
Di kantor.....
"Ndra jam berapa meeting nya?" tanya Satya
Indra berada dalam ruangan Satya...
"1 jam lagi" jawab Indra
"Oh iya bagaimana pertemuan kamu dengannya?? Siapa dia??" tanya Satya
"Yah seperti itu" jawab Indra datar
"Hei kamu harus membayar dengan menceritakannya padaku. Karena kamu tidak kembali lagi ke kantor" ucap Satya
Satya sebenarnya tidak terlalu ingin tahu dengan pertemuan Indra, tapi Ia menyadari pasti ada sesuatu yang terjadi karena jika ada sesuatu yang membuat Indra tidak masuk kantor pasti selalu dikabarkan Indra padanya
Ting....ting...ting..ting...ting..ting
Notifikasi sms masuk di ponsel Indra.
*Kita harus bertemu. Aku akan menjelaskan semuanya padamu🙏
Aku tidak bisa lama-lama di Indonesia😔
Aku hanya punya waktu 3 hari lagi sebelum aku kembali ke Amerika.
Aku akan menjawab semua pertanyaan yang akan kamu tanyakan jika kita bertemu.
Aku akan menunggu kamu di tempat yang sama setelah jam istirahat kantor.
Aku tunggu. Please🙏*
Isi pesan dari Intan
"Apa itu sms dari dia lagi??" tanya Satya
__ADS_1
"Hmm" Indra mengangguk
"Sebenarnya siapa dia?? Kenapa dia selalu menghubungimu?? Jika kamu tidak memberi tahuku aku tidak akan mengijinkanmu keluar kantor sebelum pekerjaan kamu selesai" ucap Satya
"aku....."
Indra membuang nafasnya keras. Lalu dia mulai menceritakan pertemuan nya dengan Intan pada Satya
"Apa???? Intan ngaku Ibu kandung kamu??" tanya Satya
"Hmm. Aku tidak tahu apakah itu dusta atau tidak. Tapi, aku tidak bisa berbohong dengan perasaan aku." jawab Indra
Satya yang awalnya duduk di kursi kebesarannya berpindah duduk di depan Indra yang duduk di sofa.
"Lebih baik kau temui dia untuk memperjelas semuanya. Apakah dia ingin bertemu sekarang?" tanya Satya
"Nanti jam istirahat kantor" jawab Indra
"Oke kamu bisa menemuinya setelah jam istirahat." ucap Satya
"Baiklah. Lebih baik sekarang kita pergi ke XXX agar kita tidak terlambat." ucap Indra
2 jam kemudian meeting selesai Indra langsung pergi menemui Intan. Mungkin bertemu dengannya lebih cepat lebih baik agar semua rasa ingin tahu Indra cepat terjawab.
Sementara Satya kembali ke kantor. Setelah Satya sampai di Kantor dia mengingat perkataan Seyla tentang reaksi mama yang melihat foto Intan.
"Apakah ini ada hubungannya dengan mama?? Apakah mama tahu siapa Intan sebenarnya??" tanya Satya pada dirinya sendiri
Satya langsung mengambil kunci mobil dan keluar dari kantor menuju rumahnya.
30 menit Satya sudah sampai di rumah.
"Di mana istri dan mamaku?" tanya Satya pada salah satu pelayan yang hendak membungkuk menghormatinya
"Nyonya dan Istri anda sedang di dapur tuan" jawab Pelayan itu dengan menunduk
__ADS_1
Satya langsung menuju dapur, lalu senyum terukir dalam bibirnya melihat dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya sedang bercanda tawa begitu juga dengan Susan hanya bisa memasang senyumnya melihat Mama daan Seyla yang lagi bercanda.
"Ehem. Kalian lagi ngapain?." Satya menghampiri mereka
"Hmm Sayang kamu sudah pulang?? Kami lagi pengen masak-masak saja." tanya Seyla menoleh arah suara itu begitu juga mama dan Susan
"Iya sayang. Loh kok masak. kan ada pelayan" jawab Satya
"lagi pengen aja sayang" ucap Seyla
"Apa Indra juga sudah pulang??" tanya Susan
"Indra masih ada urusan. Aku juga hanya sebentar di sini. " jawab Satya
"Mah apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Satya
"Oh tentu nak. Sayang mama tinggal dulu ya." ucap Mama
Satya dan mama pergi dari dapur menuju kamar mama. Mereka duduk berhadapan di sofa yang ada dalam kamar.
"Ada apa?? Sepertinya serius sekali. Apa kamu ada masalah??" tanya Mama
"Apa Mama mengenal Intan?? foto Wanita yang ada dalam ponsel Seyla??" tanya Satya to the point
Mama yang mendengar pertanyaan Satya seketika langsung lemas.
Apakah ini saatnya aku harus mengatakan pada Satya siapa wanita itu?? Apakah persahabatannya dengan Indra akan masih bertahan setelah mengetahui kebenarannya?? Tapi aku sudah pernah mengatakan pada Satya tentang wanita yang ngaku-ngaku hamil anak Papa. Gumam Mama
"Mah...." panggil Satya
"Dia....dialah wanita yang mengaku mengandung anak Papa kamu" jawab Mama
"Apakah dia wanita yang pernah mama ceritakan padaku?" tanya Satya
"Iya sayang. Mama benci dengan wanita itu. Terlebih mama tahu jika ternyata dia bekerja di perusahaan Kakak kamu. Mama tahu itu pasti karena papa kamu. Papa kamu yang mengerjakannya di sana. Dia pasti akan merebut papa dari kita" jawab Mama sudah meneteskan air matanya
__ADS_1
Satya langsung memeluk mama.
"Maafkan Satya yang tidak tahu mama menyimpan rahasia yang pedih ini. Seharusnya Satya menanyakannya pada Mama saat mama menceritakannya pada Satya. Supaya mama bisa berbagi kesedihan dengan Satya. Maafkan Satya Mah" ucap Satya yang ikut sedih melihat mamanya