
Louryn yang tidak sengaja mengamati Nachya saat berangkat bersama Dean pagi tadi sengaja menemuinya di kantin saat jam kosong. Kali ini ia ingin memastikan siapa Nachya sebenarnya.
"Apa aku bisa bergabung di sini?" tanya Louryn sambil menunjuk bangku kosong di depan Nachya.
"Tentu saja!" balas Nachya sambil menikmati avocado delight miliknya.
"Kenalkan, aku adalah Louryn kekasih Dean yang baru diputuskan 2 minggu yang lalu!" ucap Louryn sambil mengulurkan tangannya di depan Nachya.
Nachya pun membalas uluran tangan Louryn sambil memperkenalkan dirinya.
"Nachya!" balasnya singkat.
"Nama yang cantik, kalau boleh tahu dari mana kau berasal?" tanya Louryn kemudian.
"Indonesia!"
Louryn kini menyesap minumannya sambil memandangi Nachya dari atas sampai bawah.
"Aku hanya ingin tahu, apa sebenarnya hubunganmu dengan Dean?" tanya Louryn to the point.
Nachya pun langsung menjelaskan kepada Louryn jika ia memang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Dean. Kakek mereka bersahabat dan menjalin bisnis yang sama, itulah yang membuatnya mengenal Dean.
Sayangnya Louryn tidak percaya dengan cerita Nachya begitu saja jika ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Dean. Terlebih saat mendengar kedua kakek mereka bersahabat.
"Apa jangan-jangan kakekmu dan opanya Dean sedang menjodohkan kalian berdua?" tanya Louryn yang langsung dijawab Nachya dengan gelengan kepalanya.
Namun di waktu yang bersamaan, tiba-tiba ada yang menyahut pertanyaan Louryn barusan.
"Opa memang ingin aku bersanding dengan cucu sahabatnya!" tegas Dean yang langsung duduk di samping Nachya.
Nachya sedikit terhenyak dengan ucapan Dean barusan.
"Tapi akung ku sama sekali tidak memintaku seperti itu!" sanggah Nachya.
"Lagi pula aku juga sudah memiliki kekasih!" lanjutnya lagi membuat Louryn kini memandang ke arah Dean dengan tatapan tajam.
"Kau hanya membuat alasan yang tidak-tidak untuk memutus hubungan kita, Dean! Kita harus bicara!"
Louryn pun menarik tangan Dean dengan kuat dan mengajaknya untuk menjauh dari Nachya.
__ADS_1
Sedangkan Nachya hanya mengedikkan bahunya tidak mau ambil pusing sambil kembali menikmati minumannya.
"Beri alasan yang jelas kenapa kau memutuskan hubungan kita, Dean!" pinta Louryn sedikit menuntut saat mereka berdua sudah jauh dari posisi di mana Nachya duduk.
"Jika alasannya karena kau ingin menuruti kemauan Opa Krish, aku sama sekali tidak terima!"
"Karena sejak dulu Opa Krish memang tidak pernah menyukaiku!"
Dean melepaskan tangan Louryn yang masih mengamit lengannya.
"Dan sekarang Opa Krish sangat menyukai Nachya dan begitu menginginkannya untuk menjadi kekasihku!" timpal Dean membuat Louryn sangat murka.
"Tapi kau mencintaiku, bukan mencintai Nachya. Seharusnya kita masih bisa untuk saling menjalin hubungan tanpa diketahui oleh Opa, bukan?" tutur Louryn yang selama ini kalang kabut sejak diputuskan oleh Dean.
Tidak ada lagi makan romantis di restoran, tidak ada barang barang baru, dan satu lagi yang membuatnya sangat kelimpungan, tidak ada yang menjadi tempat pelampiasan hasratnya yang sudah sangat menggebu-gebu.
"Kau salah Louryn! Aku kini benar-benar jatuh cinta dengan Nachya. Hubungan kita sudah usai dan aku harap kau bisa menemukan pria lain selain aku!" jelas Dean.
Ucapan Dean barusan membuat Louryn semakin naik pitam. Ia pun langsung mendorong tubuh Dean ke belakang.
"Apa maksud dari perkataanmu, Dean?!"
"Bukankah kau selalu mengatakan jika akulah satu-satunya wanita yang kau cintai dan wanita yang selalu membuatmu merasa ket4gih4n?!"
"Apa yang membuat kau lebih memilih perempuan itu dari pada aku?"
"Aku yakin, dia tidak mungkin bisa m3mu4skanmu di atas r4nj4ng sama sepertiku!" serang Louryn bertubi-tubi.
"Tapi aku sangat tertantang untuk memilikinya, Lou!" tegas Dean sambil terus memandangi Nachya dari kejauhan.
"Dia sangat cantik dan memiliki kepribadian yang sangat luar biasa. Kau tahu, dia adalah wanita yang sangat sulit untuk aku taklukkan."
“Kau mungkin bisa melayani aku di atas ranjang. Tapi sepertinya tidak sebaik Nachya untuk menjadi seorang istri yang nantinya akan melahirkan anak-anak untukku.”
“Dia benar-benar sangat berbeda, Lou! Terima kasih sudah menemaniku selama satu tahun ini!” ucap Dean membuat Louryn semakin geram karena merasa dibuang begitu saja setelah rasa manisnya sudah habis direnggut oleh Dean.
“Kau jahat, Dean! Aku tidak akan pernah melepasmu sedikit pun setelah apa yang telah kita lewati selama ini!”
“Aku pastikan akan melenyapkan Nachya secepatnya jika memang kau sudah beralih dariku dan kini mencintainya!” ancam Louryn membuat Dean membeliakkan matanya.
__ADS_1
“Jangan gila, Lou!” sarkas Dean. “Jangan pernah menyakiti Nachya sedikit pun atau kau akan menyesal!”
“Aku tidak akan menyentuhnya asal kau kembali padaku, Dean!” balas Louryn membuat Dean menghela nafasnya panjang.
Ia benar-benar tidak rela Nachya tersakiti sedikit pun. Namun, ia juga sudah tidak ingin menjalin hubungan dengan Louryn.
Kini Dean mulai bimbang harus bersikap bagaimana. Ia memandang ke arah Louryn dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Nachya yang mulai beranjak meninggalkan kantin.
“Baiklah, aku akan melupakan rasa cintaku terhadap Nachya!” ucap Dean menyerah.
Senyum Louryn langsung merekah sempurna mendengar Dean kembali dalam pelukannya.
“Kita mulai kembali hubungan kita dari awal ya, Dean!” pinta Louryn sambil mengikis jaraknya dengan Dean dan mulai menggelendot manja.
‘Aku harus melakukan ini agar Nachya tidak celaka karena ulah Louryn!’ gumam Dean dalam hati sambil memainkan rambut Louryn.
“Tapi kita tidak bisa lagi menjalin hubungan secara terang-terangan, Lou!” tutur Dean membuat Louryn kini melingkarkan tangannya di pinggang Dean.
“Tidak masalah, Dean! Backstreet pun akan aku jalani asal denganmu!”
“Emm, apa kau merindukan aku?” tanya Louryn. “Aku yakin 2 minggu ini pasti kau sangat merana bukan tidak bisa menyalurkan hasr4tmu? Bagaimana jika kita ke tempat biasa?”
Tawaran Louryn kali ini langsung ditolak mentah-mentah oleh Dean karena saat ini pikirannya terus saja memikirkan Nachya.
“Maaf Lou, kau tahu bukan jika Opa menginginkan aku dekat dengan Nachya. Jadi aku tetap harus mengantarkannya pulang nanti!” jelas Dean.
Bibir Louryn pun langsung mengerucut kesal. “Bagaimana jika nanti aku cemburu melihatmu terus saja berdekatan dengan Nachya?”
“Untuk apa lagi merasa cemburu jika saat ini aku adalah milikmu?!” tegas Dean.
Louryn pun langsung menangkupkan kedua tangannya di pipi Dean. “Aku yakin, kau akan kembali lagi denganku Dean!” ucap Loryn sangat gembira.
Tanpa menunggu lama ia pun langsung mendaratkan bibirnya di bibir Dean dan keduanya langsung berpagutan. Nachya yang sengaja merapat ke tempat di mana Dean dan Louryn bercumbu pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Ia pun langsung merekam apa yang kini ia lihat dengan ponselnya sambil sedikit bergidik ngeri.
‘Baru kali ini aku melihat orang berciuman seperti itu! Jadi ciuman seperti ini yang dimaksud Ruby dulu yang bikin bibirnya bengkak?’ gumam Nachya dalam hati.
‘Hiii, terus kalo tadi pagi ada yang gak gosok gigi di antara Dean dan Louryn, apa mereka gak muntah ya?’ batin Nachya yang menahan dirinya agar tidak muntah melihat dua orang yang di depannya kini bertukar 5aliv4.
__ADS_1
Cepat-cepat Nachya menyimpan rekamannya dan pergi menjauh dari kantin.
‘Aku harus memperlihatkan ini dengan akung dan uty jika mereka masih membahas untuk mendekatkan aku dengan Dean, nanti!’ gumam Nachya.