
"Boy, kamu harus siap menghadapi tantangan kamu mencintai Nachya!" ucap Papa Belva sambil menepuk bahu Boy.
"Siap!" jawab Boy dengan mantap.
Papa Belva dan Boy pun kini masuk ke dalam ruang kerja dan duduk tidak jauh dengan kedua pria yang menantinya.
"Boy!" panggil Akung Dion.
"Kamu sudah tahu bukan siapa kamu sebenarnya?" tanya Akung Dion dan Boy pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Sudah Akung!" jawab Boy yang sudah siap untuk menghadapi kedua Akung Nachya yang memang sedari dulu tidak begitu suka dengan Boy.
"Kamu adalah anak dari wanita yang sudah membuat istriku hampir kehilangan nyawa!"
"Harusnya kamu sadar diri untuk tidak menjalin hubungan dengan cucuku!"
"Apa kebaikan putraku yang selama ini mengasuhmu masih kurang?" tanya Akung Dion.
"Maaf, Akung. Papa Belva memang sudah memberikan kasih sayang yang luar biasa untuk Boy sedari kecil hingga saat ini! Dan tentunya Boy tidak pernah merasa kekurangan!" jawab Boy dengan santun.
"Kalau begitu, putuskan hubunganmu dengan Nachya sekarang juga! Jika tidak, maka aku akan menganggapmu sama dengan ibumu yang gila itu!" timpal Akung Mario.
"Siap Akung!" jawab Boy dengan mantap membuat Akung Mario dan Akung Dion saling melempar pandang.
Mereka berdua tidak menduga jika Boy semantap itu menyetujui perintahnya. Berbeda dengan Papa Belva yang kini hanya bisa bergumam dalam hatinya.
'Yah papa sama papi belum tau aja ntar gimana ngadepin Nachya kalo dia sampai di putusin ama Boy!' batin Belva.
"Oke, kalau begitu Boy bisa keluar dari ruangan dan berbicara baik-baik dengan Nachya. Putuskan hubungan kalian sebelum Nachya ke London!"
"Karena aku sendiri yang akan menilai pria mana yang pantas bersanding dengan Nachya nantinya!" titah Akung Mario yang langsung dipatuhi oleh Boy.
Setelah Boy keluar dari ruang kerja, kini gantian Belva yang seperti disidang oleh Papa dan juga papi mertuanya.
"Papa gak habis pikir deh sama kamu! Bisa-bisanya kamu bolehin Nachya pacaran sama Boy!"
"Kamu gak inget ya kalo Boy itu anak Nuna! Perempuan gila yang sudah membuat banyak masalah dalam keluarga kita!" ucap Dion kembali mengingatkan kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Tapi apa papa juga lupa kalo Boy, totalitas Belva dan Ecca yang rawat sampai dia sebesar ini?!"
"Apa papa juga meragukan aku yang selama ini mengasuhnya?!"
__ADS_1
"Boy juga anak aku, Pa!" tegas Belva yang benar-benar menyayangi Boy sejak kecil.
"Kalau begitu, cegah Boy memiliki hubungan dengan Nachya. Anggap saja mereka saudara kandung yang dilarang keras untuk menjalin hubungan apalagi menikah!" timpal Papi Mario.
"Aku juga tidak Sudi melihat cucu kesayanganku bersanding dengan anak perempuan gila itu!" lanjut Papi Mario lagi.
☘️☘️☘️
Sedangkan Boy yang kini sengaja duduk di taman pun langsung di didekati oleh Nachya yang baru saja selesai mandi.
"Are you okey, Boy?" tanya Nachya yang kemudian duduk di samping Boy.
Boy langsung menyunggingkan senyumannya dan menganggukkan kepalanya.
"Always okey, Nach!" jawab Boy.
"Akung masih gak setuju ya sama hubungan kita?" tanya Nachya.
"Yaa gitu deh!"
"Trus, Akung pasti nyuruh kamu buat mutusin aku ya?" tembak Nachya terang-terangan dan membuat Boy terkekeh pelan.
Boy tidak menjawab pertanyaan Nachya kali ini karena ia sangat paham jika Nachya pasti sudah tahu bagaimana watak kedua akungnya itu.
"Awas aja nih kalo kamu sampe berani putusin aku, aku bakal marah sama kamu dan cium bibir kamu di depan papa, mama, Akung dan juga uti!" ancam Nachya membuat Boy kini harus menelan ludahnya kasar.
'Duh, Nachya ini bener-bener gak bisa diajak kompromi deh! Aku juga udah menyanggupi lagi kalo aku bakal mutusin dia!'
'Terus aku harus gimana ya sekarang?' tanya Boy bermonolog dalam hati.
"Nachya!"
"Boy!"
"Masuk yuk!" panggil Mama Ecca sambil melambaikan tangannya ke arah mereka.
"Oke Maaa!" jawab Nachya sambil berteriak.
Keduanya pun masuk ke dalam rumah beriringan tanpa bergandengan tangan. Melihat Nachya dan juga Boy tidak berdekatan, membuat kedua Akung Nachya mengira jika hubungan mereka sudah putus.
"Nah, namanya abang adik itu harusnya begini! Bukan malah pacaran!" celetuk Akung Mario.
"Kata siapa kita abang adik, orang Nachya ama Boy masih pacaran kok!" jawab Nachya dengan santai membuat Boy langsung mendapat tatapan tajam dari kedua akungnya.
__ADS_1
"Boy!" panggil kedua akungnya bersamaan.
"Emmm, itu... Ammm, Emmm!" Boy tergagap tidak tahu harus berkata apa.
Melihat Boy yang begitu berat memutuskan hubungannya dengan cucu kesayangannya membuat Akung Dion mulai geram.
"Mana janji kamu, Boy! Bukankah kamu sudah berjanji untuk memutuskan hubungan kalian sekarang juga?!" tagih Akung Dion dengan tatapan tidak sukanya ke arah Boy.
Mendengar tagihan akungnya barusan membuat Nachya langsung memandang ke arah Boy.
"Oh jadi kamu udah janji sama Akung kalo mau mutusin aku?" tanya Nachya membuat Boy semakin bingung harus menjawab apa.
Kini ia berada dalam dua pilihan yang sangat sulit untuknya memilih. Padahal keduanya adalah pilihan yang sebenarnya sangat menguntungkan Boy.
Bagaimana tidak? Jika Boy memutuskan hubungannya dengan Nachya, sudah pasti ia akan mendapatkan first kiss dari Nachya dan itu tepat di bibirnya.
"Gak papa Boy, putusin aja aku sekarang juga!" ucap Nachya masih dalam mode santai nya.
"Karena setelah itu, aku akan cium bibir kamu di depan semuanya!" lanjut Nachya lagi membuat semuanya tercengang tanpa terkecuali.
"Apaaaaa?!" pekik semuanya serentak sampai terdengar seperti koor di atas panggung.
Papa Belva langsung menepuk jidatnya mendengar ucapan Nachya barusan. Meski ia sudah menduga sebelumnya jika Nachya tidak akan mungkin mau memutus hubungannya dengan Boy, tetap saja jawaban penolakan Nachya jauh di luar dugaannya.
Mama Ecca sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali menanggapi sikap absurd Putrinya yang kecerdasannya memang terlihat lebih unggul darinya.
Sedangkan kedua Uti Nachya hanya terdiam karena masih sangat shock dengan jawaban Nachya barusan.
Sedangkan Akung Mario dan Akung Dion sama-sama melongo saat mendapati cucu kesayangannya berhasil membuat mereka tidak berkutik.
"Bagaimana ini?" tanya Akung Dion dengan berbisik ke arah Akung Mario.
"Kita biarkan saja dulu mereka berpacaran. Toh sebentar lagi Nachya akan pergi ke London."
"Aku yakin dia akan bertemu dengan lelaki yang lebih baik dari Boy di sana!" jawab Akung Mario.
"Oke, oke! Kali ini Akung mengaku kalah!" ucap Akung Dion.
"Lanjutkan saja hubungan kalian berdua asal tidak melampaui batas!" lanjut Akung Mario membuat Nachya tersenyum penuh kemenangan.
Boy sendiri mengulum senyumnya mendengar keputusan kedua akungnya barusan.
'Nachya memang sangat luar biasa! Aku yakin jika dia menjadi pengacara, sudah pasti tidak ada yang bisa mengalahkan semua argumennya.'
__ADS_1
'Bahkan jaksa dan juga hakim juga bisa berbuat curang karena kalah telak dengan pengacara seperti Nachya.'
'Aku makin cinta sama kamu, Nach! Aku janji akan segera menyusul ke London!' gumam Boy dalam hati yang semakin mengagumi wanita yang sangat ia cintai.