raisa
"Silahkan. Aku akan ambil minuman sendiri aja" ucap Frankie
Siapa yang menelponnya?? Biasanya dia akan menjawab telepon di depanku. Apa ada sesuatu yang disembunyikan padaku?? Batin Frankie
Raisa segera masuk ke dalam kamarnya lalu menjawab telepon Satria.
"Hallo, Pak"
__ADS_1
"Aku hanya mengingatkan kamu kalau kita akan berangkat jam 6 pagi, jangan sampai ketika aku jemput kamu belum siap" ucap Satria
"Iya pak."
Setelah mendengar jawaban Raisa, Satria langsung memutuskan sambungan telepon
Hanya itu yang ingin dia sampaikan??? Kenapa harus menelpon?? Kan bisa kirim sms saja. Hmmm. Gumam Raisa kesal
Raisa keluar dari kamar dan duduk kembali bersama Frankie.
"Siapa Ra?? Tumben kamu menjawab telepon menjauh dariku. Biasanya juga tidak" tanya Frankie
"Mmmmm bukan siapa-siapa kok" jawab Raisa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Aku mungkin terlalu mencampuri urusan pribadinya. Dia juga butuh privasi. Batin Frankie
"Oh ya, aku pamit pulang kalau kamu sudah kembali kabari aku" ucap Frankie
"Kok cepat bangat?" tanya Raisa biasanya Frankie nanti diusir Raisa baru akan pulang
"Kamu akan pergi besok jadi, sebaiknya kamu cepat tidur. Aku pamit. Bye" jawab Frankie
"Ya sudah. Ayo aku antar di depan" ucap Raisa
💦💦💦💦💦💦
Mereka sedang berada di meja makan.
"Oh besok Satria akan datang ke Indonesia" ucap Mama memulai pembicaraan
"Ngapain ma??" tanya Seyla
"Dia akan datang bersama calon istrinya. Nanti mereka akan menginap dua atau tiga hari. Mama sudah tidak sabar melihat calon istrinya" jawab Mama
Kira-kira siapa ya wanita yang mau pura-pura jadi calon istri Kak Satria. Gumam Seyla
"Benarkah?? Aku jadi tidak sabar juga" timpal Satya
"Cepat bangat dia memutuskan wanita yang akan menjadi calon istrinya" ucap Papa
"Iya pa. Mama juga heran. Makanya mama mau Satria datang ke Indonesia dan memperkenalkan calon istrinya langsung. Karena rencananya, dia hanya akan memperkenalkan lewat Video Call saja" ucap Mama
"Semoga saja wanita itu cocok dengan Satria" ucap Papa
__ADS_1
"Satya yakin kok Pa, Kak Satria pasti tidak akan salah memilih" ucap Satya agar Mama dan Papa tidak curiga pada Satria
"Iya Ma, Seyla juga yakin kalau wanita yang akan jadi istrinya kelak pasti orangnya baik" tambah Seyla
"Semoga saja" ucap Mama dan Papa bersamaan.
💦💦💦💦💦💦
Pukul 05.30 Satria On the way ke rumah Raisa. Setelah berada di depan apartemen Raisa, Satria menelponnya dan menyuruhnya agar segera keluar. Tidak lama Raisa keluar menghampiri mobil Satria membawa sebuah koper berukuran sedang.
"Kopernya kamu masukin saja di bangku belakang" titah Satria
"Baik pak. Ucap Raisa berusaha mengangkat koper ke dalam mobil.
Apa dia tidak berniat membantuku??? Dasar.... gumam Raisa
Setelah selesai memasukkan koper, Raisa lalu duduk di samping Satria.
💦💦💦💦💦💦
Satria dan Raisa sudah berada dalam jet pribadi.
Wawwww Pak Satria sangat kaya. gumam Raisa
"Tidurlah. Perjalanan masih lama. Jika lapar kamu bisa memintanya sama Pramugari mereka akan membawakan makanan untukmu" ucap Satria
"Iya Pak." ucap Raisa
"Apa kamu akan memanggilku Bapak di depan keluargaku??" tanya Satria
"mmmm...."
"Panggil aku Satria" potong Satria
"ba-baik Pa eh Satria" ucap Raisa mengecilkan suaranya menyebut Satria
Aduuuhhh aku merasa tidak menghormati Pak Satria jika hanya menyebut namanya saja. Gumam Raisa
Tidak lama kemudian, Raisa tertidur sedangkan Satria masih sibuk dengan berkas yang sedang dibacanya.
💦💦💦💦💦💦
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN BERI VOTE YA🙏
__ADS_1