Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Apa Aku Jatuh Cinta Padanya?


__ADS_3

Sesampainya di Kantor Satya menuju ruangannya.


Apa dia baik-baik saja? Dia kan terjatuh. Apa aku suruh Indra untuk menemuinya? Hanya untuk memastikan saja kalau dia tidak terluka.


Tunggu-tunggu kenapa aku memikirkannya? Aaaaa sial.


Lagian kenapa aku bertemu dengannya lagi. Aku sudah berusaha untuk melupakannya. Jika bertemu dengannya bagiamana aku bisa melupakannya? Ah sial-sial


ucap Satya


...........


Indra masih menemani Susan untuk menunggu Seyla sampai di Restoran.


"Seyla? Kamu kenapa? Tangan kamu terluka itu." Ucap Susan dan melihat tangan Seyla


"Aku nggak apa-apa kok. Udah masuk. Dan suruh orang itu untuk pergi." Ucap Seyla


Berani sekali dia mengusirku. Gumam Indra


Indra segera masuk ke dalam mobil lalu kembali dengan membawa kotak obat.


"Ini! Segera obati lukamu nanti bisa infeksi." Perintah Indra


Susan mengambil kotak obat itu dan langsung mengobati luka Seyla


Seyla hanya diam saja tanpa menolak.


"Kenapa kamu bisa jatuh sih?" Tanya Susan


"Aku tadi hampir ditabrak mobil." Jawab Seyla

__ADS_1


"Apa? Terus dia minta maaf tidak? Dan kenapa kamu tidak suruh dia untuk mengantarmu di sini." Ucap Susan


"Aku tidak apa-apa kok. Lagian aku tidak kenal dengan orang itu lalu untuk apa aku harus menyuruh untuk mengantarkanku? Bahkan aku tidak sudi naik di mobilnya." Jelas Seyla dengan wajah yang cemberut


"Kamu kan tidak mengenal orang itu, terus kamu kenapa tidak sudi naik di mobilnya? Apa kamu hanya tidak ingin kenal sama dia saja? Atau apa dia musuhmu?" Tanya Susan penasaran


"Ah sudahlah. Tidak perlu membahas itu. Makasih atas obatnya." Kata Seyla kepada Indra dan segera masuk di Restoran meniggalkan Susan dan Indra di depan Restoran


"Kenapa dia sensitif sekali? Apa dia sedang datang bulan? Biasanya wanita itu kalau sedang datang bulan emosinya tidak terkontrol." Kata Indra


"Entahlah. Mmmm makasih ya Pak Indra atas obatnya." Ucap Susan sementara memasukan obat yang sudah dikeluarkan ke dalam kotak obat


Ponsel Indra berdering.......


Indra yang melihat nama Satya di layar ponselnya segera menjawabnya.


"Halo? Iya tuan." Kata Indra


"Kamu di mana? Kenapa kamu belum ada di Kantor? Apa kamu lupa dengan tugasmu sebagai sekretaris Mahendra Satya Setiawan?" Tanya Satya


"Kenapa kamu bisa di sana? Apa dia terluka? Kenapa kamu tidak membawanya ke Rumah Sakit saja? Kalau dia kenapa-napa gimana? Apa kamu mau tanggung jawab?" Tanya Satya dengan volume yang besar membuat Indra menjauhkan ponsel dari telinganya


"Ini Pak obatnya. Saya masuk dulu. Sekali lagi terima kasih atas tumpangan dan obatnya." Ucap Susan


"Hmm iya-iya kamu masuklah. Aku pergi dulu." Ucap Indra dan mengabaikan pertanyaan Satya


"Apa kamu tidak mendengar pertanyaaku?" Tanya Satya lagi dengan volume yang lebih keras


"Iya-iya aku dengar. Nanti aku jelaskan di Kantor saja. Aku segera kesana. Lagian telingaku sudah sakit karena suaramu." Ucap Indra


"Ok. Aku tunggu sekarang. Cepat." Perintah Satya dan memutuskan sambungan telepon.

__ADS_1


Ya ampun,, kalau aku tidak mengetahui tentang Seyla dia pasti sudah menghukumku. Gumam Indra


Setelah sampai di Kantor Indra menuju ruangan Satya


Tok tok tok


"Masuk." Ucap Satya


"Ayo cepat jawab pertanyaanku." Ucap Satya


"Yaa ampun Tuan Satya yang terhormat apa aku bisa duduk dulu?" Tanya Indra dan langsung duduk


"Hei kamu itu sudah melanggar peraturan harusnya kamu jangan banyak tingkah. Ayo cepat jawab pertanyaanku atau aku potong gajimu." Ancam Satya


"Baiklah-baiklah." Ucap Indra


"Aku tadi sedang perjalanan ke Kantor. Tapi aku melihat Seyla dan Susan di jalan. Jadi aku menawarkan untuk mengantar mereka. Tapi Seyla menolak. Dan aku mengajak Susan. Seyla mengijinkan Susan untuk aku antar dan dia memilih untuk jalan kaki.


Karena aku dan Susan terlebih dahulu sampai di Kantor, aku menemaninya sampai Seyla datang. Tapi saat dia tiba, Susan melihat tangannya terluka. Jadi aku memberikan kotak obat pada Susan untuk mengobati luka Seyla." Jelas Indra dengan panjang lebar.


"Kenapa kamu tidak membawanya ke Rumah Sakit?" Tanya Satya


"Apa kamu pikir dia mau kalau aku ajak? Bahkan dia tidak mau aku antar ke Restoran dan memilih untuk jalan kaki bahkan ketika dia sampai di Restoran dia mengusirku." Jawab Indra


"Dasar gadis kecil keras kepala." Ucap Satya


"Kenapa kamu peduli padanya? Bukankah kalian tidak saling mengenal? Lalu untuk apa peduli sama orang asing?" Tanya Indra


"Ahhh aku tidak tau apa yang terjadi padaku. Aku selalu memikirkannya." Jawab Satya


"Apa kamu jatuh cinta padanya? Yang aku tau jika kita terus memikirkan seseorang berarti kita sedang jatuh cinta dan yang pasti kita akan selalu peduli dengan seseorang itu." Ucap Indra

__ADS_1


"Ah sudahlah. Kamu bisa keluar dari ruanganku. Kamu bisa menggantikanku untuk sementara waktu. Aku masih ingin menyegarkan pikiranku." Ucap Satya dan pergi meninggalkan Indra yang masih ada diruangannya.


Hmm tidak salah lagi. Dia pasti sudah jatuh cinta pada gadis itu. Gumam Indra dan keluar dari ruangan Satya


__ADS_2