
Keesokan harinya mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi. Satria terlebih dahulu menghabiskan sarapannya. Karena dia akan ada meeting dan Satria tidak mau terlambat.
Setelah mereka sudah menyelesaikan sarapan pagi, seperti biasa mereka duduk di ruang keluarga.
"Mah besok kami akan pulang ke Indonesia" ucap Satya
"Mama jaga kesehatan ya, papa juga" tambah Seyla
"Iya, sebaiknya kalian cepat pulang. Tidak baik meninggalkan kantor terlalu lama. Kasihan Indra" ucap Papa
"Iya pah" ucap Satya
"Iya. Kalian nggak mau jalan-jalan?? Ini kan terakhir kalian di sini." ucap Mama
"Kami sudah jalan kok kemarin. Seyla juga nggak suka jalan mah" ucap Seyla
Seyla memang tidak mengincar harta Satya. Kalau dia mau, pasti dia akan mengajak Satya jalan dan shoping. Tapi nyatanya tidak. Aku memang sudah salah menilai Seyla hanya dari latar belakangnya saja. Maafkan mama Seyla. Gumam Mama
"Satya, kamu ke kantor Satria saja. Sekalian membantunya, nggak apa-apa kan bantu kakak sendiri" ucap Papa
"Aku ikut yaa??" tanya Seyla pada Satya
"Tuh Seyla mau ikut. Kamu ajak saja. Dari pada di rumah" ucap Mama
"Iya mah. Kami siap-siap dulu" ucap Satya beranjak dari tempat duduk menuju kamar diikuti Seyla
..........
Satya dan Seyla sudah berada di dalam kantor Satria. Mereka berjalan bergandengan masuk ke Private Lift menuju ruangan Satria.
"Sayang kamu sudah kasih tahu Kak Satria kalau kita akan ke kantornya?" tanya Seyla di dalam lift
"Belum. Sepertinya dia masih meeting, jadi mungkin dia nggak ada diruangan nya sekarang." jawab Satya
"Trus?" tanya Seyla
"Kita tunggu saja di ruangannya" jawab Satya
Ting......pintu lift terbuka
"Sayang kok Raisa nggak ada?" tanya Seyla melihat meja Raisa kosong
"Mungkin dia sedang meeting dengan Ka Satria. Kita langsung masuk saja" jawab Satya
"Bukankah tugas Raisa hanya...." Seyla tidak melanjutkan ucapannya
__ADS_1
"Mungkin, sekretaris pribadi Satria nggak bisa ikut meeting dengan nya hari ini, jadi Raisa yang menggantikan nya. Lagian kamu kenapa kepo bangat sama Raisa. " jawab Satya yang tahu maksud pertanyaan nya
Seyla hanya tersenyum...
Satya duduk di kursi kebesaran Satria, sedangkan Seyla duduk di sofa.
"Sayang, aku mau beli Snack dulu yaa" ucap Seyla
"Kita pesan saja" ucap Satya
"Nggak usah. Aku mau beli sendiri saja. Lagian aku juga ingin keliling kantor" ucap Seyla
"Ya sudah. Hati-hati. Dan ingat jangan melirik karyawan pria." ucap Satya
"Iya suamiku" ucap Seyla berjalan menghampiri Satya.
Cup....
Seyla mengecup pipi Satya...
"Aku pergi dulu" ucap Seyla
"Tunggu" Satya menarik tangan Seyla sehingga membuatnya duduk di pangkuan Satya
"Lagi." ucap Satya menunjuk bibirnya
Seyla mengecup bibir Satya....
Cup...
Satya membalas mengecup bibir Seyla.
"Sayang...aku pergi dulu" seyla langsung berdiri dan pergi keluar ruangan sebelum Satya berbuat yang aneh-aneh
"Aku akan menghukum mu sebentar" ucap Satya bersamaan dengan Seyla menutup pintu dari luar
Seyla masuk ke private lift..
Ting.....pintu lift terbuka..
Seyla menghampiri karyawan yang sedang berdiri tidak jauh dari private lift. Ia ingin menanyakan di mana kantin kantor.
"Excuse me..." ucap Seyla
Karyawan itu menoleh...
__ADS_1
Sekitar 30 detik Mereka saling menatap....
Perempuan itu?? Mmm ya Intan..gumam Seyla
Dia istri Satya kan?? Iya dia pasti istri Satya. Gumam Intan
"mmm anda istri Satya kan??" tanya Intan to the point. Dia yakin itu istri Satya makanya dia berbicara pakai bahasa Indonesia
"Hmm" Seyla mengangguk
Dia tahu dari mana nama Satya?? Apa mereka berkenalan saat di restoran itu?? Dasar....gumam Seyla
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Intan dengan tersenyum ramah
"Aku ingin membeli Snack" jawab Seyla
"Oh baiklah. Mari saya antar" ucap Intan
Mereka berjalan menuju kantin kantor yang lumayan jauh. Biasaaaa kantornya luas. Hehe
"Anda orang Indonesia?" tanya Seyla
"Iya. Mama aku Indonesia Papa aku Amerika" jawab Intan yang masih dengan senyum ramahnya
Pantas saja, dia walau kelihatan tante-tante tetap cantik. Gumam Seyla
"Anda kenal dengan SUAMI saya??" tanya Seyla menekan kata suami
Hmmm pamer. Gumam Intan
"Yah. Siapa yang tidak mengenal keluarga Setiawan?? Apalagi putra pewaris dari perusahaan SetiaOne?" ucap Intan
Akhirnya mereka sampai....
Seyla memilih snack dan minuman kesukaannya dan Satya...
Seyla dan Intan sedang duduk sambil menunggu Snack yang sedang di bayar oleh salah satu karyawan yang diperintah Intan.
"Kalau boleh aku tahu, kamu sedang ngapain di sini??" tanya Intan
Sok akrab. Ini kan kantor Kakak iparku suka-suka aku dong. Gumam Seyla
"Aku hanya ingin datang saja" jawab Seyla datar
Karyawan yang antri membayar Snack Seyla menghampiri mereka dan memberikannya pada Seyla.
__ADS_1
"Thank you" ucap Seyla pada Karyawan itu
"Aku permisi, terima kasih" ucap Seyla bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Intan