Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
The Day


__ADS_3


"Nachya sayang, sudah siap?" tanya Mama Ecca yang siap untuk membawa Nachya keluar dari ruang make up menuju ke hall.


"Aku gugup banget Ma!" balas Nachya.


"Gak usah gugup, Boy udah nungguin di luar sama papa. Yuk sayang!" ajak Mama Ecca sambil mengamit lengan Nachya.


Nachya dan Mama Ecca pun kini mulai keluar dari ruangan untuk menuju ke Hall Karena pernikahan mereka akan segera dihelat.


Saat pintu ruangannya terbuka, tampak Boy sudah berdiri di sana menantikan Nachya dengan senyum terindahnya.



"Tuh dia, Boy!" tunjuk Mama Ecca membuat Nachya kini mulai salah tingkah.


Perlahan Nachya berjalan ke arah Boy sambil mengulum senyumannya. Gaun pernikahan Victoria yang kini dikenakan oleh Nachya membuatnya terlihat sangat cantik di mata Boy kali ini.



"Gaun aku lucu banget gak sih Boy?" tanya Nachya saat ia sudah berdekatan dengan Boy.


"Cantik banget, Nach! kamunya senyum dong. Jangan manyun gituh!" balas Boy.


Boy yang menangkap kecanggungan di wajah Nachya pun langsung mengamit lengannya dan mengajaknya masuk ke dalam. Kali ini Papa Belva langsung yang akan Menikah kan Putrinya.


Mama Ecca yang melihat kedua anak yang sudah ia besarkan masuk ke dalam hall pun merasa sangat terharu. Ia tidak menyangka jika akhirnya mereka berdua benar-benar menikah.


Prosesi pernikahan pun berjalan dengan sangat khidmat. Alunan doa untuk kedua mempelai pun terus mengalir untuk kebahagiaan mereka.


Boy sendiri sudah berjanji kepada Papa Belva dan Mama Ecca untuk selalu menjaga Nachya dan bertanggung jawab penuh atas segala kehidupan Nachya ke depannya.


Setelah prosesi pernikahan selesai, Nachya pun langsung mencium tangan Boy dan dibalas Boy dengan mencium kening Nachya.


"Hai istri kecilku!" sapa Boy yang seketika merekahkan senyuman Nachya.


"Hai suami!" balas Nachya.


Tanpa aba-aba lagi Boy langsung mendaratkan ciumannya tepat di bibir Nachya.


Hal yang sudah sangat lama mereka inginkan, akhirnya kini sudah dilegalkan.


Ini adalah pertama kalinya untuk mereka dan Boy melakukan dengan sangat lembut dan tentunya tidak begitu lama.


"Kita lanjutin nanti lagi yaa!" ucap Boy sambil mengusap bibir Nachya.


Nachya pun hanya mengangguk sambil tersipu malu.


Kini waktunya para tamu undangan memberikan selamat kepada kedua mempelai dan kemudian dilanjutkan dengan foto keluarga.

__ADS_1


Akung Mario tampak didorong oleh Uti Aleya menuju ke mempelai untuk memberikan ucapan selamat.


"Se-la-mat!" ucap Akung Mario terbata bata.


"Thanks Akung!" Jawab Boy sambil melingkarkan tangannya di pinggang Nachya.


"Ma-Af-kan a-kung!" ucapnya lagi.


"Nachya udah maafin Akung demi Uti Aleya!" jawab Nachya.


Uti Aleya pun langsung memeluk cucu kesayangan nya dan memberikan ucapan selamat.


Setelah berbagai rangkaian acara pernikahan Boy dan Nachya, kini para tamu undangan satu per satu mulai undur diri. Sedangkan Mama Ecca dan Papa Belva pun juga mulai bersiap untuk kembali pulang.


Dengan santainya Nachya pun mengikuti langkah kedua orang tuanya yang hendak pulang ke rumah. Merasa diikuti oleh Putrinya, Papa Belva dan Mama Ecca pun menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Nachya mau ke mana?" tanya Mama Ecca.


"Pulang bareng Mama!" jawab Nachya dengan santainya.


Papa Belva pun langsung mengerutkan dahinya sambil celingukan mencari Boy.


"Boy mana?" tanya Papa Belva kemudian.


Nachya pun hanya mengedikkan bahunya menjawab pertanyaan dari Papanya.


"Tauk deh pa. Katanya sih tadi mau ke toilet. Cuma kok lama banget ya!"


Tak lama kemudian Boy yang baru saja dari toilet pun mendekat ke arah Nachya dan merangkul istrinya.


"Maaf yaa sayang. Jadi nunggu lama."


"Papa, Mama hati-hati ya pulangnya!" lanjut Boy lagi sambil melambaikan tangannya.


"Loh, emang kita gak pulang bareng mereka, Boy?" tanya Nachya yang langsung di jawab dengan gelengan kepala.


"Tentu aja enggak, Nachya sayang! Nanti kalo langsung pulang ke rumah yang ada aku kena hukuman lagi sama kamu gak bisa sekamar bareng!" balas Boy yang sudah tahu rencana Nachya yang ingin menghukum Boy.


"Iiiih, kamu tau dari mana emangnya?" tanya Nachya kesal.


Seingat Nachya, Boy sudah berangkat kuliah saat ia mengatakan ingin memberikan hukuman untuk Boy.


Boy hanya tersenyum dan langsung mengangkat tubuh Nachya ala bridal style.


"Dari Papa Belva!" jawab Boy yang sudah tidak ingin berbohong lagi dengan Nachya.


"Diiiih, Papa nih kenapa bocor banget siiih!" gerutu Nachya kesal.


"Gak usah protes Nachya! Sekarang udah waktunya kamu nurut sama aku!"

__ADS_1


"Tapi kan kamu tetap harus aku kasih hukuman Boy!" tegas Nachya tidak mau kalah.


"Nanti kalo udah di rumah, kamu bisa kok kasih hukuman apapun semau kamu Nach. Yang penting sekarang kita tidur satu kamar!" jelas Boy membuat Nachya menelan ludahnya kasar.


Kini mereka berdua sudah memasuki lift yang akan mengantar mereka berdua ke kamar yang sudah disiapkan oleh Papa Belva sebagai hadiah pernikahan mereka berdua.


"Boy!" panggil Nachya yang terus memandangi wajah tampan suaminya.


"Iya sayang!"


"Ini mimpi gak sih?" tanya Nachya membuat Boy langsung merasa gemas.


"Bukan mimpi, Istriku sayang! Bahkan aku udah siap loh buat..."


Boy menjeda kalimatnya karena suaranya tiba-tiba tercekat.


"Siap buat apa Boy?" tanya Nachya.


"Emmm, buaaat apa yaaa?" Bukannya menjawab pertanyaan Nachya, Boy justru balik bertanya.


"Diih kamu mah ditanya malah balik tanya! Gimana sih?!" gerutu Nachya sambil memanyunkan bibirnya.


Pintu lift pun terbuka dan Boy langsung membawa Nachya menuju kamar yang sudah di reservasi Papa Belva untuk mereka.


Sebuah kamar presidential suite yang di dekor ala kamar pengantin membuat Nachya dan Boy sangat takjub melihatnya.


Perlahan Boy melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam dan merebahkan Nachya di atas ranjang King size yang penuh dengan taburan bunga.


"Kado dari Papa romantis banget sih!" gumam Nachya sambil mengedarkan pandangannya menelisik setiap sudut ruangan.


"Tapi kata Mama Ecca, kado dari dia juga lebih romantis loh sayang!" timpal Boy yang tak lepas memandangi Nachya lekat-lekat.


"Emang apaan?" tanya Nachya penasaran.


"Katanya sih ada di dalam lemari!" jawab Boy yang kemudian beranjak untuk membuka isi dalam lemari.


Namun saat melihat yang ada di dalam lemari, Boy langsung menelan ludahnya kasar dan cepat-cepat menutup kembali lemarinya rapat-rapat.


'Apa sih maksudnya mama Ecca? Kenapa kado romantis dari Mama malah bikin aku gemeteran gini sih!' gumam Boy dalam hati saat mendapati isi dalam lemari penuh dengan pakaian kurang bahan untuk Nachya.


"Boy, kado dari Mama Ecca apa emangnya?" tanya Nachya yang kini sudah berdiri tepat di belakang Boy.


Pertanyaan Nachya kali ini membuat Boy tergagap menjawabnya.


"Ternyata gak ada sayang, kayaknya aku salah denger deh!" balas Boy yang langsung mendorong tubuh Nachya menjauh dari almari.


"Masa' sih gak ada Boy?" tanya Nachya tidak percaya.


"Coba aku cek di lemari!" lanjut Nachya.

__ADS_1


"Jangan Nach!" teriak Boy.


Sayangnya gerakan Nachya lebih cepat dari perkiraan Boy. Tangannya kini sudah membuka pintu lemari dan melihat apa yang disiapkan Mamanya di dalam sana.


__ADS_2