Hamil Di Luar Nikah

Hamil Di Luar Nikah
Penjelasan #2


__ADS_3

Satya mengepalkan kedua tangannya....


"Aku menyukai Seyla sebelum dia jadi istri kamu. Jujur, aku sakit hati dan kecewa saat kamu memperkenalkan Seyla sebagai calon istri kamu saat itu." ucap Satria


"Kak.....apa yang kak Satria katakan??" potong Seyla


"Tapi.....aku akan lebih sakit lagi jika bukan kamu suami Seyla. Aku percaya jika kamu bisa menjaganya. Rasa sayang aku terhadap Seyla seketika berubah menjadi adik saat aku melihat senyum dibibir Seyla saat dia denganmu. Aku ikut bahagia jika adikku yang dingin ini mulai memperlihatkan senyumannya. Aku paham dengan apa yang kamu lakukan ini, bahkan aku senang kamu marah saat aku perhatian pada Seyla karena dengan begitu aku sangat percaya bahwa kamu sangat mencintai Seyla dan takut akan kehilangan nya" tambah Satria


Satya hanya diam mendengar penjelasan Satria


"Jadi aku mohon, berhentilah cemburu padaku. Aku menyayangi Seyla seperti aku menyayangi kamu." ucap Satria


"Satya....aku mohon maafkan aku dan kak Satria. Aku tidak mungkin mengkhianati cinta kita hanya karena laki-laki lain. Apalagi Kak Satria. Itu tidak mungkin. Percayalah padaku." ucap Seyla yang menangis memeluk Satya


Satya membalas pelukan Seyla......


"Maafkan aku yang tidak percaya padamu" ucap Satya menguraikan pelukannya dan mencium kening Seyla


"Ehemmmmmmmm" Satria berdehem


"Maafkan aku Kak" ucap Satya yang kemudian memeluk Satria juga


"Kamu tidak perlu minta maaf. Aku tahu kamu sangat mencintai istrimu" ucap Satria mengelus punggung Satya


Kring.....kring..... Ponsel Satria berdering


"Halo....oh iya Pak saya segera ke sana" ucap Satria


"Aku ke kamar dulu, ada berkas aku yang ketinggalan. Setelah itu aku langsung berangkat. Oh iya kalau udah malam kalian makan malam aja duluan. Sepertinya aku akan pulang telat" ucap Satria dan berjalan ke arah kamarnya


"Baiklah" ucap Satya dan Seyla bersamaan


"Ingat....jangan bertengkar" ucap Satria yang sudah masuk ke dalam kamar


"Sayang, ayo kita ke kamar" ajak Satya


"Sayang....kamu nggak jadi ke kantor?" tanya Seyla saat mereka sudah sampai di kamar


"Nggak jadi. Aku nggak konsen mikirin kamu" jawab Satya melepaskan jasnya dan berganti pakaian santai

__ADS_1


"Kamu kenapa ganti pakaian di depanku?" tanya Seyla yang menutup wajah dengan tangannya


"Kenapa???? Kamu kan sering melihatnya..." jawab Satya


Satya melepaskan tangan Seyla yang menutupi wajahnya...


"Udah. Aku udah ganti baju." ucap Satya memeluk Seyla


"Kamu nggak malu ya???" tanya Seyla menguraikan pelukannya


"Malu apa??" tanya balik Satya


"Malu sedang berganti pakian di depanku? Kamu nggak malu aku melihat tubuhmu?" ucap Seyla


"Nggak. Untuk apa malu sama istri sendiri. Lagian kamu sudah sering melihat dan merasakan tubuhku ini" ucap Satya menggoda Seyla dengan mencubit hidungnya


"Iiiiihh kamu. Sakit tauuuu" ucap Seyla mencubit perut Satya dan memegang hidungnya


CUP....


Satya mengecup hidung Seyla....


"Apa sudah tidak sakit??" tanya Satya


Satya mencium setiap inci wajah Seyla.....


"Maafkan aku yaaa" ucap Satya


"Nggak apa-apa" ucap Seyla yang mengecup bibir Satya dengan cepat


"Kenapa cepat sekali???" tanya Satya.


"Hmm???" Seyla mengangkat alisnya


"Aku maunya begini..." ucap Satya langsung melum*** bibir Seyla


"Sayang......ayo kita makan. Aku udah lapar" ucap Seyla setelah Satya melepaskan ciumannya


"Hmmm iyaaaa." ucap Satya mengusap bibir Seyla yang ada ada sali****

__ADS_1


Satya dan Seyla turun ke bawah untuk sarapan.....


Satya langsung menyantap makanan dengan sangat lahap sehingga Satya terlebih dahulu menyelesaikan sarapannya


"Kamu kenapa cepat makannya?? Kamu sangat lapar ya??" tanya Seyla


"Iya." jawab Satya


"Aku tambahkan yaaa" ucap Seyla yang mengambil piring Satya


"Ehh tidak usah." tahan Satya


"Loh katanya lapar." ucap Seyla


"Aku akan kenyang jika memakanmu sayang...." ucap Satya


"Sayang....nanti di dengar pelayan. Malu tau" ucap Seyla


"Sayang ayo kita ke kamar kalau sudah selesai makannya" ucap Satya


"Aku membersihkan ini dulu baru kita ke kamar" ucap Seyla mulai mengambil piring


"Sayang....biar nanti bibi saja yang membersihkan ini semua" ucap Satya


"Nggak apa-apa kok" ucap Seyla


"Baiklah kalau kamu masih ingin membersihkannya. Aku akan memecat bibi saja karena tidak mengerjakan tugasnya dengan baik" ucap Satya


"Baiklah......" ucap Seyla


Seyla dan Satya berjalan ke kamar saling bergandengan


"Sayang kita nonton yuk...." ucap Seyla dan duduk di sofa mengambil remot lalu menyalakan tv


Satya ikut duduk di samping Seyla....


Mereka sedang menonton drama korea. Tiba dengan adegan ciuman yang membuat seketika tubuh Satya menegang. Sedangkan Seyla memegang kainnya dengan gugup


Satya merampas remot di tangan Seyla dan mematikan tv kemudian langsung menyerang Seyla dengan ciuman

__ADS_1


Seyla membalas ciuman Satya.....perlahan ciuman mereka semakin panas. Satya menggendong Seyla ke ranjang tanpa melepaskan ciuman panas mereka.


Akhirnya mereka melakukan ritual suami istri di pagi hari menjelang siang itu.......


__ADS_2