
Seyla belum siap memberi tahukan pada Susan apa yang terjadi padanya sebenarnya. Dia ingin cari tau terlebih dahulu siapa yang merenggut kesuciannya itu.
Seyla segera istirahat nanti setelah itu dia akan pergi menemui Satya.
Di Kantor.......
Satya masih melihat layar Laptopnya. Kini dia teringat wajah Seyla dan kejadian semalam.
"Ah sial. Aku harus bertemu dengannya sekarang juga. Dia pasti shock dengan apa yang terjadi padanya. Dan mungkin sekarang dia sudah pulang ke Kontrakannya." Ucap Satya
Satya segera keluar dari Kantor dan pergi menuju kontrakan Seyla
Sementara itu, Seyla tidak bisa tidur dia memikirkan hal yang terjadi padanya. Seyla segera bangun dan melihat Susan sedang sibuk dengan Ponselnya.
"San, aku keluar sebentar dulu yaa." Ucap Seyla sambil siap-siap untuk mengganti pakaiannya
"Hmm kamu mau kemana?" Tanya Susan yang masih menatap ponselnya
"Aku ada urusan sebentar." Jawab Seyla
"Baiklah. Kamu jangan lupa bawa Ponselmu. Kalau ada apa-apa hubungi aku yaa." Ucap Susan
"Baiklah." ucap Susan mengambil ponselnya dan segera keluar dari kamar.
"Apa aku tanya sama Susan saja di mana Kantor Satya pria brengsek itu? Apa Susan tau di mana Kantornya?
Ah tidak-tidak. Lebih baik aku cari di internet saja. Pasti ada lagian dia kan orang yang terkenal dan kaya di Kota ini pasti ada alamat kantornya di Internet."
Seyla segera keluar dari Kontarakan.
Seyla sambil berjalan dan sibuk dengan ponselnya untuk mencari tahu alamat kantor Satya.
Tiba-tiba ada mobil yang berhenti dan membunyikan klakson.
Pip..pip..pip..
Seyla yamg mendengar itu menoleh ke arah suara klakson. Dia melihat mobil yang tidak asing.
Satya segera keluar dari mobil dan berjalan ke arah Seyla
__ADS_1
"Pria brengsek itu?" Ucap Seyla
"Hmmm kebetulan aku mencarimu." Ucap Seyla setelah Satya ada di depannya
"Iya aku juga mencarimu." Kata Satya dan menarik tangan Seyla menuju mobil.
"Apa kamu tidak bisa menggunakan mulutmu untuk menyuruhku masuk ke dalam mobil?" Tanya Seyla dengan melepaskan genggaman tangan Satya
"Apa kamu tidak merasakan panasnya matahari dan hanya basa-basi?" Balas Satya
"Ayo masuk." Perintah Satya
"Kita mau kemana?" Tanya Seyla dan masuk ke dalam mobil
Satya tidak menjawab pertanyaan Seyla dan segera menyalakan mobil
"Apa kamu tidak mendengar pertanyaanku Tuan Mahendra Satya Setiawan?" Tanya Seyla lagi
"Diamlah kita aka segera sampai." Balas Satya yang fokus menyetir
Seyla hanya pasrah saja. Dia tidak tau memulai pembicaraan dari mana dengan Satya tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Ayo turun." Perintah Satya
"Ini di mana?" Tanya Seyla
"Sudah jangan banyak tanya." Ucap Satya
Seyla turun dari mobil dan mengikuti langkah Satya.
Setiap orang yang di lewatinya selalu tunduk dan hormat.
Kenapa banyak sekali pelayan di rumah ini? Dan kenapa harus selalu hormat? Hmmm aneh. Gumam Seyla
Kini mereka sampai di kamar Satya.
Seyla melihat kagum dengan kamar itu.
Wawwww ini kamar atau apa? Kok luas bangat? Gilaaa. Ini 10x lipat dengan kamar aku. Hmmm gumam Seyla dan melihat seluruh isi kamar tersebut
__ADS_1
"Sudah cukup melihat kamar ini?" Tanya Satya
Dia melihat Seyla yang sedari tadi memperhatikan kamarnya.
"Ini kamar kamu?" Tanya Seyla
"Iya. Ayo cepat duduk ada yang ingin aku bicarakan padamu. Ucap Satya dan menunjuk sofa yang ada di dekatnya"
"Hm iya aku juga ada yang ingin aku tanyakan."Ucap Seyla dan duduk dekat Satya
"Apa yang sebenarnya terjadi semalam? Apa kita melakukan "hal itu" semalam? Atau kamu menjualku sama pria hidung belang?" Tanya Seyla dengan sedikit gugup
Semalam.........................
Satya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak perlu diulang lagi kaann. Kalian sudah tau apa yang terjadi. Hehehe
Seyla yang mendengar penjelasan Satya langsung menangis.
Hiks...hiks..hiks...
"Apa salahku padamu? Sehingga kamu melakukan itu padaku? Bukankah kamu sudah berjanji untuk tidak menggangguku lagi? Kenapa melanggar janjimu?" Tanya Seyla dengan terus menangis.
Hiks..hikss..hikss
"Aku juga mabuk semalam. Makanya aku terbawa suasana dan melakukan itu padamu." Jelas Satya.
"Mulai hari ini, anggap kita tidak saling mengenal dan lupakan apa yang sudah terjadi antara kita berdua." Ucap Seyla dengan tegas dan masih sesegukan karena menangis
Seyla segera meninggalkan Satya dan lari keluar dari rumahnya.
Seyla terus berlari dan menghentikan taksi yang lewat.
Satya hanya terdiam. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan.
Lagian aku sedang mabuk melakukan itu dengan membuang sesuatu yang ada di dekatnya.
baiklah kalau itu maumu. aku sebenarnya ingin tanggung jawab. tapi mendengar kata-katamu tadi sepertinya kamu tidak meminta pertanggung jawabanku dan malah meminta untuk melupakan itu.
__ADS_1
ok. aku turuti keinginanmu Seyla Putri Cahyati.