Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Pagi Menyebalkan


__ADS_3

Keesokan harinya, Bunga sudah menunggu Boy di teras rumah karena ingin pergi ke kampus bersama. Sedangkan Nachya yang mengetahui Bunga sudah menunggu Boy langsung menekuk wajahnya sambil menikmati sarapannya.


“Bunga sudah nungguin itu di luar! Kata mamanya, hari ini Bunga ikut mobil Boy karena hari pertama kuliah!” ucap Mama Ecca.


Boy pun hanya menjawab dengan deheman karena ia juga enggan jika harus satu mobil dengan Bunga. Sedangkan Nachya yang mendengar ucapan mamanya langsung membuah nafasnya kasar.


“Oh iya Nachya, hari ini papa sama mama yang jemput yaa!” ucap Mama Ecca mengingat Boy belum tahu pulang kuliah jam berapa.


“Iya, Ma!” balas Nachya.


“Mungkin mulai besok aku anter kamu pakai motor aja Nach, biar mobil kamu dipake sama mama ya!” tukas Boy membuat Nachya semakin kesal mendengarnya.


‘Nah, kalo Boy naik motor nganterin aku ke sekolah, nanti pulangnya Boy bakal boncengan dong sama ondel-ondel!’ gerutu Nachya dalam hati.


‘Duh, aku jelas makin gak rela! Tapi kalo naik mobil, ondel-ondel juga nemplok terus sama Boy dari sekolah aku ke kampus. Udah begitu, pulang kuliah mereka pasti berdua-duaan!’


‘Gimana ya? Ayo dong otak jeniusku. Berfikirlah dengan baik!’


Saat pikiran dan hati Nachya berkecamuk, Mama Ecca pun menyetujui apa yang baru saja dikatakan oleh Boy.


“Gituh juga boleh!” timpal Mama Ecca. “Takutnya papa ada meeting dan Nachya sudah waktunya pulang sekolah kan?”


“Jangan ma!” tolak Nachya.


“Loh, kenapa?” tanya papa Belva dan Mama Ecca beriringan.


“Emm...” suara Nachya tercekat karena tidak mempunyai alasan dari penolakannya barusan.


“Udah gak usah banyak amm emm amm emm gak jelas gituh. Yuk buruan berangkat!” ajak Boy menepuk bahu Nachya. “Ntar terlambat lagi!”


Boy langsung mencium tangan papa Belva dan Mama Ecca bergantian. Nachya pun juga menyalami tangan papa mamanya dan segera mengikuti langkah Boy yang keluar dari rumahnya.


Senyum Bunga pun langsung merekah melihat Boy yang bersiap memakai sepatunya. Tampilan Boy kali ini memang terlihat sangat tampan.



Ini yang membuat Nachya tidak rela jika Boy harus ke kampus bersama Bunga. Karena menurut Nachya, harusnya dia yang cocok pergi ke kampus bersama Boy. Sayangnya Nachya kini masih harus duduk di bangku SMA.


Sedangkan Boy sedikit heran dengan penampilan Bunga kali ini yang sudah tidak lagi mengenakan make up yang tebal seperti kemarin.

__ADS_1



‘Kayaknya saran Nachya kemarin diikutin itu sama ondel-ondel!’ gumam Boy dalam hati sambil memperhatikan Bunga sekilas.


Nachya yang mendapati Boy memandang ke arah Bunga meski hanya sekilas pun langsung menepuk punggung Boy dengan keras.


Plak!!!


“Jangan kelamaan!” hardik Nachya kesal. “Buruan ambil mobilnya!” lanjutnya lagi yang langsung menuju ke gerbang untuk membuka pagar.



Bunga pun mengikuti langkah Nachya ke arah gerbang dan menunggu di sana.


“Menurut kamu bagaimana penampilan aku, dek!” tanya Bunga yang mulai memanggil Nachya dengan sebutan ‘adek’.


“Nah, kalo gini kan Kak Bunga cantiknya natural!” balas Nachya.


“Thanks yaa. Aku ikutin saran kamu loh biar Boy sedikit ngelirik aku. Eh, ternyata saran kamu beneran jitu, dek!”


“Tadi kamu lihat kan kalo Boy curi-curi pandang ke arah aku?” timpal Bunga membuat Nachya memaksakan untuk tersenyum.


“He, iya kak!” balas Bunga singkat.


“Awas ya! Ngelirik ke belakang, aku cungkil mata kamu pakai pensil gambar!” ancam Nachya berbisik ke arah Boy.


Boy langsung tersenyum mendengarkan ancaman Nachya.


Bunga yang melihat Boy tersenyum saat ia memasuki mobil pun langsung merasa sangat berbunga-bunga. Ia fikir, Boy tersenyum karenanya.


‘Ya Ampun, aku jadi deg-degan gini sih liat senyum Boy kali ini!’ gumam Bunga dalam hati. ‘Pesonanya Boy bener-bener bikin hati aku meleleh!’


‘Ternyata Boy bener-bener suka aku yang natural kayak gini!’ batin Bunga lagi sambil menutup pintu mobil.


Sepanjang perjalanan, Bunga pun terus mencuri pandang ke arah Boy lewat kaca spion. Bahkan bisa dikatakan kali ini Bunga sangat puas memandangi paras Boy lewat kaca spion yang terlihat begitu jelas.


Nachya yang mendapati Bunga terus saja mengulum senyum di kursi belakang pun langsung melirik sinis ke arah Boy.


“Awas ya! Kalo berani macem-macem bakal aku laporin ke papa sama mama!” gumam Nachya pelan agar tidak terdengar oleh Bunga.

__ADS_1


“Kak Bunga!” panggil Nachya membuyarkan lamunan Bunga akan Boy.


“Iya dek, ada apa?” balas Bunga membuat Boy menahan tawanya mendengar Bunga memanggil Nachya dengan sebutan ‘dek’.


“Nantinya kakak ke kampus naik motor kan?” tanya Nachya. “Soalnya kan besok Boy mau bawa motor ke kampus dan sebelumnya harus anter aku ke sekolah dulu!”


Ucapan Nachya barusan membuat Bunga merasa sedikit kecewa. Sungguh, ia sama sekali tidak ingin pergi ke kampus sendiri. Bahkan ia ingin mengenalkan semua penduduk kampus jika Boy adalah miliknya meski kenyataannya tidak.


“Loh, memang mobilnya kenapa, dek?” tanya Bunga lagi.


“Mau dipake sama mama!” balas Nachya singkat.


“Oooh, gituh. Tapi kata tante Ecca tadi mulai besok kamu akan diantar jemput sama mama kamu!” timpal Bunga.


“Jadi aku bisa dong nebeng naik motor Boy!” lanjut Bunga lagi yang langsung membuat hati Nachya berkobar-kobar tersulut api cemburu.


‘Mama ini! Kenapa Jadi ngeselin gini sih ngebolehin Boy boncengan sama ondel-ondel!’ gerutu Nachya dalam hati.


“Tapi aku tetap harus anter Nachya ke sekolah tiap hari karena kemarin aku kalah taruhan sama dia!” timpal Boy dengan santai membuat wajah Nachya yang tadinya menggerutu langsung merekahkan senyumannya.


‘Aku makin cinta deh sama kamu, Boy! Good answer!’ batin Nachya sambil melirik ke arah Boy.


“Taruhan apa emangnya?” tanya Bunga penasaran.


“Ck, ada deh kaak!” jawab Nachya.


Boy yang melihat senyum Nachya langsung merasa begitu lega. Entah kenapa sikap dingin Nachya sejak sarapan tadi membuat Boy kehilangan semangatnya di hari pertamanya kuliah. Namun sekarang semangatnya sudah kembali lagi melihat senyum Nachya yang merekah.


‘Nah, senyum kayak begitu dari tadi, napa? Kan aku yang liat jadi makin semangat. Semangat Kuliah biar sukses dan pantas untuk bersanding sama kamu nantinya!’ gumam Boy dalam hati.


Tak lama kemudian mereka sampai di sekolah Nachya. Saat Nachya bersiap-siap keluar dari mobil, Bunga pun juga cepat-cepat keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Nachya. Sikap Bunga kali ini membuat Boy dan Nachya sama-sama tertegun.


“Besok lagi gak perlu bukain pintu kayak gini, kak. Aku bisa sendiri kok!” ucap Nachya membuat Bunga menyunggingkan senyumnya.


“Aku kan juga mau pindah duduk di samping, Boy!” balas Bunga.


“Hah?!” pekik Nachya kembali kesal.


Terlebih saat Bunga dengan PDnya masuk ke dalam mobil menggantikan posisi Nachya dan segera menutup pintu mobilnya.  

__ADS_1


💕💕💕



__ADS_2