
Jam 8 malam, Boy yang baru selesai membantu Mr Kevin pun langsung mengirimkan pesan untuk Nachya jika ia akan bersiap untuk pulang. Sedangkan saat ini Nachya sedang menata kamar mereka dengan tatanan bunga segar dan aromatherapy di sudut kamar mereka.
Tidak hanya itu, Nachya juga sudah menyiapkan susu jahe hangat buatannya sendiri untuk menyambut kedatangan suaminya kali ini. Tak lama kemudian terdengar suara deru mobil berhenti di depan rumah membuat senyum Nachya langsung merekah sempurna.
Nachya pun memakai jaket panjangnya dan bergegas turun ke bawah untuk membukakan pintu untuk Boy. Saat pintu mulai terbuka, Boy yang tampak sangat lelah kini sudah berdiri di depan pintu sambil menenteng jas kerjanya dan juga tasnya.
Dengan cepat Nachya pun membawakan tas kerja Boy dan juga jasnya masuk ke dalam. Mendapat sambutan hangat dari Nachya membuat rasa lelah yang Boy rasa pun hilang seketika. Terlebih saat bau harum di tubuh istrinya mulai terhidu di penciuman Boy.
“Aku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi, sayang!” ucap Nachya.
Boy langsung merengkuh tubuh istrinya dalam pelukannya dan mencium pipi Nachya dengan sangat mesra. “Terima kasih banyak Nyonya Boy. Kamu benar-benar membuat rasa lelahku hilang seketika!”
“Sama-sama sayang,” balas Nachya sambil menaiki anak tangga bersama Boy.
Sesampainya di kamar, Boy dibuat terkejut lagi oleh Nachya. Aroma di kamar membuat rasa pusing di kepalanya sirna. Apalagi tatanan kamar yang sengaja dibuat romantis oleh Nachya membuat Boy jadi tidak ingin membersihkan tubuhnya, melainkan langsung meluahkan kerinduannya yang tertahan beberapa hari ini.
Perlahan Nachya melepaskan dirinya dari pelukan Boy dan mendorong tubuh suaminya untuk duduk di sofa. Setelah itu Nachya mengambilkan minuman hangat yang sudah ia siapkan untuk Boy. Kali ini Boy merasakan begitu dimanjakan oleh istrinya, terlebih saat tangan Nachya mulai memijit bahu dan punggungnya.
“Aku fikir akan merasakan surga saat nanti sudah meninggal dunia, sayang.”
“Ternyata di dunia saja aku bisa merasakan kenikmatan surga yang sangat luar biasa. Ditemani bidadari yang sangat cantik jelita dan begitu perhatian!”
“Kau benar-benar istri yang hebat princess Nachyaku sayang!” puji Boy sambil mengusap dagu Nachya yang kini berdiri di belakangnya.
“Bagaimana susu jahe buatanku, Boy?” tanya Nachya.
“Sangat lezat, sayang. Tapi tetap saja rasanya masih kalah dengan milikmu yang asli!” jawab Boy sambil mengedipkan matanya dengan nakal ke arah Nachya.
__ADS_1
“Diiih, lagi capek masih bisa aja ngegombal!” gerutu Nachya sambil memijit bahu Boy.
“Bukan ngegombal istriku sayang. Aku hanya bicara dengan jujur. Bukankah kau bilang jika aku sudah tidak boleh berbohong lagi?” balas Boy yang kemudian menarik tangan Nachya untuk berpindah duduk di dekatnya.
“Kalau begitu, ceritakan apa yang sedang terjadi di kantor. Boy yang aku kenal biasanya tidak pernah pulang dengan wajah kusut seberat apapun masalahnya.”
Tangan Nachya mulai melepaskan dasi yang dikenakan oleh Boy dan melepaskan kancingnya satu per satu.
“Aku yakin, pasti bukan tuntutan pekerjaan bukan yang membuatmu seperti ini,” lanjut Nachya lagi seolah sangat paham apa yang saat ini sedang dialami oleh Boy.
“Nachya sayang, aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan sedikit pun darimu! Kau benar-benar sangat memahami apa yang terjadi denganku saat ini!”
“Memang bukan masalah pekerjaan, melainkan aku ditugaskan ke perusahaan Mr Kevin yang ada di Birmingham!” jelas Boy dengan sedikit lesu.
“Lalu masalahnya?”
“Selepas kuliah aku akan langsung ke Birmingham dan kemungkinan akan pulang jam 8 sampai di rumah. Masalahnya adalah aku tidak bisa mengantar jemput istriku untuk beberapa waktu ke depan!” jelas Boy sambil memijit kepalanya yang sedikit terasa pusing.
“Sebenarnya aku juga ada tugas di Birmingham. Kau tahu Boy, tugas maket kemarin memperoleh nilai tertinggi dari kampus dan langsung dikirimkan ke Mr Ozzie.”
“Ternyata saat ia membaca profil milikku, Mr Ozzie langsung mengajak kampus untuk bekerja sama dan memintaku sebagai asistennya di proyek yang aka ia buat.”
Penjelasan Nachya kali ini membuat Boy mengerutkan dahinya,”Apa nama proyek yang akan kau tangani dengan Ozzie itu Mall besar di Birmingham?” tanya Boy yang langsung diangguki oleh Nachya.
Boy pun langsung bangun dan menarik tengkuk Nachya sambil mendaratkan bibirnya ke bibir istrinya. Semangatnya langsung kembali seperti semula sebelum ia mendapatkan tugas dari Mr Kevin tentang keberangkatannya ke Birmingham.
Sedangkan Nachya yang mendapat serangan mendadak dari Boy sedikit kewalahan mengimbangi pa9utan dari Boy. Nachya pun sedikit mendorong tubuh Boy membuat Boy mulai melepaskan pa9ut4nnya.
“Ternyata kali ini kita akan jadi partner kerja sayang.”
__ADS_1
“Oh yaaa!” kali ini mata Nachya mulai berbinar. Ia sendiri tidak menduga sebelumnya akan bekerja sama dengan suaminya sendiri. Padahal jurusan pilihan mereka dalam kuliah jauh berbeda.
Akhirnya Nachya tidak perlu pusing lagi untuk mengantongi izin dari suaminya sendiri karena mereka berdua dipastikan akan pergi bersama ke Birmingham.
“Kalau begitu bersihkan dirimu dulu Boy, takut airnya keburu dingin nanti!” pinta Nachya.
“Siap istriku sayang, persiapkan dirimu malam ini!” bisik Boy yang langsung menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Nachya kini bisa bernafas lega. Masalah dari kemarin yang membuatnya bingung bagaimana caranya untuk memberi tahukan kepada Boy kini terleraikan dengan sangat baik.
Hanya saja ada sedikit yang memuat Nachya sedikit geli mengingat wajah Boy yang benar-benar kusut saat pulang kerja tadi.
“Aku pikir, Boy memiliki masalah yang sangat pelik saat di kantor tadi!” gumam Nachya sambil terkekeh pelan.
“Ternyata yang membuat wajahanya kusut seperti itu hanya karena akan meninggalkan aku!” Nachya membuka jaket yang ia kenakan dan menggantungnya.
“Boy ternyata sangat menggemaskan juga! Cemburu dan rasa takutnya justru membuatnya seperti anak kecil.”
Kali ini Nachya yang hanya mengenakan l!nger!e mulai merapikan rambutnya di depan kaca. Tak lupa ia meminum racikan yang dibuatkan oleh Uti Aleya.
Tak lama kemudian, Boy keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk selaras pinggang sampai ke lutut. Melihat istrinya begitu 5ek5i dengan mengenakan l!nger!e berwarna merah membuat Boy benar-benar tidak bisa lagi menahan hasr4tnya yang sudah menggebu sejak tadi.
Boy pun langsung memeluk istrinya yang masih duduk di depan meja rias dari belakang. “Maaf ya sayang, aku sudah terlampau pusing karena masalah tadi!” bisik Boy tepat di telinga Nachya.
“Satu hal baru yang aku tahu adalah kau berubah menjadi anak kecil saat akan berjauhan denganku, sayang!” balas Nachya sambil berbalik dan mengalungkan tangannya di leher Boy.
“Maafkan aku, Princess. Aku benar-benar tidak bisa jika harus jauh darimu!” balas Boy.
“Aku juga tidak bisa jauh darimu, Boy!” balas Nachya yang kini lebih dulu mem4gut bibir Boy dengan sangat 94n4s.
__ADS_1
Tanpa ba bi bu lagi Boy langsung menggendong tubuh istrinya ala koala dan membawanya ke atas tempat tidur.