
Akhirnya pembicaraan mereka selesai juga. Satya sudah mau pamit tapi ditahan oleh pria itu.
"Bagaimana kalau hanya segelas saja Tuan Satya?" sambil mengisi dua buah gelas dengan minuman
Dasar pria brengsek, kalau kamu tidak penting bagiku aku pasti sudah menghajarmu dan meniggalkanmu di sini. Gerutu Satya
"Baiklah. Hanya segelas saja, setelah itu kami pamit." Ucap Satya
"Apa kamu sudah gila? kamu mau juga aku meminum alkohol itu?" bisik Seyla pada Satya
"segelas saja. setelah itu kita pergi." balas Satya dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh pria itu
"Aku tidak mau." Ucap Seyla
"Dasar gadis kecil. minum segelas saja tidak mampu. Kenapa apa kamu belum pernah minum alkohol?
Aku akan tantang kamu, jika kamu minum maka aku tidak akan mengganggumu dan melupakan tamparan kamu ke aku tadi." Ucap Satya
"Huuu dasar menyebalkan. Bukankah tadi kamu setuju kalau aku ikut denganmu maka kamu tidak akan menggangguku lagi?" Tanya Seyla
"Iya, itu perjanjian agar kamu mau masuk di sini
Tapi untuk minuman ini bayaran karena kamu sudah menamparku tadi. Apa kamu mau aku laporin ke Polisi karena sudah berani menampar pemilik Perusahaan terbesar dan terkaya? Apa kamu tidak memikirkan nasib kamu setelah menjadi narapidana? apa kamu pikir akan ada yang mau menerima seorang Napi?" Ucap Satya
"Baiklah." Ucap Seyla pasrah. dia ingin segera menyelesaikan urusannya di sini.
"Bagus. Silahkan di minum." Satya memberikan gelas yang berisi alkohol itu.
__ADS_1
Seyla meminum alkohol itu dengan sekali tegukan.
"Wawwww pacarmu ini sangat pandai minum juga." Ucap pria itu.
Dia ternyata pandai juga. gumam Satya
Satya pun segera meminum miliknya dan segera pamit dari tempat itu.
Di dalam mobil Seyla mulai berbicara sendiri dan wajahnya sudah merah karena pengaruh alkohol.
"Dasar gadis lemah. Baru satu gelas saja sudah mabuk." Ucap Satya
"huuuu Dasar pria brengsek, menyebalkan. Apa dia pikir semua bisa dibeli dengan uang?" kata Seyla
"Kurang ajar sekali dia mengatakan aku pria brengsek." ucap Satya
Tiba-tiba dalam perjalanan, ponsel Satya berdering dia melihat nama Indra di layar ponsel.
Satya segera mengangkatnya.
"Halo, ada apa?" tanya Satya
"Pak Adi barusan telepon katanya ada hal penting yang ingin dia bicarakan denganmu. Kamu di mana? Apa kamu masih dengan rekan bisnismu di Bar?" Tanya Indra
Indra mengetahui bahwa Satya ada pertemuan penting di Bar. Dia tidak datang karena Satya menyuruh dia untuk pulang.
"Aku dalam perjalanan." Ucap Satya tanpa memberi tahu bahwa sekarang dia bersama dengan Seyla
__ADS_1
"Oh baiklah. Kita akan bertemu di Hotel." Ucap Indra
"Ok."
Satya segera mematikan teleponnya dan membalikkan arah mobilnya menuju Hotel
Dia melihat Seyla yang sudah tertidur karena pengaruh alkohol.
"Cantik juga Gadis kecil ini." Ucap Satya dengan senyuman di bibirnya.
setelah 10 menit Satya sudah sampai di Hotel. Indra sudah menunggunya di depan. Indra sudah sampai duluan karena saat menelpon Satya dia sudah dekat dengan Hotel.
Indra segera menghampiri Satya karena Satya belum turun dari mobil.
"Tuan? ada apa?" tanya Indra
"sini cepat bantu aku buka pintu mobil." perintah Satya
tanpa bertanya Indra segera membuka pintu mobil dia kaget karena ada Seyla di dalam mobil.
"Tuan? ini Seyla kan? apa dia pingsan? tapi kenapa wajahnya merah?" tanya Indra penasaran
"sudah jangan banyak tanya. Siapkan kamar untuk dia. Sementara ini biarkan dia istrahat di Kamar hotel dulu. Kalau pertemuan kita dengan Pak Adi selesai aku akan mengantar dia pulang. Dan jangan lupa hubungi temannya supaya dia tidak perlu menunggu gadis ini." perintah Satya.
"baiklah." jawab Indra.
Indra segera menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar yang biasa digunakan oleh Satya dan segera mengetik pesan pada Susan bahwa Seyla bersama Satya sekarang.
__ADS_1
Satya menggendong Seyla ke Kamar Hotel yang sudah disiapkan dan meninggalkan Seyla di Kamar itu