
Semua siswa kelas 12 kini sudah duduk di auditorium sekolah untuk menantikan hasil pengumuman kelulusan mereka. Para wali kelas juga sudah duduk berjejer dengan membawa amplop yang berisikan hasil kelulusan murid di kelasnya.
Miss Adel pun langsung naik ke atas podium dan mulai menyampaikan beberapa pra kata sebelum mengumumkan perolehan nilai terbaik dalam ujian tahun ini.
Setelah menyampaikan Sambutan nya, kini tiba saatnya ia mengumkan siswa terbaik yang sudah ditunggu-tunggu oleh semuanya.
"Siswa terbaik ke tiga dari kelas IPA diraih oleh..."
Semuanya terdiam sambil menduga-duga nama siapa yang akan disebutkan oleh Miss Adel.
"Arini!" teriak Miss Adel membuat hampir semuanya langsung tercengang dan menatap ke arah Arini dengan tatapan tidak percaya.
"What?! Arini?!" pekik Monica yang terdengar sedikit tidak terima.
Selama ini Arini sama sekali tidak pernah menduduki peringkat 5 besar di kelasnya. Jadi mana mungkin ia bisa duduk menjadi siswa dengan perolehan nilai terbaik ke 3.
Arini pun langsung berdiri dan naik ke atas podium.
"Dan selanjutnya, siswa terbaik ke dua diraih oleh..."
"Tristan!" lanjut Miss Adel yang langsung diiringi oleh gemuruh tepuk tangan teman-temannya.
Tristan pun ikut naik ke atas podium dan berdiri di samping Arini. Kini semuanya kembali menanti nama siapa yang akan disebut sebagai siswa peraih nilai tertinggi.
Semuanya mulai menebak-nebak antara Monica dengan Nachya yang namanya akan disebutkan oleh Miss Adel.
"Dan untuk siswa terbaik pertama dari Kelas IPA di raih oleh..."
"Monica!" teriak Miss Adel membuat semuanya langsung bertepuk tangan dengan sangat riuh.
Kali ini Nachya merasa sedikit kecewa saat bukan namanya lah yang disebut menjadi siswa terbaik dari Kelas IPA. Namun, cepat-cepat Nachya menguasai dirinya agar tidak larut dalam rasa Kecewa nya.
Selanjutnya diumumkan siswa terbaik dari kelas IPS dan Bahasa. Setelah menerima penghargaan dan juga tanda kelulusan, semua siswa terbaik pun kembali ke tempatnya masing-masing.
"Di antara yang terbaik, tentunya kami punya siswa yang paling terbaik di antara semuanya. Siswa yang memperoleh nilai paling tinggi, yang juga merupakan siswa teladan pada tahun ini..."
"Kita panggilkan Most Wanted Girl SMA Bright Shine, Bryonnachya Quiero!" ucap Miss Adel yang kali ini namanya disebutkan oleh Miss Adel.
"Nilai yang diperoleh Nachya kali ini nyaris sempurna. Tidak hanya itu, kami semua sebagai guru Nachya sangat bangga saat mendapatkan surat panggilan scholarship untuk Nachya dari University College London."
Semuanya langsung bertepuk tangan dan mengelu-elukan nama Nachya yang suaranya terdengar memenuhi auditorium. Nachya sendiri yang tidak menduga dengan pencapaiannya kali ini tidak tahu lagi harus berkata apa.
__ADS_1
Nachya langsung berdiri dan naik ke atas podium untuk menerima penghargaan dan juga bingkisan dari sekolah atas prestasinya kali ini.
"Selamat ya Nachya. Kau benar-benar sangat hebat!" ucap Pak Adit memberi selamat kepada Nachya.
Nachya pun membalas uluran tangan Pak Adit dan kemudian keduanya foto berdua untuk mengabadikan moment penting ini.
Setelah serangkaian acara di sekolah selesai, Nachya dan seluruh teman-temannya langsung bersiap untuk menuju tempat yang akan ia tuju.
Sesuai janji Nachya, ia sampai di rumah tidak terlalu sore. Tampak Akung dan utinya sudah menunggunya di ruang tamu. Kedatangan Nachya pun langsung disambut hangat dengan kedua Akung dan utinya.
"Selamat cucu kesayangan Akung. Kamu benar-benar hebat Nachya!" ucap Akung Dion yang langsung memeluk Nachya.
"Tentu saja hebat, bahkan Nachya selalu bikin kita semua bangga!" timpal Akung Mario.
"Sudah dong pelukin Nachya nya! Kita semua kan juga mau gantian melukin cucu dan mengucapkan selamat!" tepuk istri Akung Dion yang sudah lama tidak berjumpa dengan Nachya.
Kini Nachya benar-benar sangat dimanjakan dengan kedua Akung dan utinya. Berbagai hadiah dari mereka tampak berjejer di ruang tamu dan tentunya adalah barang-barang kesukaan Nachya.
Tak lama kemudian, Papa Belva dan Mama Ecca pun tiba bersama Boy.
"Waaah, kalo udah ketemu sama Akung dan utinya lengkap gini, Nachya pasti makin manja!" celetuk Papa Belva sambil menyalami orang tua dan juga mertuanya.
"Loh, memang harus manja dong. Nachya kan memang satu-satunya cucu kesayangan. Kamu ini gimana sih!" balas Akung Mario yang terdengar jelas di telinga Boy.
"Boy, hadiah buat aku mana dong!" tagih Nachya sambil menengadahkan tangannya.
"Baru juga dateng, udah ditagih aja!" jawab Boy yang langsung memberikan kotak hadiah untuk Nachya.
"Bukanya kalo nanti udah di London aja!" bisik Boy membuat Nachya mengerutkan dahinya.
"Kamu gak lagi ngerjain aku kan?" tanya Nachya yang dijawab Boy dengan gelengan kepalanya.
Boy pun melewati Nachya dan menyalami kedua Akung dan juga utinya. Namun, tiba-tiba saja Nachya mengatakan hal yang cukup membuat Akung dan utinya terkejut.
"Akung, uti, Nachya sekarang udah punya pacar loh!" ucap Nachya.
Boy cukup terhenyak dengan ucapan Nachya barusan. Begitu juga dengan papa dan juga mamanya. Sayangnya Boy sudah tidak dapat mencegah Nachya kali ini karena posisi mereka juga tidak sedang berdekatan.
"Oh, yaa?!" timpal utinya.
"Terus nanti kalo Nachya ke London gimana dong?" lanjutnya uti yang terdengar kurang setuju Nachya memiliki kekasih.
"Long distance relationship dong Uti. Iya kan, Boy? Jadi masih tetap bisa fokus belajar!" jawab Nachya.
__ADS_1
Boy langsung tergagap saat Nachya menyebutkan namanya. Sedangkan yang lain langsung menatap ke arah Boy sambil bertanya-tanya.
"Memangnya siapa pacar Nachya?" tanya Akung Dion.
"Boy dong. Siapa lagi?" jawab Nachya membuat Akung dan utinya sangat terkejut.
Sedangkan Papa Belva dan Mama Ecca hanya diam menantikan bagaimana reaksi kedua orang tua mereka saat ini.
"Apaaa?!!" pekik Akung dan utinya secara bersamaan.
"Akung gak setuju!" ucap Akung Dion yang langsung menyatakan penolakannya terhadap hubungan Nachya dengan Boy.
"Akung Mario juga sangat tidak setuju!"
"Apa kata orang nanti jika tahu abang adik malah pacaran!" lanjut Akung Mario membuat Nachya langsung menghela nafasnya panjang.
"Yaa jangan dengerin kata orang dong! Apalagi mereka cuma bisanya ngomong!" timpal Nachya dengan santai.
Akung Dion langsung menatap tajam ke arah Belva putranya.
"Belva, sepertinya kita harus berbicara!" ucap Akung Dion yang langsung mengajak Akung Mario menuju ruang kerja Belva.
Papa Belva hanya mengangguk dan mengikuti papa dan juga papa mertuanya. Tak lupa Belva mengamit lengan Boy untuk ikut bersamanya.
Sedangkan Nachya kini kembali duduk di tengah kedua utinya.
"Uti setuju kan kalo Nachya pacaran sama Boy?" tanya Nachya.
Uti Aleya pun langsung mengusap kepala Nachya dengan sangat lembut.
"Uti memang sangat terkejut dengan kabar yang Nachya sampaikan barusan!"
"Tapi Uti tidak akan melarang Nachya buat pacaran sama Boy!" lanjutnya lagi yang tidak ingin membuat Nachya sedih di hari kelulusan nya.
"Uti Dea juga gak melarang Nachya pacaran dengan Boy, asalkan Nachya tetap fokus belajar dan semangat untuk menggapai cita-cita Nachya!"
Ucapan utinya yang terdengar begitu menenangkan hati Nachya membuatnya langsung memeluk kedua utinya dengan sangat erat.
"Makasih banyak uti atas dukungannya. Nachya janji akan fokus belajar untuk meraih cita-cita Nachya!"
"Tapi tolong bantu Nachya ya buat rayu Akung biar gak ngelarang Nachya pacaran sama Boy!" pinta Nachya dengan nada manjanya.
"Siap deh! Apa sih yang gak uti kasih buat kamu!" jawab uti Aleya yang tentunya juga ditimpali dengan jawaban yang sama dengan Uti Dea.
__ADS_1