
Satya dan Seyla turun ke bawah untuk sarapan pagi.
"Sayang, kak Satria mungkin masih di kamarnya. Semalam kan katanya dia akan pulang telat." ucap Seyla yang melihat Satria belum ada di meja makan
"Sepertinya dia capek. Kita biarkan saja dulu dia istirahat. Bi nanti kalau Kakak saya sudah bangun siapkan dia makanan" ucap Satya
"Baik tuan" ucap bibi yang menambahkan lauk ke meja makan
Seyla mengisi piring Satya dengan nasi dan beberapa lauk begitu juga dengan piringnya. Mereka menyantap sarapan pagi dengan lahap.
"Sayang aku berangkat yaa. Kamu ajak Susan lagi kalau bosan di rumah. Tapi ingat jangan keluar rumah tanpa seijinku" ucap Satya setelah menyelesaikan sarapannya dan mencium kening Seyla
"Hmm" Seyla mengangguk
.....
Sementara itu, Indra yang tidak ke kantor sedang siap-siap untuk ke rumah sakit.
"Sayang kalau sudah siap, kita sarapan saja dulu baru ke rumah sakit" ucap Indra duduk di sofa menunggu Susan yang sedang berganti pakaian
"Iya sayang... Ayo...." ucap Susan
Indra dan Susan turun ke bawah untuk sarapan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah menyelesaikan sarapan pagi.
Indra dan Susan langsung keluar menuju parkiran mobil dan pergi ke rumah sakit
"Sayang....aku gugup nih. Aku takut kalau aku hanya sakit biasa saja dan prediksi dokter tidak benar" ucap Susan di dalam mobil
"Sayang kamu nggak usah takut. Semoga saja prediksi dokter benar. Kalau pun tidak kita kan masih bisa membuatnya. Lagian aku suka kok membuatnya" ucap Indra tersenyum
__ADS_1
"Ihhh sayang...." ucap Susan
.......
Akhirnya Indra dan Susan sampai juga di salah satu rumah sakit milik SetiaOne. Mereka langsung menuju ruangan khusus untuk kandungan.
"Ada yang bisa saya bantu??" tanya Dokter
"Mmm begini dok, istri saya dari kemarin sering mual dan kepalanya pusing." jawab Indra
"Oh mari ikut saya. Saya periksa dulu" ucap Dokter
Susan mengikuti dokter dan merebahkan dirinya di bed. Dokter pun langsung memeriksa Susan
Setelah selesai, Susan turun dari bed dan duduk di samping Indra
"Selamat Pak. Istri anda hamil" ucap Dokter dengan tersenyum
"Selamat ya pak, Bu. Saya ikut senang." ucap Dokter
"Iya dok. Makasih" ucap Susan
"Kandungan Ibu baru 2 minggu. Jadi saya harap Ibu jangan melakukan aktivitas yang berat-berat dulu" ucap Dokter
"Baik dok" ucap Susan
"Dok...apa saya belum bisa melakukan hubungan int** dengan istri saya?" tanya Indra santai sedangkan Susan yang mendengar pertanyaan Indra hanya menunduk malu
"Iya pak. Karena kandungan istri bapak masih lemah sekali" jawab Dokter
"Kira-kira kapan saya bisa melakukan nya dok.?" tanya Indra lagi
__ADS_1
"Sayang......kamu kenapa bertanya seperti itu. Malu tahu" bisik Susan
"Nggak apa-apa sayang." bisik Indra
"Kalau usia kehamilan istri anda sudah 3-4 bulan pak. Karena kalau usia kehamilan 2 bulan termasuk dalam trimester awal kehamilan. Di mana, usia kehamilan ini masih dalam tahap perkembangan awal baik janin maupun plasenta (ari-ari). Jadi, perkembangan plasenta baru sempurna ketika usia kehamilan sudah 16 minggu. Dengan kata lain, usia kehamilan di bawah 3 bulan termasuk masa rawan untuk terjadinya gangguan perkembangan janin maupun plasenta" jelas Dokter
"Baiklah dok. Terima kasih atas penjelasannya. Kami pamit dulu" ucap Indra
Indra dan Susan keluar dari ruangan dokter dan langsung pulang
.....
"Sayang, aku harus kasih tahu sama Seyla" ucap Susan yang sudah sampai di rumah
"Iya sayang. Kita harus kasih tahu kabar bahagia ini" ucap Indra mencium perut Susan yang masih datar
Tutu....tut....tut...
"Halo" ucap Seyla
"Seyla aku punya kabar bahagia" ucap Susan
"Kabar bahagia??? Apa San??" tanya Seyla penasaran
"Aku....aku hamil" ucap Susan
"Ha...ha..hamil???? Oh syukur lah. Selamat ya.... Aku nanti akan ke datang ke rumahmu dengan Satya" ucap Seyla
"Iya Seyla. Makasih yaa. Aku tunggu" ucap Susan
"Iya sama-sama San. Aku sudah tidak sabar untuk kasih tahu sama Satya berita bahagia ini" ucap Seyla
__ADS_1
"Aku tutup dulu yaaaa" ucap Susan memutuskan sambungan telepon