Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Kita Putus, Boy!


__ADS_3

Setelah kepergian Boy, Mama Ecca langsung memukul lengan suaminya dengan kesal.


“Maksud sayang apa sih tadi ngomong kayak gitu? Boy itu kan tetap anak kita!” ucap Mama Ecca.


“Itu dulu, tapi sekarang sudah beda sayang!” timpal papa Belva.


“Boy gak bisa nikah sama Nachya kalo dia masih tetap jadi anak kita!” lanjutnya lagi membuat Mama Ecca paham ke mana arah tujuan ucapan suaminya kali ini.


“Tapi Nachya gak akan nikah secepat ini kan?” tanya Mama Ecca.


“Ya enggak dong, sayang. Itu juga kita masih harus menilai bagaimana Boy berjuang untuk mendapatkan Nachya.”


“Kalau memang ada yang lebih baik dari Boy untuk Nachya nantinya, ya kenapa enggak!” timpal Papa Belva.


Tak lama kemudian Nachya keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga, membuat Mama Ecca dan juga Papa Belva tidak lagi membahas tentang Boy. Kedatangan Nachya di ruang makan membuat Papa Belva dan juga Mama Ecca memperlihatkan rasa bangga mereka atas pencapaian Nachya.


Kini apa yang diharapkan Nachya pun terwujud. Ia telah berhasil membuat kedua orang tuanya bangga terhadap apa yang sudah ia capai. Namun, tiba-tiba ia menanyakan sesuatu tentang hubungannya dengan Boy.


“Terus papa sama mama tahu kan kalo Nachya udah pacaran sama Boy. Papa sama mama sudah setuju kan?” tanya Nachya membuat papa dan mamanya kini saling melempar pandang.


“Emm, boleh-boleh saja sih. Tapi papa dan mama punya aturan ketat selama kalian pacaran. 9imana?!” tawar Papa Belva yang langsung diangguki oleh Nachya antusias.


“Siap Papa!” jawab Nachya sambil mengacungkan jempolnya.


“Yaudah, nanti kita bicarakan sama Boy selepas pulang kuliah sebelum ke Mansion Uti sama Akung ya!” ucap Mama Ecca yang menunda kepergian mereka untuk menyelesaikan masalah anak-anaknya terlebih dahulu.


...💕💕💕...


PERATURAN SELAMA PACARAN


1.     Hanya diperbolehkan pegangan tangan dan batasnya sampai pergelangan tangan, TIDAK LEBIH!


2.     Boleh pegang pipi dan mengusap kepala tapi tidak boleh lebih dari 5 detik.


3.     Dilarang berpelukan atau saling menggelendot manja.


4.     Dilarang cium-ciuman apalagi sampai menjorok ke hal-hal yang menyebabkan Nachya hamil di luar nikah!


5.     Jarak duduk paling dekat minimal 30cm.


6.     Dilarang duduk saling menyandar dan dilarang meletakkan kepala di pangkuan pasangan.

__ADS_1


7.     Apabila berboncengan, di tengah kalian harus ada tas punggung sebagai pembatas.


8.     Apabila melanggar, maka akan ada hukuman di setiap pelanggaran yang kalian berdua lakukan.


Peraturan ini telah disetujui oleh :


-        Belva Quiero


-        Rebecca Marley Swan


-        Boy Marley Swan


-        Bryonnachya Quiero


Boy yang baru saja pulang kuliah langsung menelan ludahnya kasar mendapati peraturan Papa Belva yang sangat ketat untuknya. Tidak hanya Boy yang merasa keberatan, Nachya pun langsung protes dengan isi peraturan yang dibuat oleh kedua orang tuanya.


“Papa bikin peraturan kejam banget!” gerutu Nachya kesal sambil meletakkan peraturan yang baru ia baca di atas meja.


“Loh, memang sejak dulu peraturan di keluarga kita seperti ini, sayang!” timpal Papa Belva.


“Saya setuju, Pak Belva!” ucap Boy yang sudah siap untuk tanda tangan di atas namanya yang tertera.


“Hah?! Pak Belva?” tanya Nachya yang sedikit asing dengan panggilan Boy kali ini.


“Heh, siapa yang bolehin kamu panggil-panggil sayang anak saya?!” hardik Papa Belva yang melihat Boy terdengar begitu romantis dengan putri kesayangannya.


“Udahlah, Bee!” Mama Ecca langsung mengusap lengan suaminya. “Kalo cuma manggil sayang gak jadi masalah kan?” timpal Mama Ecca membuat Nachya semakin bingung.


“Ini sebenernya ada apa sih jadi pada aneh begini?” tanya Nachya membuat Papa Belva menghela nafasnya panjang.


Tadi ia sudah menjelaskan panjang lebar dengan istrinya dan kini harus kembali menjelaskan kepada Nachya yang lebih polos dari istrinya dulu.


“Mama atau Boy yang mau jelasin ke Nachya?” tanya Papa Belva dan mama Ecca langsung angkat bicara.


“Nachya sayang, saat ini status Boy bukan lagi anak Papa, melainkan asisten dan bawahan Papa yang harus berjuang untuk memantaskan dirinya bersanding sama kamu!” jelas Mama Ecca secara singkat, padat, dan jelas.


“Mulai besok, Boy juga tidak lagi tinggal di sini dan akan tinggal di firma sampai Boy bisa beli rumah buat kalian berdua!” lanjut Mama Ecca yang mulai keluar jiwa materialistisnya.


“Papa tadi gak bilang kayak gituh loh sayang!” bisik Papa Belva di telinga istrinya.


“Sssttt! Diem ajah!” bisik Mama Ecca sambil mencubit pinggang Papa Belva.

__ADS_1


Nachya kini mulai paham maksud pembicaraan kedua orang tuanya yang memang sudah menyetujui hubungannya dengan Boy. Tapi bukan Nachya namanya kalau dia tidak berulah kali ini.


Nachya merebut kertas peraturan yang hendak ditandatangani oleh Boy dan mengembalikannya kembali kepada papa Belva dan juga Mama Ecca.


“Boy, kita putus saja ya!” ucap Nachya membuat semuanya terkejut tanpa terkecuali.


“Ternyata pacaran sama kamu itu gak enak!” lanjutnya lagi.


“Aku udah biasa ngelendot manja sama kamu, kalo pacaran bikin aku gak bisa manja-manjaan sama kamu ya mending kita putus aja! Yang penting setelah lulus kuliah kita nikah!” jelas Nachya yang tidak mau ribet dengan peraturan dari papa dan mamanya.


Kini Papa Belva dan Mama Ecca hanya bisa melongo mendengar keputusan Nachya yang menurutnya sangat out of the box dan tidak terduga.


“Jadi, Boy tetap bisa tinggal di sini jadi tetangga kamar Nachya.” Lanjutnya lagi membuat Papa Belva kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Iya kan, Boy?” tanya Nachya yang sudah siap untuk menggelendot manja dengan Boy.


Boy kini menghela nafasnya panjang. Kali ini ujian untuknya dimulai terlebih saat Papa Belva mulai menatap tajam ke arahnya saat Nachya hendak menggelendot manja.


“Emm, Nachya. Kamu tetap jadi pacar aku, ya!” ucap Boy yang sudah mulai horor dengan tatapan papa Belva yang kini berubah status menjadi atasannya.


Nachya langsung manyun mendengar ucapan Boy kali ini. “Ck, kamu ini cowok apaan sih Boy!” gerutu Nachya kesal.


“Udah diputusin masih aja mau pacaran! Gak enak Boy pacaran sama aku!” lanjut Nachya lagi.


“Pokoknya aku mau putus sama kamu!” kukuh Nachya membuat Papa Belva mau tidak mau harus mengeluarkan ancamannya.


“Kalau kalian putus, Papa anggap Boy memang bukan lelaki terbaik untuk Nachya dan nantinya kalian tidak akan bisa menikah!” ancam Papa Belva yang langsung mendapat ciuman mesra dari Mama Ecca.


“Duuh, suamiku ini memang yang terbaik!” puji Mama Ecca membuat hati Papa Belva tentunya sangat berbunga-bunga.


Kali ini Nachya sudah kalah telak. Mau tidak mau ia harus ikut menandatangani peraturan dari Papa Belva yang menurutnya sangat konyol.


“Ck, papa sama mama ini apa-apaan sih!” gerutu Nachya sambil siap siap menandatangani surat perjanjian yang berisikan peraturan pacaran.


“Ini mah namanya bukan pacaran pa, tapi penyiksaan sebelum menikah!”


Papa Belva dan Mama Ecca hanya tertawa penuh kemenangan melihat Nachya yang sudah siap untuk tanda tangan.


“Eh, tunggu...” Nachya menahan tangannya untuk tidak menandatangani surat perjanjian tersebut.


“Boy, gimana kalo kita langsung nikah aja?” tanya Nachya membuat tawa Papa Belva dan Mama Ecca berhenti seketika. “Jadi kita bebas kan dengan semua peraturan ini!”

__ADS_1


...💕💕💕...



__ADS_2