
“Udah siap dong sayaaaang!” jawab Boy dengan mantap.
“Kalau memang sudah pingin tanpa pengaman gak masalah kok, My Boo. Tapi nanti dikeluarin di luar ya!” bisik Nachya yang tampak belum siap memiliki anak.
“As you wish, baby!” balas Boy.
Akhirnya permaianan satu ronde mereka pun terjadi. Setelah itu mereka yang benar-benar sangat lelah langsung terlelap sambil saling memeluk satu sama lain.
🌟🌟🌟
Keesokan paginya, Nachya yang sudah biasa bangun pagi pun bergegas mandi lebih dulu dari Boy untuk menghindari hal yang tidak-tidak. Kemudian ia langsung turun ke bawah untuk membuat sarapan.
Mama Ecca yang menemui Nachya sudah berkutat di pantry sepagi ini pun begitu terharu melihat perubahan drastis putrinya. Jika dulu Nachya begitu mengandalkan Bik Surti dalam segala hal, kali ini ia benar-benar tampak sangat mandiri.
“Pagi sayaaaang!” sapa Mama Ecca mendekati Nachya.
“Pagi maaa!” Ecca langsung berbalik dan mencium pipi Mama Ecca sekilas.
“Mama mau sarapan susu atau havermouth?” tawar Nachya.
“Nachya juga udaah buatin salad loh buat mama, biasanya ibu menyusui ngemilnya harus banyak kan?”
Mama Ecca menghembuskan nafasnya yang begitu berat melihat perubahan putrinya yang semakin luar biasa. Tidak ada lagi Nachya yang manja, dan kini justru sebaliknya, Nachya tumbuh jauh lebih baik dari nya.
“Mama bangga sama kamu, sayang!” tutur Mama Ecca dengan mata yang berkaca-kaca.
“Ayolaaah mamaaa, Nachya kan juga belajar banyak dari mamaa!” balas Nachya sambil membuatkan susu hangat untuk suaminya. Papa Belva, dan juga Mama Ecca.
“Buat Nachya, mama yang paling the best. Karena kita adalah generasi Uti Aleya!”
Mama Ecca pun langsung tersenyum terharu mendengar ucapan putrinya.
“Apa Nachya bahagia?” tanya Mama Ecca kemudian sambil membantu putrinya menyiapkan sarapan.
“I’m so happy, mama! Ayolaah, jangan menampakkan wajah sedih seperti itu! Harusnya mama seneng dong Nachya sekarang ada di sini!”
“Mama seneng banget Nachya sayaang. Mama benar-benar sangat terharu melihatmu sekarang. Tapi mama juga sedih mengingat Nachya Cuma sebulan menghabiskan waktu bersama Mama, Papa, dan twin B di sini!” balas Mama Ecca sendu.
Nachya pun langsung memeluk Mama Ecca dengan manja. “Nachya janji akan pulang satu tahun sekali buat nengokin Papa, Mama, dan juga Twin B! Kan kalian juga bisa liburan kayak kemarin ke London!”
__ADS_1
“Doain Nachya bisa sukses di sana bareng sama suami Nachya. Nachya butuh doa dari papa dan mama buat kami!” permintaan Nachya kali ini membuat Mama Ecca langsung menangis.
“Mama dan Papa pasti akan selalu doain Nachya di manapun kamu berada sayang!”
Keduanya pun kembali berpelukan. Papa Belva dan Boy yang melihat pemandangan seperti itu di pantry pun turut terharu. Keduanya pun memutuskan untuk memberikan ruang untuk Mama Ecca dan Nachya menghabiskan waktu bersama. Papa Belva dan Boy pun akhirnya memutuskan untuk mengajak baby twin B jalan jalan di luar.
🌟🌟🌟
Setelah Nachya beserta keluarga dan teman-temannya yang menginap selesai sarapan bersama, tamu tamu mulai berdatangan. Kali ini yang pertama datang adalah Adit dengan Arini dengan membawa anak pertama mereka yang kini sudah berusia 6 bulan.
“Nachyaaa!” panggil Arini sambil menggendong putra pertamanya.
“Ariniii!” Nachya pun menyambut kedatangan sahabatnya yang kini telah menikah dengan Pak Adit, kakak dari Boy.
“Hai Kakak Ipar! Apa kabar?” tanya Nachya sambil memeluk Arini.
“Aku baru sadar jika statusku kini menjadi kakakmu, Nachya. Aku sangat baik adik iparku sayang!” balas Arini.
“Oh, iya siapa nama keponakan tampanku ini?” tanya Nachya kemudian.
“Waaah parasnya sangat mirip dengan Bang Adit yaaa.”
“Ups! Sorry Boy. A ku tidak bermaksud untuk menggoda istrimu ya!” ucap Adit yang langsung tersadar saat Boy menatap tajam ke arahnya.
“Gak masalah kok, Bang. Bang Adit apa kabar?” tanya Boy.
“Baik. Selamat ya atas pernikahan kalian.” Adit langsung menarik Boy untuk menjauh dari istrinya dan juga Nachya.
“Jujur Boy, aku sangat iri dengan hubungan kalian berdua!” ucap Adit sambil menepuk bahu adik laki-lakinya.
“Tapi aku sadar diri, kau sangat pantas bersanding dengannya. Jaga istrimu baik-baik, Boy. Karena jika tidak, aku akan menceraikan istriku dan merebut Nachya darimu!” ancam Pak Adit yang tidak mengalihkan pandangannya dari Nachya.
Boy langsung terkekeh pelan mendengarkan ucapan dari kakaknya barusan. “Aku sudah pasti akan menjaga istriku dengan baik. Dia adalah nyawaku, Bang!” tegas Boy.
Adit hanya bisa menghela nafasnya panjang mendengar ucapan Boy kali ini. Sudah tentu Boy akan menjaga Nachya dengan baik, bagaimana tidak? Siapa pun yang mendapatkan Nachya, maka akan melakukan hal yang serupa.
“Siapa nama keponakan tampanku itu, Bang?” tanya Boy kemudian.
“Namanya Alex Ryder!” jawab Adit.
“Wooow, kereeen! Selamat yaa atas kelahiran Alex. Aku doakan rumah tangga kalian selalu dalam kebahagiaan!” balas Boy.
__ADS_1
“Terima kasih, Boy. Aku doakan kau juga selalu bahagia bersama Nachya!” tukas Adit.
Tak lama kemudian teman teman Nachya dan juga Boy mulai berdatangan untuk memberi selamat kepada mereka berdua atas pernikahan mereka di London. Papa Hendy, Miss Adel dan calon suami Miss Adel pun juga turut serta meramaikan rumah Papa Belva hari ini. Akung Dion dan istrinya pun juga datang untuk memberi selamat atas pernikahan cucunya.
Sampai jam 2 siang, rumah Papa Belva baru sepi dari teman-teman Nachya dan juga Boy. Sedangkan Akun Dion dan istrinya masih berada di sana karena mereka belum pu4s untuk meluahkan kerinduan mereka dengan Nachya dan juga Boy.
Saat Akung dan Utinya beristirahat di kamar tamu, Boy pun langsung mengajak Nachya ke kamar. Kali ini tatapan Boy sedikit terlihat kesal membuat Nachya mengerutkan keningnya.
“Suamiku kenapa sih?” tanya Nachya sambil mengusap pipi suaminya yang kini duduk di sampingnya.
“Aku cemburu!”
“Cemburu? Apa yang harus dicemburui? Aku bahkan tidak dekat dengan lelaki manapun.” Protes Nachya.
“Tapi mendengarmu memanggil Pak Adit dengan panggilan Abang membuat hatiku panas, sayang!”
“Looh, aku kan hanya mengikuti suamiku! My Boo juga memanggil Pak Adit dengan sebutan Abang bukan?”
“Tapi aku tidak suka sayaaaang. Panggilan itu terdengar begitu mesra di telingaku.”
“Emmmh, jangan bilang kalau suamiku ini minta dipanggil abang yaaa?”
“Abang Boy!” bisik Nachya yang sengaja memanggil Boy dengan suara yang sedikit m3nd354h.
“Oh My God, sayang! Kau membuatnya terbangun!” balas Boy sambil menunjuk sesuatu yang sudah begitu sesak di dalam celananya.
“Bukankan aku lebih suka jika ia terbangun dari pada tidur?” tanya Nachya sambil mengedipkan matanya.
“Jangan salahkan aku jika kali ini aku kelepasan membuatmu hamil sayang!” bisik Boy yang kemudian menggendong Nachya ala koala dan membawanya ke atas tempat tidur.
“Aku juga tidak akan menyalahkan abang, karena aku juga siap untuk mengandung anakmu!” bisik Nachya.
Tanpa menunggu lama keduanya pun mulai mereguk kenikmatan surga dunia. Kali ini Nachya sudah menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk menjadi istri Boy meski usianya masih sangat belia.
Jika memang ia sudah diberi kepercayaan untuk menjadi seorang mommy, maka Nachya sudah sangat siap. Tapi jika belum, maka Nachya akan tetap fokus meraih cita-citanya menjadi arsitek muda.
🙏 Tamat 🙏
__ADS_1