Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Akung Keras Kepala


__ADS_3


“Nachya sayang, Uti minta maaf telah membuat hatimu begitu kecewa. Tapi uti sama sekali tidak ikut merencanakan tentang pertunanganmu dengan Dean!” tutur Uti Aleya saat Nachya telah memutuskan panggilannya dengan Mama Ecca.


“Lalu dari mana Dean tahu perihal Boy?” tanya Nachya.


“Kenapa dia tahu siapa Boy sebenarnya dalam keluarga kita?”


“Bahkan Dean juga tahu bagaimana keadaan Budhe Nuna dan begitu merendahkan Boy!” timpal Nachya yang sekuat tenaga menahan dirinya agar tidak kembali menangis.


Uti Aleya kini hanya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan cucunya. Dia sendiri juga belum tahu dari mana Dean mengetahui semua ini.


“Ini kan aib keluarga kita, Uti! Kenapa malah diumbar sampe orang lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluarga kita mengetahui semuanya?”


Uti hanya bisa menghela nafasnya panjang dan terus saja meminta maaf kepada cucu kesayangannya itu.


“Selepas Akung tiba dari Birmingham, Uti akan membicarakan masalah ini Nachya. Uti benar-benar tidak tahu menahu sedikit pun apa saja yang dibicarakan oleh Akung Mario dengan sahabatnya!” jelas Uti Aleya.


“Sekali lagi Uti minta maaf sayang!”


Nachya kini langsung memeluk utinya dengan sangat erat. Ia percaya jika uti Aleya mengatakan yang sebenarnya dan ada perasaan sedikit bersalah telah membuat utinya sakit hati.


“Maafkan Nachya juga uti. Seharusnya Nachya bertanya dengan baik-baik terlebih dahulu sebelum menuduh Uti yang tidak-tidak!”


“Nachya tidak salah sayang. Uti juga sadar seharusnya dari awal Uti melarang akungmu yang memiliki rencana untuk menjodohkanmu dengan Dean!”


“Uti tidak akan lagi membuatmu kecewa. Uti juga akan membantu melunakkan hati akungmu untuk bisa menerima Boy bersanding denganmu!” tukas Uti Aleya.


“Terima kasih banyak uti. Nachya sayang sama uti!” Nachya langsung mencium pipi utinya bergantian membuat Utinya kini bisa bernafas lega karena cucunya tidak larut dalam rasa kecewanya.


Namun ia tidak tahu jika nanti suaminya pulang dan ternyata dia adalah biang dari kemarahan Nachya hari ini. Bahkan Uti Aleya juga tidak bisa membayangkan apa yang terjadi nanti.


“Nachya mau makan dulu atau mau mandi?” tanya Uti Aleya kemudian.


“Emm, Nachya mandi dulu ya Uti!” jawab Nachya yang kemudian beranjak meninggalkan utinya dan menaiki anak tangga.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Tiga hari kemudian,


Akung Mario kembali dari Birmingham saat Nachya masih berada di kampus. Kepulangan suaminya kali ini langsung disambut dengan cerita Uti Aleya tentang kemarahan dan kekecewaan Nachya.


Jangan ditanya betapa terkejutnya akung Mario saat ini. Ia sedikit pun tidak menimpali cerita dari Uti Aleya dan langsung keluar dari pintu rumahnya untuk menuju ke rumah Dean.


“Mau ke mana?” tanya Uti Aleya melihat suaminya gusar.


“Aku harus pergi ke rumah Dean. Dia harus mempertanggung jawabkan semua ini!” jawab Akung Mario tanpa berbalik.


Mau tidak mau Uti Aleya pun mengikuti langkah suaminya menuju ke rumah Dean. Kebetulan Dean dan juga Opa Krish masih bercengkerama di ruang tamu.


“Hai Mario, Aleya. Apa yang membuat kalian ke mari?” tanya Opa Krish.


“Aku ingin bertanya dengan Dean apa yang sudah terjadi dengan Nachya saat Akung ke Brimingham?” tanya Akung Mario membuat Dean menelan ludahnya kasar.


“Dean hanya menyatakan perasaan Dean jika selama ini Dean mencintai Nachya dan serius untuk menjalin hubungan dengannya!” jawab Dean sedikit terdengar ketakutan.


“Emmm, Nachya mengatakan jika ia memiliki kekasih dan menceritakan siapa Boy sebenarnya seperti yang akung Mario ceritakan kemarin. Baru setelah itu Dean mengatakan jika kekasihnya saat ini belum tentu baik untuknya.”


“Nachya tidak terima dan langsung marah meninggalkan Dean sendirian di taman. Padahal Dean juga berbicara secara baik-baik dengan Nachya!” jelas Dean.


Akung Mario langsung mengerutkan dahinya saat mendengar penjelasan dari Dean. Cerita yang ia dengar dari istrinya sangat bertolak belakang dengan apa yang diceritakan oleh Dean.


“Tapi kenapa Nachya terlihat begitu kecewa saat pulang dari kuliah hari itu? Jika memang yang kau ceritakan benar adanya, tidak mungkin cucuku se kecewa itu!” timpal Uti Aleya yang mulai bimbang di mana letak kebenaran cerita antara Dean dan juga Nachya.


“Nachya hanya kecewa saat mendapati kekasihnya memang bukan pria yang baik, Uti!” timpal Dean yang terus saja berkelit untuk menutupi kesalahannya.


Sedangkan akung Mario kali ini lebih terlihat mempercayai cerita Dean dari pada istrinya sendiri.


“Baiklah kalau memang seperti itu, Akung akan membicarakan hal ini secara baik-baik dengan Nachya!” timpal Akung Mario.


“Seharusnya kau tidak terburu-buru untuk menyatakan perasaanmu terhadap Nachya. Namun karena semua sudah terlanjut terjadi, Akung akan membicarakan jika perjodohan antara kau dengan Nachya memang benar adanya.”

__ADS_1


“Bahkan akung juga akan mempercepat pertunangan kalian berdua!” lanjut Akung Mario membuat Dean tersenyum penuh kemenangan.


“Papi!” panggil Uti Aleya dengan pandangan yang sangat tidak setuju.


“Kita akan membahas hal ini berdua di rumah sayang!” balas Akung Mario memberi kode kepada istrinya.


“Aku sangat lega mendengarnya Mario!” timpal Opa Krish yang terdengar sangat bahagia.


“Kalau begitu aku permisi dulu, Krish. Aku masih harus membicarakan hal ini dengan istriku!” ucap Akung Mario undur diri sambil mengajak istrinya pulang.


Selama perjalanan pulang Uti Aleya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap suaminya yang sangat berubah.


“Ck, seharusnya kau tidak perlu memberikan janji palsu kepada Krish dan Dean tentang perjodohan ini. Aku tidak ingin Nachya kembali kecewa, sayang!” ucap Uti Aleya sambil menyejajarkan langkahnya dengan Akung Mario.


“Aku tidak memberikan janji palsu sayang. Aku justru semakin mantap untuk menjodohkan mereka berdua!” balas Akung Mario.


“Kau semakin tua semakin keras kepala!” keluh Uti Aleya kesal.


Akung Mario hanya mengedikkan bahunya karena jika ia menimpali ucapan Uti Aleya, ia tidak ingin berujung cekcok di jalan. Sesampainya di rumah keduanya kembali membahas tentang perjodohan antara Nachya dengan Dean.


“Kau seharusnya mengerti Aleya sayang. Aku sangat ingin mempererat hubungan persahabatan dengan menjodohkan cucuku dengan cucu Krish!”


“Tapi ini tidak adil untuk Nachya, terlebih kita tidak berhak untuk mengatur hidup cucu kita ke depannya!” sanggah Uti Aleya.


“Jangan sampai karena egomu itu, keluarga kita terpecah sayang!”


“Lagi pula aku lebih mempercayai cerita Nachya dari pada Dean! Nachya ku tidak mungkin berbohong!” tegas Uti Aleya.


“Kau terlalu memanjakannya, Aleya! Lihat, Nachya sampai berani mengarang cerita demi mempertahankan hubungannya dengan Boy!” gertak Akung Mario yang terdengar sampai keluar rumah.


Nachya yang baru saja pulang kuliah tidak sengaja mendengar gertakan Akung Mario dan bergegas masuk ke dalam rumah.


“Nachya memang anak manja, tapi kali Nachya sama sekali tidak mengarang cerita hanya untuk mempertahankan hubungan Nachya dengan Boy, Akung!” tegas Nachya membuat Akung dan Utinya langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Nachya yang kini berdiri di pintu.


 

__ADS_1


__ADS_2