Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Cinta Monyet


__ADS_3

Boy langsung menuju ke food court dimana Nachya dan teman-temannya sedang menikmati ice cream. Dari kejauhan tampak di mata Boy saat Tristan menyuapi Nachya Ice cram dan Nachya juga tidak menolak suapan dari Tristan sedikit pun. Dengan geram Boy pun langsung mendekati Nachya dan mengajaknya pulang.


“Kita pulang Nachya, atau aku akan laporkan ke Mama kalau kamu sudah berbohong!” ancam Boy yang kini sudah berdiri di belakang Nachya.


“Boy!” gumam Ken terkejut mendapati Boy ada di sini. “Kamu siapanya Nachya?” tanyanya melihat Boy yang tampak begitu dekat dengan Nachya.


“Dia, abang aku!” jawab Nachya yang kemudian menarik tangan Boy untuk duduk di sampingnya.


“Boy, duduk dulu deh. Jangan langsung pulang gituh saja dong! Kan aku juga belum nonton!” rengek Nachya membuat Boy sedikit tidak tega.


“Tapi kamu tadi izin sama Mama cuma pergi sama Ruby. Kenapa ini jadi ada Ken sama Tristan?!” protes Boy.


“Yaelah, Boy. Begitu ajah dipermasalahin!” celetuk Tristan. “Toh perginya juga sama aku!”


“Tenang aja, Nach! Nanti aku yang akan bilang sama tante Ecca kalo kita memang gak sengaja ketemu di sini!” lanjut Tristan lagi membuat Boy semakin geram.


“Karena dia ketemu sama kamu, makanya harus cepet-cepet dibawa pulang! Aku gak mau Nachya dapet pengaruh buruk karena bergaul sama kamu!” balas Boy yang mulai mengibarkan bendera perang kepada Tristan.


“Ternyata Boy seposesif ini yaa! Pantes sih kalo menurut aku. Soalnya Nachya juga cantik banget!” puji Ken yang langsung mendapatkan cubitan dari Ruby.


“Apa maksud kamu, hah?!” tanya Ruby dengan wajah tidak suka.


“Pacar kamu marah tuh!” ucap Boy kepada Ken. “Mending kalian berdua ngedate aja deh biar makin mesra, dan Nachya pulang sama aku!”


Ucapan Boy kali ini langsung disanggah oleh Tristan yang duduk di sampingnya.


“Nachya gak akan pulang secepat ini karena aku mau traktir dia nonton di bioskop premier!”


“Nachya gak akan boleh nonton sama laki-laki, apalagi sama kamu!”


“Kenapa? Toh Tante Ecca sudah kenal aku dari kecil! Dan bisa saja kan bentar lagi Mama aku sama mama kamu jodohin aku sama Nachya!” balas Tristan ketus. “Terus masalahnya di mana?”


“Kalau Tante Ecca memang marah, aku siap kok buat dimarahin sama calon mama mertua aku!” lanjut Tristan lagi.


“Heh! Kalo mimpi jangan ketinggian, Bro! Aku gak akan pernah setuju kalo Nachya nikah sama cowok tengil kayak kamu!”


“Bodo amat! Aku gak butuh persetujuan kamu, meski kamu memang abangnya Nachya. Yang penting Om Belva setuju sama pinangan aku nantinya!” balas Tristan yang sama sekali tidak mau kalah dengan Boy.


Nachya yang melihat pertengkaran mereka sejak kecil pun hanya mampu menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


“Kamu lihat kan, Ruby! Mereka berdua ternyata tidak pernah berubah. Dari dulu sampai sekarang masih saja suka ribut dan bikin malu!” gumam Nachya.


“Bener banget, Nach. Dari pada kita ikutan malu, mendingan kita langsung beli tiket yuk!” ajak Ruby.


Nachya dan Ruby pun akhirnya meninggalkan food court lebih dulu. Sedangkan Ken masih asyik duduk sambil menonton duel mulut antara Boy dengan Tristan.


“Memang bener ya sama yang diomongin Tristan tadi?” tanya Ruby.


“Gak, lah! Dia kan selalu ngomong kayak begitu setiap ribut sama Boy sejak kita masih SMP. Aku sampai hafal di luar kepala tauk ucapan Tristan yang kayak gituh!” jawab Nachya.


“Tapi gimana kalo kalian bener-bener dijodohkan sama mama kalian?” tanya Ruby lagi.


“Emmm, gimana yaa?”


“Tristan itu cakep, baik, anaknya juga pinter. Cuma aku sudah jatuh cinta sama cowok lain, By! Meskipun kata orang mungkin cuma cinta monyet kali ya?” timpal Nachya yang menganggap perasaannya terhadap Boy hanyalah Cinta Monyet. Bukan tanpa alasan Nachya menganggap seperti itu.


Sedangkan Tristan yang kini sudah lelah menimpali Boy pun sedikit terkejut saat mendapatio Nachya yang sudah tidak ada di tempat.


“Nachya!” panggil Tristan yang langsung mengedarkan pandangannya mencarai keberadaan Nachya.


“Ya, itu anak sudah kabur!” gumam Boy yang langsung berdiri meninggalkan Tristan dan juga Ken.


“Cinta Monyet??”


“Kok bisa?” tanya Ruby.


“Soalnya aku jatuh cintanya sama gorila!” balas Nachya yang tanpa sengaja terdengar oleh Boy yang kini sedang mengejarnya.


Langkah Boy seketika terhenti mendengar ucapan Nachya barusan sampai Tristan hampir saja menabrak punggungnya.


Plak!


Tristan langsung memukul bahu Boy yang hampir tertabrak olehnya.


“Hampir aja aku peluk!” gerutu Tristan kesal.


“Diih, jijik banget dah!” balas Boy yang kembali berjalan mendekati Nachya.


“Nachya!” panggil Boy. “Ayo kita pulang!” ajaknya lagi.

__ADS_1


“Tapi Boy... Aku pingin banget nonton filmnya!” rengek Nachya.


“Yaudah, nonton sama aku! Ruby biar sama Ken!” timpal Boy yang langsung menarik tangan Nachya untuk menjauh dari Ruby dan yang lainnya.


“Hei, Terus aku bagaimana dong?!” teriak Tristan yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Nachya dan juga Boy.


“Udah, kamu kalo mau, nonton aja bareng kita! Nachya memang sekarang ini lagi susah di ajak main keluar gara-gara pernah nongkrong malem bareng aku!” ucap Ruby.


“Ck, kamu sih pakai ngajakin nongkrong Nachya!” gerutu Tristan menyalahkan Ruby.


“Aku pulang saja deh daripada jadi obat nyamuk kalian! Nanti aku langsung main aja ke rumah Nachya!”


Tristan pun langsung berbalik dan memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena jika tidak, dia pasti akan terus saja adu mulut dengan Boy.


Sedangkan Boy kini yang sedang berbunga-bunga pun menggandeng tangan Nachya dengan sangat erat.


“Boy, yang bayar tiketnya kamu kan?” tanya Nachya.


“Ya iya dong! Premier for you!” jawab Boy membuat senyum Nachya merekah.


“Sama nachos boleh?” tanya Nachya lagi.


“Boleh, sama potato strikes juga boleh!” jawab Boy membuat Nachya langsung memeluk lengan abangnya erat.


“Aiiih, suka deh Boy kalo jalan sama kamu! Aku jadi dijajanin terus! Memang kamu gak takut ya duitnya abis gara-gara aku?”


Boy hanya senyam senyum mendapati sikap manja Nachya kali ini. Meski Nachya memang begitu manja dengannya sejak kecil, tapi detik ini manjanya Nachya terasa sangat berbeda untuk Boy.


“Kalo Cuma buat nonton sama nachos mah gak akan habis, Nach!” balas Boy gemas.


“Tapi kan kamu baru saja borong piyama satu lusin buat aku, Boy!”


“Yaah, kan biar kamu gak gangguin papa sama mama malem-malem cuma buat nanyain kamu cantik atau enggak! Dasar Konyol!”


“Dasar Gorila! Salah siapa coba bilang aku jelek!” balas Nachya lagi.


“Tapi kamu suka kan sama gorila tampan kayak aku?”


...💕💕💕...

__ADS_1



__ADS_2