Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Minuman Racikan Uti


__ADS_3


Setelah pemakaman Akung Mario, Nachya dan Boy pun kembali ke rumah. Kali ini Uti Aleya meminta agar Boy dan Nachya menempati flat house peninggalan Akung Mario. Namun dengan baik Nachya menolaknya dan menyarankan untuk menjualnya saja.


“Boy, aku akan tidur bersama Uti Aleya di kamar bawah. Kamu tidak lupa kan harus menjalani hukuman kamu karena udah berbohong?” ucap Nachya saat Boy menarik tangannya untuk ke kamarnya.


“Berapa lama, Nach?” tanya Boy yang sudah mulai gusar saat Nachya masih mengingat akan menghukum atas kebohongan yang ia lakukan.


“Liat ntar deh Boy!” balas Nachya sambil mengulum senyumnya dan berbalik menuju ke kamar Uti Aleya.


Papa Belva dan Mama Ecca yang sengaja mendengar percakapan mereka berdua hanya bisa saling melempar pandang.


“Mau bantuin menantu?” tanya Mama Ecca berbisik ke arah Papa Belva.


“Bantuin yuk, sayang. Kasihan lah masa’ pengantin baru boboknya gak bareng!” jawab Papa Belva.


“Beres deh.”


Mama Ecca pun melihat ke arah Boy yang berjalan gontai ke kamarnya. Ia pun langsung memanggil Boy dan memintanya untuk kembali turun ke bawah.


“Boy, can you help me?” pinta Mama Ecca sambil melambaikan tangannya ke arah Boy.


“Iya Ma!” balas Boy sambil berbalik menuruni anak tangga.


“Apa yang perlu Boy bantu, ma?!” tanya Boy yang kini sudah berdiri di hadapan mamanya.


“Kamu besok udah mulai aktifitas lagi kan?” tanya Papa Belva dan Boy langsung menganggukkan kepalanya.


“Nachya juga kan pasti udah mulai masuk kuliah, nih Mama Ecca punya sesuatu buat kamu sama Ecca!” Mama Ecca mengeluarkan 2 botol minuman dari dalam tasnya dan menyodorkan kepada Boy.


“Apaan ini, Ma?” tanya Boy sambil memutar botol yang ia pegang berkali-kali. Botol polos yang tidak ada tulisan apa-apa di labelnya.


Tak lama kemudian Uti Aleya pun keluar dari kamarnya dan menjawab pertanyaan Boy kali ini.


“Nah, itu dia yang Uti cari. Itu ramuan herbal buat kalian berdua biar badannya gak capek-capek!” jawab Uti Aleya yang memang sudah membuatnya khusus untuk kedua cucunya.

__ADS_1


“Ini Uti yang bikin?” tanya Boy lagi.


“Lah iya dong, siapa lagi yang bikin kalo bukan Uti. Di sini gak ada yang jual Boy!”


“Udah sana masuk ke kamar dan kasih yang satunya lagi buat Nachya. Dia kayaknya juga agak ngerasa capek-capek deh badannya!” titah Uti Aleya sambil mendorong Boy masuk ke dalam kamar.


“Ta-ta pi Uti...”


“Udah masuk aja, gak usah banyak tapi tapian!” titah Uti Aleya.


Saat Boy sudah masuk ke dalam kamar, dengan cepat Uti Aleya langsung mengunci pintu kamarnya dari luar membuat Papa Belva dan Mama Ecca langsung terkekeh pelan.


“Ternyata gerakan kita kalah cepat sama Mami!” tutur papa Belva yang tentunya langsung diangguki oleh Mama Ecca.


“Ck, Mami gak tega lah sama Boy. Masa’ dikasih hukuman berat setelah nikah. Yaudah sekarang kalian istirahat gih! Mami juga mau istirahat dulu!” Uti Aleya langsung menaiki anak tangga dan masuk ke kamar Boy.


Sedangkan Papa Belva pun langsung mengajak Mama Ecca ke kamarnya juga yang ada di lantai 3. Kini tinggal Boy yang kembali canggung berduaan dengan Nachya di dalam kamar.


“Boy, ngapain masuk kamar Uti?” tanya Nachya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Emm, ini Nach aku bawain obat herbal buat kamu!” jawab Boy sambil menyerahkan satu botol yang ada di tangannya.


“Obat biar gak capet Nach. Buatan Uti Aleya loh ini!” jawab Boy.


Nachya yang memang merasa sangat lelah pun akhirnya membuka tutup botol tersebut dan meneguk isinya setengah.


“Gimana, Nach? Enak gak?” tanya Boy sambil memperhatikan mimik wajah Nachya.


“Rasanya aneh sih, kayak jamu gituh!”


‘Jamu?’ tanya Boy dalam hati. ‘Duh, jangan bilang Uti Aleya bikinin jamu kuat buat aku sama Nachya!’


Boy yang kini mulai tersadar pun cepat-cepat meletakkan botol yang ia pegang di atas nakas. Ia tidak mau meminumnya terlebih dahulu sampai melihat efek yang terjadi di tubuh Nachya.


“Kok punya kamu gak diminum sih?” tanya Nachya sambil menghabiskan sisa minuman yang tinggal setengah.

__ADS_1


“Aku mau ke kamar mandi dulu Nach!” kilah Boy yang kemudian berjalan menuju ke kamar mandi di kamar Nachya.


Cepat-cepat Nachya menahan tangan Boy. “Eits, kenapa sih gak pake kamar mandi di kamar kamu?”


“Emm, pas aku masuk ke sini di dorong sama Uti Aleya, pintu kamarnya udah langsung dikunci dari luar!” jawab Boy dengan hati-hati membuat Nachya langsung terkejut.


“Apaaa?!”


“Hiiih, Uti nih nakal juga yaaa!” gerutu Nachya kesal.


“Yaudah, kamu boleh istirahat di sini untuk sementara. Tapi ingat, gak boleh pegang-pegang aku karena kamu masih harus dihukum!” tegas Nachya yang memang tidak ingin diganggu oleh Boy kali ini.


“Iya deh, iyaa! Tapi kasih hukumannya jangan lama-lama ya sayang!” pinta Boy memelas dan hanya dijawab Nachya dengan deheman singkat.


Boy pun langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Nachya langsung menggulung tubuhnya di dalam selimut. Musim dingin kali ini membuat Nachya sangat ingin menikmati tidurnya sebelum besok ia kembali ke rutinitasnya sebagai mahasiswa.


☘️☘️☘️


Sepuluh menit berlalu, tiba-tiba Nachya merasakan tubuhnya mulai sedikit 9erah padahal suhu ruangan saat ini terasa begitu dingin. ‘Duuuh, kenapa suhunya jadi panas gini sih?!’ batin Nachya sambil menyibakkan selimut yang kini menutupi dirinya.


Boy yang baru saja keluar dari kamar mandi pun tidak begitu memperhatikan Nachya yang mulai seperti cacing kepanasan. Ia pun mengambil bantal di samping Nachya dan bersiap untuk istirahat di sofa.


Namun dengan cepat Nachya menggamit pergelangan tangan Boy dan menahannya agar tidak pergi. “Jangan ke mana-mana Boy. Tidur di sini aja sama aku!” pinta Nachya yang sudah semakin kepanasan.


Boy sendiri sedikit terhenyak dengan permintaan Nachya barusan. Tapi Boy juga tidak mau menolak permintaan mahal Nachya kali ini.


“Kamu baik-baik aja kan sayang?” tanya Boy sambil mengusap kening Nachya yang mulai berkeringat.


“Gak tau nih Boy, badan aku tiba-tiba ngerasa 9er4h banget!” jawab Nachya yang mulai melepaskan baju yang saat ini ia kenakan.


‘Aduh, minuman yang tadi diminum Nachya mulai terlihat efeknya. Berarti bener dugaan aku, Uti Aleya pasti bikinin jamu kuat buat Nachya!’ gumam Boy dalam hati.


‘Kali ini aku gak boleh sia-siain perjuangan Uti Aleya!’


Boy pun langsung mengikis jaraknya dengan Nachya dan mendekap tubuh istrinya yang kini hanya mengenakan t4nktop dan celana yang sangat pend3k dan k3t4t.

__ADS_1


“Boy, ternyata pelukan kamu bikin aku nyaman banget!” ucap Nachya yang merasakan panas di sekujur tubuhnya sedikit mereda saat kulitnya bersentuhan dengan Boy.


“Oh yaa? Terus kira-kira aku harus gimana biar kamu makin nyaman Nachya?” tanya Boy sambil menyelipkan tangannya di punggung Nachya.


__ADS_2