Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Bertemu dalam Diam


__ADS_3


Nachya dan kedua temannya kini telah tiba di Westfield London dan mulai berkeliling untuk memanjakan mata mereka. Namun langkah Nachya terhenti saat melihat pria yang berdiri tidak jauh darinya dan sangat mirip dengan Boy.



“Boy?!” gumam Nachya sambil mengerutkan dahinya.


“Kenapa, Nachya?” tanya Yuki membuyarkan lamunan Nachya.


“Eh, tidak ada! Aku hanya melihat seseorang yang sangat mirip dengan kekasihku!” balas Nachya yang kemudian mengikuti langkah Yuri.


“Boy?” tanya Yuri dan Yuki serempak yang memang sudah mendengar cerita Nachya tentang Boy dan langsung diangguki oleh Nachya.


“Sepertinya kau begitu merindukannya Nachya!” timpal Yuki sambil menepuk bahunya.


“Yaah, sepertinya begitu! Lagi pula tidak mungkin dia datang tanpa memberi tahu aku!” balas Nachya.


Sedangkan Boy yang melihat Nachya berdiri tidak jauh dari tempatnya hanya bisa diam terpaku. Antara rindu dan menepati janji kepada akungnya ternyata sangat berat kenyataannya.


Ingin rasanya Boy berlari ke arah Nachya dan memeluknya untuk melepas segala kerinduannya. Tapi apa daya, dia tidak mau mengingkari janjinya terhadap Akung Dion dan juga Akung Mario.



‘Nachya ku semakin cantik dan terlihat sangat dewasa!’ gumam Boy dalam hati.


‘Ia benar-benar sangat mandiri dan bukan lagi Nachya yang aku kenal dulu!’


‘Semakin menarik, mengagumkan, menggemaskan, dan tentunya membuat aku semakin merindukannya!’ batin Boy yang hanya bisa memandang Nachya dari kejauhan.


“Siapa dia?” tanya Mr. Kevin melihat Boy tidak lepas memandang ke arah Nachya.


“Nachya!” jawab Boy sambil menahan luapan rasa rindunya.

__ADS_1


“Wah, kekasihmu ternyata sangat cantik ya Boy!” puji Mr Kevin. “Kenapa tidak kau temui?” tanya Mr. Kevin lagi.


Boy tersenyum mendengar pertanyaan Mr Kevin kali ini, “Aku belum menyiapkan surprise, Mr!” kilah Boy.


“Kalau begitu, siapkan surprise terbaik untuknya. Aku pasti akan membantumu!” balas Mr Kevin.


“Tidak perlu repot-repot Mr! Emmh, sebenarnya aku ingin mengikuti Nachya secara diam-diam. Hanya saja... "


"Ikuti saja Boy, setidaknya mengobati sedikit kerinduanmu! Aku juga harus menemani istriku yang sedang melihat pakaian bayi di atas."


"Aku akan menunggumu di Food court sekitar 2 jam lagi. Bagaimana?" tawar Mr Kevin yang terdengar seperti angin segar untuk Boy.


"Baik, Mr Kevin. Sekali lagi terima kasih banyak atas kebaikan anda!" ucap Boy yang kemudian bergegas mengikuti Nachya kemana ia pergi.


☘️☘️☘️


Sedangkan di sisi lain, Papa Belva dan juga Mama Ecca mulai memperhitungkan hari libur mereka. Kepergian Boy ke London ternyata membuat mereka iri ingin ikut menyusul ke sana.


"Sayang, aku sudah mengosongkan jadwal kita selama 3 minggu. Kebetulan biaya untuk ke London juga lebih dari cukup. Bagaimana?" tanya Papa Belva yang sudah begitu merindukan putri kesayangannya.


"Siap Queen Ca ku sayang. Oh iya, apa kita perlu memberi tahu Papi Mario dan Mami Aleya?" tanya Belva kemudian.


"Sepertinya tidak perlu, Bee. Cukup beritahu Boy saja untuk menjemput kita di bandara." balas Mama Ecca yang langsung disetujui oleh suaminya.


Memang terkesan mendadak, namun kepergian mereka memang sudah terencana jauh-jauh hari.


☘️☘️☘️


Nachya sendiri benar-benar menikmati healingnya bersama dua orang temannya kali ini.


Meski ada beberapa hal aneh yang ia temui bersama kedua teman Nachya. Mulai dari kiriman coklat bubble gum gratis oleh salah satu kedai di food court, sampai beberapa potongan harga fantastis yang dikhususkan untuknya.


“Waaah, hari ini kita benar-benar sangat beruntung ya!” tutur Yuri sambil menikmati coklat bubble gum yang ada di tangannya.

__ADS_1


“Yap, benar sekali! Dan ini adalah minuman kesukaanku yang sudah lama tidak aku nikmati!” timpal Nachya.


Sedangkan Boy hanya bisa tersenyum lebar melihat kegembiraan Nachya hari ini. Ia pun melihat ke arah jam tangannya untuk memastikan kapan ia harus menuju ke foud court untuk bertemu dengan Mr Kevin dan juga istrinya.


“Masih ada waktu sekitar 45 menit lagi! Aku masih bisa berbelanja untuk segala keperluan sehari-hari!” gumam Boy.


Namun tanpa sengaja matanya tertumpu pada sepasang kekasih yang sangat ia kenal meski Boy belum pernah menemuinya sekali pun.


“Dean dan Lou?!” gumam Boy sambil menajamkan matanya.


“Tidak salah lagi, itu pasti mereka!”


Boy pun bergegas mengikuti langkah kaki mereka yang kebetulan menuju ke food court.


“Ck, aku benar- benar sangat menderita Dean sayang. Biasanya kau selalu mengajakku makan di restoran. Tapi akhir-akhir ini kau selalu membawaku ke tempat seperti ini!” keluh Louryn yang merasa tempat makannya kini turun kelas. Padahal food court di Mall ini juga sangat berkelas.


“Dan kau juga tidak lagi membelikan aku tas dan pakaian baru!” gerutu Louryn membuat Dean merasa bising mendengarnya.


“Kau sudah tahu bukan bagaimana Opa benar-benar membatasi semua fasilitas yang diberikan kepadaku?”


“Bahkan jika aku tidak bisa mendapat perhatian Nachya, ia akan menghentikan semua fasilitasnya dan memintaku untuk berusaha mulai dari nol!” jelas Dean yang tampak begitu gusar.


“Kalau begitu, aku akan membantumu untuk mendapatkan perhatian dari Nachya!” timpal Louryn yang memiliki rencana sesuatu untuk Nachya.


“Aku tidak setuju jika rencananya adalah membuat Nachya celaka, Lou!” tegas Dean.


“Ini tidak akan mencelakainya, hanya sedikit membuatnya tersesat di Epping Forest saat acara besok dan kau akan menjadi pahlawan yang menolong Nachya!”


“Dengan begitu, aku yakin Nachya pasti akan berhutang nyawa denganmu, sayang!” jelas Louryn membuat mata Dean berbinar sempurna.


“Ide yang bagus, sayang! Bantu aku untuk membuatnya tersesat, besok!” balas Dean yang langsung setuju dengan semua perencanaan Louryn.


Sedangkan Boy yang sengaja menguping pun langsung mengepalkan tangannya geram. Ingin rasanya ia menghabisi Dean sekarang juga. Namun Boy langsung menahan amarahnya. Ia tidak mau bertindak gegabah.

__ADS_1


Setidaknya ia tahu jika mereka berdua sudah berniat buruk untuk mencelakai Nachya. Dan untungnya lagi, Boy sudah mengetahui ini dan bisa berjaga-jaga untuk menyelamatkan Nachya jika terjadi apa-apa.


Tak lama kemudian tampak Mr Kevin dan istrinya memasuki food court. Boy pun beranjak menjauh dari Dean dan segera merapat menemui Mr Kevin.


__ADS_2