Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
In room with you


__ADS_3


Nachya pun langsung menutup mulutnya saat melihat jejeran pakaian kurang bahan di dalam lemari.


“Mama Ecca pasti gak tau deh kalo kamu gak suka kalo aku pakai baju kayak gini!” tutur Nachya sambil menutup kembali pintu lemarinya.


Boy langsung bernafas lega mendengar ucapan Nachya barusan. Namun jantungnya kini kembali berdegup kencang saat Nachya berdiri didepan Boy sambil mengarahkan seluruh rambutnya ke sebelah kiri dan memperlihatkan punggung mulus Nachya yang terekspos sempurna.


“Boy, bantuin buka resleting gaun aku dong!” pinta Nachya. “Tangan aku gak sampe ngelepasnya!” lanjutnya lagi membuat Boy menelan ludahnya kasar.


“I-i-ya, Nach!” jawab Boy terbata-bata.


Perlahan tangannya tergerak memegang ujung resleting gaun Nachya. Namun saking gemetarnya, tangan Boy justru terdiam dan tidak bergerak sama sekali.


“Boy! Lama banget sih!” protes Nachya. “Aku udah 9erah nih pingin cepet-cepet mandi!” lanjutnya lagi.


“Iya Nachya!”


“Ini juga aku lagi mau buka pengaitnya dulu!” jawab Boy.


Boy akhirnya berhasil melepaskan gaun Nachya dan langsung berbalik membelakangi istrinya. Kini hawa panas bercampur dengan hawa dingin sedang menyerbu tubuhnya saat melihat punggung Nachya yang begitu lembut bak porselen.


Sedangkan Nachya sendiri dengan santainya melepas gaunnya begitu saja dan hanya menyisakan t4nktop dan h0t pants yang melekat di tubuhnya. Tidak hanya itu, Nachya melewati Boy yang sedang membelakanginya dan tentunya membuat wajah Boy merah padam.


“Boy, makasih banyak yaa! Sekarang aku mau mandi dulu!” ucap Nachya sambil berlenggak lenggok melewati Boy dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Nachya masuk ke dalam kamar mandi, Boy mengusap wajah nya kasar dan mencari air mineral di dalam kulkas. Satu botol air mineral di tangannya pun kini langsung habis tidak tersisa.


“Oh My God! Tenangkan dirimu, Boy!” gumam Boy yang mulai menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


Setengah jam terlewati, Boy sudah bisa menguasai perasaan nya yang sedari tadi campur aduk tidak karuan. Namun tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.


Dan jantung Boy kembali bertalu-talu saat melihat Nachya keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk yang ukurannya jauh dari kata pas, alias kekecilan.


“Ya Ampuuun Nachyaaa. Emang di kamar mandi gak ada bathrobe ya?” tanya Boy yang harus kembali tahan nafas melihat Nachya yang terus saja meruntuhkan pertahanannya.


“Gak ada Boy!” jawab Nachya singkat sambil membuka lemari dan memilih baju di dalamnya.


“Duuh, mama nih gak naruh baju lain selain baju ini! Gimana dong?” tanya Nachya meminta pendapat sama Boy.

__ADS_1


“Kamu pakai aja, nanti aku akan telfon layanan kamar untuk kirim baju untuk kita!” jawab Boy yang bergegas meninggalkan Nachya dan masuk ke kamar mandi.


“Tapi Boy...”


Belum sempat Nachya melanjutkan kalimatnya, Boy sudah menutup pintu kamar mandi karena sudah tidak bisa menahan hasr4tnya yang begitu menggebu hanya karena melihat Nachya yang hampir setengah t3l4nj4ng.


“Yaah, Boy udah masuk ke kamar mandi. Padahal aku mau bilang kalo Mama Ecca tidak menyiapkan dalaman juga untuk aku pakai!”


Akhirnya Nachya langsung mengenakan pakaian yang super duper tipis yang disiapkan mama Ecca di lemari. Kali ini Nachya memilih yang berwarna hitam.


Setelah itu Nachya duduk di depan meja rias dan segera mengeringkan rambutnya. Setelah itu ia naik ke atas tempat tidur dan menyembunyikan tubuhnya di balik selimut karena rasa kantuk mulai menderanya.


Sedangkan Boy yang sudah membersihkan tubuhnya, kini keluar dari kamar mandi dengan mengenakan boxernya. Senyumnya langsung merekah saat mendapati Nachya sudah terlelap dalam tidurnya.


Perlahan Boy menuju ke tempat tidur dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Nachya. Kini Boy terus saja memandangi wajah cantik Nachya yang sedang terlelap.


‘Aku adalah pria yang sangat beruntung karena bisa memilikimu, Nachya!’


‘Cantik, imut, menggemaskan, mandiri, cerdas, dan banyak lagi nilai plus yang begitu melekat dalam dirimu! Ah, rasanya memang seperti mimpi yang begitu mendebarkan!’


Perlahan Boy mengikis jarak mereka berdua dan mulai mengabsen wajah Nachya dengan sangat lembut. Namun tiba-tiba tangan Nachya bergerak pelan dan memeluk tubuh Boy seperti memeluk guling.


‘Tenang Boy! Kamu harus tenang! Bukankah Nachya saat ini sudah sah mencari istrimu!’ batin Boy bermonolog.


Boy kembali mengatur nafasnya dan memberanikan dirinya untuk membalas pelukan Nachya. Lama kelamaan Boy pun ikut terlelap menyusul Nachya dan kini keduanya sama-sama terbuai dalam mimpi.


☘️☘️☘️


Setelah tertidur cukup lama, Nachya pun mulai mengerjapkan matanya saat perutnya mulai terasa lapar. Betapa terkejutnya ia saat membuka matanya dan mendapati Boy sedang tertidur sambil memeluknya.


“Boy!” gumam Nachya lirih tanpa mengendurkan pelukannya sedikit pun.


“Ya Ampuuun, aku gak nyangka deh ternyata kita sekarang udah jadi suami istri!” lanjut Nachya sambil mencubit pipi Boy dengan gemas.


“Awh, sakit Nachya!” gerutu Boy yang harus terbangun karena ulah Nachya barusan.


“Aku kan nyubitnya pelan, masa sakit sih Boy?”


“Lebay deh kamu!” balas Nachya membuat Boy semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Pelukan Boy kali ini membuat Nachya merasakan sedikit ada yang aneh sedang bergerak di bawah sana. Karena merasa sedikit janggal tangan Nachya pun tergerak ke bawah dan tanpa sengaja menyentuh milik Boy.


“Ya Ampun Boy! Barusan itu apa?” tanya Nachya sangat terkejut.


Boy yang juga terkejut saat senjatanya disentuh oleh Nachya pun mulai iseng menggoda istrinya.


“Senjata aku buat bikin baby sama kamu!” bisik Boy membuat tubuh Nachya seketika meremang.


“Iiiiiih Boy! Kamu m35um banget sih!” gerutu Nachya sambil mendorong tubuh Boy agar menjauh darinya.


“Gak masalah kali kalo m35um sama istri sendiri!” balas Boy yang semakin mengikis jarak mereka berdua.


Nachya pun perlahan menjauh dari Boy sedangkan Boy terus saja mendekat ke arah Nachya.


“Jangan bergerak Nachya, nanti kamu jatuh!” ucap Boy.


“Yaa kamu jangan deket-deket dong Boy! Nanti aku jadi susah napas!” balas Nachya membuat Boy terkekeh geli.


“Kamu gak sadar ya kalo dari tadi udah bikin aku susah napas, Nach!” timpal Boy sambil menoel hidung Nachya.


Tiba-tiba perut Nachya berbunyi cukup keras seperti memberi kode bahwa perutnya harus segera diisi.


“Laper ya?” tanya Boy yang tentunya langsung diangguki oleh Nachya.


“Aku akan pesan makanan untuk kita, dan setelah itu kita bikin baby ya!” tawar Boy yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Nachya.


 “Jangan malam ini ya Boy!”


“Kenapa Nachya?”


“Aku kayaknya belum siap deh! Masa’ iya nanti baby kita sama baby Mama Ecca seumuran!” lanjut Nachya.


“Oooh, kalo gitu kita bikin babynya setelah lulus kuliah aja deh, gimana?” tawar Boy kemudian.


“Setuju banget Boy!”


“Tapi latihannya habis makan ya!” lanjut Boy lagi sambil menyibakkan selimutnya dan segera meminta layanan kamar untuk mengirim makanan untuk mereka.


Sedangkan Nachya langsung membelalakkan matanya dengan sempurna saat Boy mengatakan setelah makan mereka akan memulai latihannya.

__ADS_1


 


__ADS_2