
Boy kini menepikan motornya di restoran yang ada di tepi danau. Nachya sedikit tercengang saat mengetahui Boy mengajaknya makan di restoran yang menurutnya cukup mahal.
Bahkan Nachya hanya makan di sana jika papa Belva yang ajak. Jika tidak, Nachya lebih memilih makan di restoran padang dari pada harus merogoh kocek yang cukup lumayan.
“Boy, kamu dapet tip gede lagi ya dari klien sampai ngajakin aku makan di sini?” tanya Nachya sambil turun dari motor Boy.
“Ada deh!” jawab Boy yang enggan bercerita dengan Nachya jika selama ini ia memang menyisihkan uang sakunya khusus untuk mengajak Nachya makan di tempat mewah ini.
Meski tip yang Boy peroleh juga sudah terkumpul lumayan banyak, namun Boy sama sekali tidak mengutak utik uang tersebut karena ia masih punya mimpi untuk memiliki firma sendiri di kota besar lainnya.
Bagi Boy, mendapatkan Nachya bukanlah hal yang mudah. Setidaknya dia sudah bisa berdiri tegak tanpa papa Belva lagi untuk melamar Nachya menjadi istrinya suatu saat nanti.
“Yuk, kita masuk!” ajak Boy yang langsung menggenggam tangan Nachya dengan erat.
Genggaman Boy kali ini membuat Nachya menggelendot manja di lengan Boy sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Lagi-lagi Nachya tercengang mendapati Boy mengajaknya ke tempat VIP yang sangat romantis tepat di tepi danau. Pemandangannya paling indah dan spotnya sangat pas untuk berfoto.
“Boy!” panggil Nachya. “Kamu gak lagi kesambet kan?” tanya Nachya saat Boy menarik kursi untuk Nachya dan mempersilakannya untuk duduk.
“Gak dong, Nachya! Mana ada sih siang bolong begini setan keluyuran dan bikin orang kesambet?” tanya Boy yang kini sudah duduk tepat di depan Nachya.
“Tapi hari ini kamu so sweet banget loh Boy. Udah gitu waktu dan tempatnya cocok banget buat aku ngomong sesuatu sama kamu!” ucap Nachya membuat Boy langsung menggenggam tangan Nachya dan menahannya agar tidak menyatakan perasaannya lebih dulu.
“Nach!”
“Ada hal penting yang ingin aku sampaikan sama kamu!” ucap Boy yang sudah tidak ingin lagi menunda-nunda untuk menyatakan perasaannya terhadap Nachya.
Boy menarik nafasnya dalam dalam dan mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk mengungkapkan perasaan yang ia pendam selama ini.
“Aku cinta sama kamu, Nach!” ucap Boy yang terdengar begitu jelas di telinga Nachya dan seketika membuat jantung Nachya berdegub tidak menentu.
Nachya menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang Boy ucapkan barusan. ‘Aku gak salah denger kan apa yang diucapin sama Boy barusan?’ tanya Nachya dalam hati.
‘Boy bilang dia cinta sama aku kan?’
‘Ini nyata kan, bukan mimpi?’ batin Nachya lagi sambil mencubit pipinya sendiri.
__ADS_1
“Aw!” pekik Nachya kesakitan sambil mengusap pipi kirinya pelan.
Tingkah konyol Nachya barusan membuat Boy mengulum senyumnya dan semakin berani menyatakan ulang perasaannya.
“Aku bener-bener cinta sama kamu, Nachya. Bahkan rasa cinta ini ada sejak aku melihatmu lahir di dunia!” ucap Boy lagi membuat mata Nachya mulai berkaca-kaca.
“Aku sangat bersyukur saat mengetahui jika kau bukanlah saudara kandungku. Kau tahu, apa alasanku meminta papa untuk bersekolah di Ausie?” tanya Boy yang langsung Nachya jawab dengan gelengan kepala.
“Karena aku ingin menepis rasa cintaku padamu yang semakin hari semakin membuncah tak tentu arah.”
“Aku sadar diri jika aku tidak boleh jatuh cinta dengan adik kandungku sendiri. Hatiku selalu kalang kabut tidak karuan karena melihatmu yang semakin cantik setiap hari.”
“Terlebih sifat manjamu yang membuat aku sangat tersiksa dengan perasaan bersalah karena mencintaimu, Nach!”
“Inilah alasanku yang tidak pernah memberimu kabar selama 3 tahun di Ausie dan melarangmu untuk mengunjungiku di sana!”
Tangan Boy kini menggenggam tangan kanan Nachya dan mencium punggung tangan Nachya hingga membuat hati Nachya berdesir tak menentu.
“Tapi kini, aku tidak lagi tersiksa dengan perasaan bersalah karena berani mencintai gadis cantik sepertimu, Nachya!” ucap Boy.
Jika dulu Nachya selalu beranggapan siapa pun yang akan menjadi dermaga cinta Boy, dia pasti akan merasa sangat beruntung dan bahagia. Kini keberuntungan dan kebahagiaan itu ternyata jatuh pada dirinya sendiri.
“Aku sadar, mencintaimu dan mendapatkanmu bukanlah hal yang mudah untukku. Semua orang mengenal kita sebagai abang dan adik kandung.”
“Bahkan papa dan mama juga memperlakukan kita sama di mata mereka. Tapi Nachya, aku akan berusaha semaksimal mungkin sampai mendapatkan restu dari papa dan mama untuk mempersuntingmu menjadi istriku, suatu hari nanti.”
Kali ini Nachya benar-benar tidak menduga jika Boy akan menembaknya seromantis ini. Boy yang ia kenal jutek, dingin, ternyata bisa mengungkapkan seluruh perasaannya segamblang ini kepadanya.
“Boy!” panggil Nachya dengan suaranya yang sedikit tercekat.
“Aku speechless!” lanjut Nachya yang benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun kata romantis untuk membalas pernyataan Boy.
Boy hanya tersenyum melihat Nachya yang salah tingkah di depannya.
“Gak perlu dijawab, Nach! Toh aku juga udah tau kok kalau kamu juga punya perasaan yang sama!” timpal Boy membuat Nachya mengerutkan dahinya.
“Masa’ sih?” tanya Nachya tidak percaya. “Emang tau dari mana?”
__ADS_1
“Kalo perasaan aku gak sama kayak kamu gimana?” tanya Nachya yang membuyarkan keromantisan mereka berdua.
“Ck, jelas taulah! Emang kalo gak cinta sama aku, kamu mau cinta sama siapa lagi?” tanya Boy yang langsung memberi kode kepada waiters untuk membawakan makanan yang sudah ia pesan sebelumnya.
Nachya terkekeh pelan mendengar kenarsisan Boy kali ini. “Tapi Boy, aku beneran gak cinta loh sama kamu!” ucap Nachya membuat Boy langsung menatap ke arahnya tajam.
“Kamu serius gak cinta sama aku, Nach?!” tanya Boy dengan wajah yang mulai terlihat pucat. Boy langsung melepaskan tangan Nachya dan langsung memindahkan duduknya di samping Nachya.
“Bukannya waktu di mall sama Ruby kamu bilang kalo kamu jatuh cinta sama gorila! Yang kamu sebut gorila kan cuma aku!”
Nachya pun menghela nafasnya panjang setelah mengetahui dari mana Boy mengetahui jika ia memang mencintainya.
‘Oh, jadi Boy tau dari mulut aku sendiri? Ternyata selama ini Boy udah tau kalo aku jatuh cinta sama dia?’ gumam Nachya dalam hati.
“Nah, kalo itu emang bener. Aku memang cintanya sama gorila! Cinta banget malah!” ucap Nachya membuat Boy gemas.
Tanpa pikir panjang lagi Boy langsung menarik tengkuk Nachya dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir Nachya.
Cup!
Ciuman sekilas dari Boy mendarat sempurna membuat jantung Nachya terasa seperti berhenti seketika.
“Boy!” suara Nachya yang terdengar berbeda di telinga Boy membuatnya semakin berani mendaratkan kecupannya untuk yang kedua kalinya.
Cup!
Kecupan kedua Boy kali ini membuat wajah Nachya berubah seperti kepiting rebus.
“Kamu nakal banget ya, Nach! Berani-beraninya ngerjain aku!” ucap Boy sambil menatap Nachya secara intens.
“Tapi kamu lebih nakal Boy!” balas Nachya sambil mengusap bibirnya.
“Tapi kamu suka kan?” bisik Boy membuat Nachya merasakan 9elenyar aneh di tubuhnya.
“Ck, apaan sih!” gerutu Nachya sambil mendorong Boy agar sedikit menjauh darinya.
Untung saja waiters datang membawakan makanan yang sudah dipesan oleh Boy. Jika tidak, Nachya pasti sudah semakin salah tingkah di dekat Boy.
__ADS_1
💕💕💕