
Nachya yang baru selesai mandi memilih mengenakan kaos oblong yang sedikit kebesaran di tubuhnya dan dipadukan dengan celana yang jauh di atas lutut. Kini Nachya duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya dan setelah itu, Nachya langsung mengikat rambutnya seperti ekor kuda.
Sedangkan Boy yang sudah selesai mandi lebih awal pun kini sengaja menunggu Nachya di depan pintu kamarnya. Melihat Nachya keluar dari kamarnya, Boy langsung geleng-geleng kepala.
“Kamu sengaja mau goda Tristan dengan pakaian kayak gini?” tanya Boy dengan nada yang tidak suka.
“Hellooo!” Nachya melambaikan tangannya di depan Boy. “Aku ini pakai kaos oblong loh, Boy. Bukan pakai b!k!n!. G!mana ceritanya kamu bisa bilang kalo aku godain Tristan?” jawab Nachya.
“Tapi celana kamu itu gak sopan! Apa lagi buat nemuin tamu kayak Tristan!” balas Boy lagi sambil menarik Nachya kembali masuk ke dalam kamarnya.
“Aduuh, Boy! Kamu ini kenapa sih selalu ribet sama pakaian aku?” tanya Nachya saat Boy melangkahkan kakinya menuju walk in closet dan membuka lemari Nachya.
“Karena aku mau yang terbaik buat kamu, Nachya!” tegas Boy.
“Uluuh uluuh! So sweet banget sih abang aku yang satu ini!” celetuk Nachya yang langsung ikut mencari celana yang akan ia gunakan.
“Pakai celana training gak papa kan?” tanya Boy dan Nachya pun langsung mengangguk setuju.
“Yaudah, ini buruan dipakai! Aku akan tunggu kamu diluar!” ucap Boy yang kemudian keluar dari kamar Nachya.
Setelah mengenakan celananya, Nachya pun langsung keluar dari kamarnya dan turun ke bawah bersama dengan Boy. Tristan yang melihat Boy selalu ada di samping Nachya pun hanya bisa mengusap dada berkali-kali.
“Hadeeuuuh, susah deh Nach kalo pingin ngobrol sama kamu saja harus ada bodyguard!” celetuk Tristan.
“Bukannya kalian sudah damai?” tanya Nachya membuat Tristan langsung mengerutkan dahinya.
‘Damai? Siapa juga yang mau damai sama kulkas pintu seribu kek Boy?!’ gumam Tristan dalam hati.
‘Atau jangan-jangan Boy sendiri yang bilang sudah damai ke Nachya? Waah, kalo memang bener ini, ujian aku buat ngedapetin Nachya lolos satu dong!’
“Woooy! Ditanya malah ngelamun sih!” ucap Nachya sambil menepuk lengan Tristan.
“Kamu tahu gak kenapa aku melamun?” tanya Tristan yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Nachya.
“Karena aku selalu melamunkan kecantikanmu, Nach!” lanjut Tristan.
“Dih! Gombal banget! Mau muntah aku dengernya!” timpal Boy ketus.
__ADS_1
“Pulang gih! Sudah hampir malem loh!” usir Boy terang-terangan yang langsung mendapat tatapan protes dari Nachya.
“Boy!” panggil Nachya. “Jangan resek deh!” tukas Nachya yang langsung duduk di sofa.
“Kamu mau ngobrolin apa sama aku?” tanya Nachya yang kini beralih memandang ke arah Tristan.
“Mulai besok, aku akan masuk di sekolah kamu, Nach! Mau gak kalo berangkat sama pulang sekolahnya kita bareng?” tawar Tristan terang-terangan.
“Emm, tapi aku sudah berangkat sama Boy tiap hari. Terus pulangnya mau dijemput sama mama!” jelas Nachya.
“Dari pada tante Ecca harus jemput kamu dari sekolah, mendingan ikut bareng aku aja. Gimana?!”
“Kalo tante sih setuju, sekali-kali Nachya pulang bareng sama Tristan. Lagi pula kan rumah kalian ke sekolah satu arah. Kalo Nachya gimana?” tanya Mama Ecca yang tiba-tiba ikut nimbrung sambil membawakan kudapan untuk mereka.
“Gak masalah sih, Ma!” timpal Nachya membuat Boy hanya bisa menggerutu dalam hati dengan keputusan yang ia dengar kali ini.
Sedangkan Tristan yang melihat Boy hanya diam saja membuatnya tersenyum penuh kemenangan.
“Abang Boy jangan khawatir! Aku pasti akan menjaga Nachya dengan baik!” ucap Tristan.
Melihat Boy meninggalkan mereka berdua, membuat Tristan langsung bernafas lega.
“Huuuh, akhirnya bisa bebas juga ngobrol sama kamu, Nach!” ucap Tristan.
“By the way, kamu beneran belum pernah pacaran?” tanya Tristan dan Nachya langsung menggelengkan kepalanya.
“Kamu pasti lagi nungguin aku nembak kamu ya biar jadi pacar aku?” tebak Tristan membuat Nachya memutar bola matanya malas.
“Diih, narsisnya gak ketulungan. Siapa juga yang mau pacaran sama playboy kayak kamu!” balas Nachya.
“Looh, playboy itu berpengalaman Nach. Tapi kalo misalnya kamu beneran mau jadi pacar aku, aku bakal jadiin kamu satu-satunya dermaga cinta aku yang terakhir!” timpal Tristan membuat Nachya terkekeh pelan.
“Ngaco kamu mah. Aku mah ogah tuh!”
“Tapi kalo kita beneran dijodohin sama mama kita gimana? Mereka kan sahabatan.”
“Gampang itu. Nanti bisa aku tukar tambah sama yang baru!” jawab Nachya membuat Tristan tertawa.
__ADS_1
Percakapan mereka berdua memang selalu begitu karena Nachya memang tidak pernah menanggapinya dengan serius. Setelah Tristan rasa cukup untuk mengobrol dengan Nachya, ia pun langsung undur diri untuk menyiapkan sekolahnya besok.
💕💕💕
Semenjak Tristan masuk sebagai siswa baru di sekolah Nachya, ia langsung menjadi most wanted boy yang langsung digandrungi banyak murid perempuan. Tristan yang memang sangat playboy dengan mudahnya mendapatkan pacar baru yang tentunya sesuai dengan seleranya.
Bahkan Tristan hanya mengantar Nachya pulang ke rumah tidak lebih dari tiga kali karena selebihnya ia sudah sibuk dengan pacar barunya. Meskipun begitu, persahabatan antara Nachya, Ruby, dan juga Tristan masih terus terjalin.
Sedangkan Boy yang semakin posesif menjaga Nachya, masih belum juga mengutarakan perasaannya sampai Nachya selesai ujian sekolah.
Boy tidak ingin mengganggu konsentrasi Nachya sedikit pun. Namun ia sudah bertekad akan memberi tahu Nachya jika ia sudah selesai Ujian Sekolah dan tinggal menunggu pengumuman kelulusan.
Hari ini, waktu yang ditunggu-tunggu oleh Boy pun tiba. Ia sengaja menjemput Nachya ke sekolah di hari terakhir ujiannya dan ingin membawanya ke tempat yang sudah ia persiapkan untuk mengutarakan perasaannya terhadap Nachya.
“Boy!” teriak Nachya gembira saat melihat Boy datang menjemputnya.
Nachya pun langsung berlari menuju di mana Boy sedang menunggunya di atas motor kesayangannya.
“Kamu jemput aku?” tanya Nachya dengan mata berbinar.
“Iya dong. Buktinya aku sudah ada di sini!” jawab Boy.
“Aku mau ajak kamu ke suatu tempat! Buruan pakai helmnya!” Boy langsung menyodorkan helm yang ia bawa dan memberi kode Nachya untuk segera naik ke atas motornya.
“Mau ngajakin kemana, Boy? Pasti mau traktir aku makan ya?” tanya Nachya yang sudah duduk dibelakang Boy.
“Tau saja. Aku juga mau ngomong sesuatu sama kamu, Nach!” ucap Boy yang mulai menyalakan mesin motornya.
“Oh yaa? Aku juga mau ada yang diomongin loh sama kamu, Boy!” balas Nachya membuat Boy sedikit terhenyak.
‘Aduh, jangan-jangan Nachya juga mau bilang tentang perasaannya sama aku?’ gumam Boy dalam hati.
‘Wah, gak bisa dibiarin ini! Aku gak boleh keduluan sama Nachya kali ini!’
...💕💕💕...
__ADS_1