
Tepat jam 10 pagi, Nachya meninggalkan rumah bersama dengan Ruby. Boy yang sedang mengerjakan tugasnya hanya melihat dari balkon kamarnya.
Namun konsentrasinya langsung buyar saat mengetahui jika di dalam mobil Ruby ternyata ada seorang laki-laki yang duduk di tempat kemudi mobil.
“Loh, Nachya ternyata gak pergi berdua sama Ruby?” gumam Boy yang langsung mengetikkan pesan ke nomor ponsel Nachya.
✉️ Boy
Nachya! Kamu pergi sama siapa aja? Bukan sama Ruby doang kan?
✉️ Nachya
Iya, ini aku pergi sama pacarnya Ruby.
Nachya yang kini duduk di bangku belakang kembali menyimpan ponselnya ke dalam tas.
“Nach, kenalin pacar aku, namanya Ken!” ucap Ruby memperkenalkan Ken kepada Nachya.
“Hai Nachya!” sapa Ken.
“Hai juga Ken, sekolah dimana?” sapa Nachya balik.
“Udah kuliah, Nach!” balas Ken yang mulai menjalankan mobilnya. “Kamu sendirian aja nih?” tanya Ken lagi.
“Dia masih jomblo sayang!” timpal Ruby. “Tapi tenang aja Nach, sampai di Mall nanti, kamu gak akan sendiri karena aku udah siapin surprise buat kamu!”
“Surprise?!!” tanya Nachya sambil mengerutkan dahinya.
“Yup, dan dijamin kamu bakal seneng deh sama surprize dari aku!” lanjut Ruby lagi.
Nachya hanya mengedikkan bahunya mendengar ucapan Ruby barusan. ‘Surprise apa ya?’ gumam Nachya dalam hati.
Selama perjalanan menuju Mall, Nachya tidak dijadikan sebagai obat nyamuk oleh sahabatnya. Ruby dan Ken tetap mengajaknya mengobrol dan tidak mengacuhkan Nachya sama sekali.
Ken sedikit penasaran dengan Nachya yang masih menjomblo sampai saat ini. Dengan santai Nachya menjawab jika dia memang belum tertarik untuk pacaran. Sedangkan Ruby langsung menimpali jika papa dan mamanya Nachya yang tidak memperbolehkan Nachya berpacaran. Mereka terus saja mengobrol sampai mereka tiba di Mall.
“Kalian masuk aja dulu ke food court, nanti aku nyusul!” titah Ken.
“Oke sayang!” jawab Ruby yang langsung menggandeng tangan Nachya.
Keduanya pun langsung masuk ke dalam Mall sedangkan Ken masih harus memarkirkan mobilnya.
“Kamu mau kasih surprise apa sih?” tanya Nachya yang sudah sangat penasaran.
__ADS_1
Bukannya menjawab, Ruby justru menunjuk ke arah pria yang berdiri tidak jauh dari eskalator. “Tuh, ternyata orangnya udah nunggu di situ!”
“Siapa sih?” gumam Nachya yang langsung mendekat ke arah pria yang ditunjuk oleh Ruby.
“Surprise!” ucap pria tadi sambil berbalik dan merentangkan tangannya di depan Nachya.
“Tristaaan!” teriak Nachya tidak percaya dengan kehadiran sahabat kecilnya itu.
Tristan, Ruby dan Nachya memang bersahabat sejak mereka duduk di taman kanak-kanak. Mereka bertiga selalu bersekolah di tempat yang sama sampai dibangku SMP. Dan setelah itu, Tristan harus melanjutkan sekolahnya di Ausie karena tugas papanya.
“Kapan kamu dateng? Kenapa gak bilang-bilang sih sama aku? Kamu udah lupa ya sama aku?” serang Nachya bertubi-tubi sambil menepuk lengan sahabatnya itu.
“Sengaja dia, Nach! Gak bolehin aku buat kasih tau ke kamu. Katanya biar surprize!” timpal Ruby.
“Kamu ternyata masih cerewet aja kayak dulu!” ucap Tristan sambil memeluk Nachya.
Namun dengan sigap Ruby menarik Nachya agar tidak masuk dalam pelukan Tristan.
“Heh! Jangan asal peluk anak orang!” tegur Ruby.
“Aku tadi bilangnya sama tante Ecca kalo kita gak pergi sama cowok!” lanjutnya lagi sambil menarik tangan Nachya menaiki eskalator.
“Loh tapi kan Tante Ecca kenal sama aku, By!” protes Tristan yang sudah sangat merindukan Nachya.
“Nanti bilang aja sama Tante Ecca kalo kita gak sengaja ketemu di sini. Iya kan, Nach?” tanya Tristan meminta persetujuan Nachya.
“Mama mana mungkin percaya gituh aja. Yang ada besok gak dibolehin lagi main keluar sama Ruby!” lanjut Nachya.
“Hemm, yaudah deh!” balas Tristan pasrah. “Eh, iya. Boy mana Boy? Kangen deh ribut sama abang kamu itu!”
“Pas dia sekolah di Ausie, selalu aja ribut kalo ketemu aku!” timpal Tristan lagi.
“Emang ngeributin apa sih?” tanya Nachya. “Dari dulu susah banget akurnya!”
“Dia di sekolah jutek banget, Nach! Dingin kek es batu. Apalagi sama cewek! Untungnya masih punya temen loh tuh anak!” jawab Tristan.
“Ya emang gitu sih! Waktu di Ausie juga sama sekali gak pernah kasih kabar ke aku!” timpal Nachya. “Awal ketemu juga ribut terus sama aku. Tapi sekarang udah enggak lagi!”
Tristan langsung terkekeh mendengar cerita Nachya. “Abang sama adek beda jauh pokoknya. Abangnya jutek, kalo adeknya nggemesin banget!”
“Kamu makin gede makin cantik aja sih!” puji Tristan.
“Kita foto dulu yuk!” ajak Tristan.
__ADS_1
Nachya pun menurut dan Tristan mengajak Nachya foto di depan cermin.
“Lah, aku gak diajakin foto bareng?” tanya Ruby kesal.
“Kamu nanti aku fotoin bareng pacar kamu!” balas Tristan.
Dengan menggerutu, Ruby pun menarik tangan Ken untuk meninggalkan mereka berdua dan langsung menuju ke food court.
Di sisi lain, Boy yang tidak sengaja melihat postingan foto Nachya bersama Tristan di akun Tristan langsung mengepalkan tangannya geram.
“Jadi anak ini udah balik ke Indonesia!” gerutu Boy yang langsung menutup laptopnya. Tanpa pikir panjang, Boy pun menyambar jaket dan kunci motornya.
Saat keluar dari kamarnya, tampak tante Amel, mamanya Tristan yang juga sahabat dari Mama Ecca datang berkunjung ke rumahnya dengan suaminya.
“Nah itu dia Boy!” ucap Mama Ecca sambil menunjuk ke arah Boy yang baru saja keluar dari kamar.
“Hai Boy!” sapa tante Amel sambil melambaikan tangannya.
“Hai Tante!” jawab Boy sambil menuruni anak tangga dan kemudian menyalami tante Amel dan juga suaminya.
“Akhirnya tante nyusul kamu loh balik ke Indonesia. Kebetulan tugas om juga udah selesai di Ausie!” lanjut Tante Amel.
Boy duduk sejenak menemani tamu mamanya sebelum berpamitan menyusul Nachya ke Mall.
“Tante Amel ini baik banget sama Boy, Ma. Dulu sering banget bikinin bekal sekolah yang dititipin sama Tristan!” ucap Boy.
“Makasih banyak ya, Mel. Udah perhatian sama Boy waktu di Ausie!” ucap Mama Ecca.
“Sama-sama, Ca. Santai aja lagi. Boy juga kan udah kayak anak aku sendiri!” timpal Tante Amel.
“Tadinya Boy juga kita minta tinggal di apartemen bareng kita dari pada di kost. Cuma ya itu, Boy sama Tristan suka banget ribut! Boy juga lebih seneng tinggal sendiri di kost!” lanjut tante Amel.
“Oh, Iya. Tristan mana? Kok gak ikut?” tanya Mama Ecca. “Biasanya dulu paling suka kalo diajak main kesini!” lanjut Mama Ecca yang hafal betul dengan sahabat Nachya yang satu ini.
“Lagi hang out dia. Katanya mau ketemu sama pujaan hati!” jawab Tante Amel membuat hati Boy langsung terasa panas.
“Oh iya, Ma. Boy pamit pergi keluar dulu ya. Ada urusan penting nih!” pamit Boy yang kemudian menyalami tangan mama Ecca dan yang lainnya.
“Hati-hati ya Boy!”
... 💕💕💕...
__ADS_1