
Satria mengantar Raisa kembali ke apartemennya. Mobil berhenti di depan apartemen.
"Istirahatlah. Oh iya, aku mau kamu merahasiakan hal ini pada siapapun termasuk Frankie." ucap Satria
"Iya pak." ucap Raisa
"Apakah Frankie tidak mengatakan padamu jika dia tidak jadi aku pecat??" tanya Satria
"Mmm belum pak. Tapi, dia mengirim pesan pada saya kalau dia akan datang ke apartemen sebentar malam" jawab Raisa
"Oh oke. Yang harus kamu jaga adalah kamu tidak boleh memberitahukan pada siapapun tentang hal ini" ucap Satria
"Baik pak. Bapak tidak perlu khawatit" ucap Raisa lalu turun dari mobil dan masuk ke dalam apartemen.
Satria melajukan mobilnya kembali ke rumah, setelah sampai di rumah, ia langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Apa yang aku lakukan ini benar?? Hmm" ucap Satria mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya dengan kasar
Satria mengambil ponselnya dari dalam saku, lalu menelpon Mama.
Tut...tut...tut....
"Bagaimana?? Kamu sudah punya calon??" tanya Mama saat telepon tersambung
Satria mengambil nafas sebelum menjawab pertanyaan mamanya.
__ADS_1
"Mah, apakah pertanyaan itu yang harus mama tanya saat menjawab telepon Satria??" tanya Satria kesal
"Iya supaya kamu tidak lupa. Gimana??" jawab Mama
"Aku akan segera mengenalkan calon istriku pada Mama dan Papa" ucap Satria
"Apa?? Beneran nak?? Kamu tidak berbohong kan??? " ucap Mama
Maafkan aku mah. Gumam Satria
"Iya mah. Aku tidak berbohong" ucap Satria
"Kalau begitu kamu ke Indonesia saja. Mama ingin melihat langsung calon menantu mama" ucap Mama
"Apa??? Kenapa harus ke Indonesia?? Kan bisa melalui Video Call mah. Satria baru kembali di Amerika masa harus meninggalkan perusahaan lagi" ucap Satria tidak setuju
"Tapi, mah....."
"Kamu pikir mama bodoh?? Ha?? Siapa tahu kamu hanya menyewa seseorang untuk mengaku jadi istri kamu. Apalagi hanya melalui video call. Pokoknya kamu harus ke Indonesia jika benar-benar kamu sudah punya calon istri. Kalau tidak mama anggap kamu setuju dengan perjodohan yang mama atur" potong Mama
"Oke-oke. Baiklah Satria akan ke Indonesia" ucap Satria mengalah
"Bagus. Kamu naik jet pribadi saja" ucap Mama
"Iya ma, aku tutup teleponnya" ucap Satria lalu memutuskan sambungan telepon lalu mencari nomor Raisa dan menelponnya.
__ADS_1
Tut....tut....tut....
"Hallo pak" ucap Raisa
"Kamu packing sekarang. Kita akan ke Indonesia besok" ucap Satria
"A-a-pa?? Ke Indonesia???" ucap Raisa terbata-bata tidak percaya
"Kenapa??? Apa kamu keberatan???" tanya Satria
"O-o tidak pak." jawab Raisa
"Kamu aku jemput besok jam 6." ucap Satria
"Pak....kita berapa hari di sana??" tanya Raisa
"Hanya dua atau tiga hari saja. Jadi, kamu tidak perlu bawa pakaian banyak. Kalau perlu tidak usah membawa pakaian, kita bisa beli di Indonesia" jawab Satria
Glek..... Raisa menelan salivanya.
Membeli pakaian di sana?? Orang kaya mah bebas. Gumam Raisa
"I-i-iya pak" ucap Raisa lalu Satria memutuskan sambungan telepon
Apa aku akan mengatakan pada Frankie kalau aku akan ke Indonesia besok. Tapi, jika dia bertanya ngapain aku ke Indonesia masa iya aku jawab untuk pura-pura jadi calon istri pak Satria. Kan tidak mungkin. Lagian aku sudah berjanji tidak akan memberitahukan pada siapapun. Gumam Raisa
__ADS_1
💦💦💦💦💦💦
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN BERI VOTE YA🙏🙏😊😊