Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Keputusan Dean


__ADS_3


“Opa memintaku untuk memutuskan hubunganku denganmu, Lou!” ucap Dean saat mereka berdua sudah berada di cafe.


“Bukankah memang sedari dulu Opa Krish selalu memintamu untuk memutuskan hubungan denganku?” balas Louryn yang hafal betul dengan permintaan Opanya Dean.


“Benar, dan kali ini aku akan menuruti keinginan Opa!”


Ucapan Dean barusan bagaikan petir yang menyambar telinga Louryn. Matanya membeliak sempurna sambil memandang ke arah Dean tidak percaya.


“Jangan main-main dengan ucapanmu, Dean!” sarkas Louryn tidak terima.


“Satu tahun bukan waktu yang sebentar, Dean. Bukankah kau juga berjanji untuk mempertahankan hubungan kita di depan Opa?” tanya Louryn menyalak.


Ia benar-benar tidak habis pikir dengan ucapan Dean barusan. Selama ini Dean selalu memanjakannya dengan segala fasilitas yang ia punya. Bahkan tidak jarang Louryn menginap di Flat house milik Dean dan menghabiskan waktu bersama.


Hubungan mereka bahkan sudah diketahui oleh seantero kampus UCL sampai mereka dinobatkan sebagai pasangan kekasih yang paling mesra karena hampir tidak pernah bertengkar.


“Sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini, Dean?”


“Apa karena wanita yang kau antar ke kampus tadi?”


Dean mengusap wajahnya kasar, ia tidak tahu harus menceritakan apa. Louryn yang ia kenal adalah wanita yang memiliki ambisius yang tinggi. Ia berani melakukan apa saja demi sesuatu yang ia inginkan.


Dan kali ini ia tidak ingin Louryn mencelakai Nachya jika ia memberi tahu tentang rencana Opanya yang ingin menjodohkannya dengan Nachya yang jauh lebih cantik dari Louryn.


“Bukan!” jawab Dean dengan tegas.


“Ini bukan karena wanita mana pun. Melainkan murni karena aku ingin menuruti permintaan Opa!” jelas Dean.


“Maafkan aku Louryn, segala fasilitas yang Opa berikan akan dicabut jika aku masih berhubungan denganmu!” lanjut Dean memberikan alasan.


Louryn memandang kedua netra Dean secara intens untuk melihat kebenaran dari penjelasannya barusan. Sayangnya Louryn tidak melihat kebohongan dalam sorot mata Dean kali ini.


“Lalu siapa wanita yang kau antar tadi?” tanya Louryn.


“Bukan siapa-siapa, Lou. Dia adalah sepupu perempuanku!” jawab Dean membuat Louryn mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


“Sepupu perempuan?”


“Sejak kapan kamu memiliki sepupu perempuan, Dean?” tanya Louryn menyelidik.


“Aku memang belum menceritakan kepadamu tentang hal ini. Yang jelas saat ini aku diminta Opa untuk fokus belajar dan menjaga sepupu perempuanku itu!” jawab Dean.


“Apa kau masih mencintaiku, Dean?”


Dean terdiam sejenak untuk mencari jawaban dari pertanyaan Louryn dalam hatinya. Sayangnya kali ini entah kenapa rasa cintanya dengan Louryn hilang begitu saja tanpa sisa. Padahal sebelumnya ia dan Louryn bagai dua sejoli yang susah untuk dipisahkan.


Dimana ada Louryn, maka disitu pasti ada Dean. Kecuali jika Opanya sedang berada di London, sudah pasti mereka akan menjaga jarak.


Diamnya Dean kali ini membuat Louryn membuat kesimpulan jika Dean pasti masih sangat mencintainya seperti sebelumnya.


“Ada banyak jalan menuju Roma, Dean. Yang jelas aku sama sekali tidak ingin berpisah darimu!” ucap Louryn sambil mengusap jemari Dean.


“Kita masih bisa  menjalani hubungan backstreet di belakang Opamu bukan?” tanya Louryn lagi membuat Dean kini menghela nafasnya panjang.


“Masalahnya Opa Krish akan menetap di London untuk beberapa bulan ke depan, Lou!” balas Dean membuat Louryn kini sangat terkejut.


“Apaa?!!!” pekik Louryn sambil memijam keningnya.


“Kali ini aku mohon mengertilah dengan keadaanku, Louryn! Aku benar-benar tidak bisa mempertahankan hubungan kita. Maafkan aku!” ucap Dean sambil meninggalkan Louryn yang masih hanyut dalam rasa terkejutnya.


Dean harus segera meninggalkan Louryn demi kembali ke kampus untuk menjemput Nachya. Kali ini ia tidak mau kehilangan kesempatan mendekati Nachya, wanita yang baru ia temui namun sudah berhasil memikatnya hanya dengan pesona kecantikan Nachya.


Tepat saat mobil Dean berhenti di depan gedung rektorat, Nachya tampak keluar dari pintu dan siap untuk melangkah pulang. Secepat kilat Dean keluar dari mobilnya dan menghampiri Nachya.


“Nachya!” panggil Dean sambil menahan lengan Nachya untuk menghentikan langkahnya.


Nachya pun berbalik dan melepaskan tangan Dean yang masih memegang lengannya.


“Aku sudah berjanji dengan Akung Mario untuk mengantarkanmu kembali dengan selamat. Aku mohon masuklah ke mobil!” pinta Dean.


“Tapi aku ingin berkeliling untuk melihat suasana kampus!” balas Nachya.


“Akan aku temani!”

__ADS_1


“Tidak perlu, Dean! Aku bisa melakukannya sendiri!” tolak Nachya.


“Tidak bisa Nachya! Aku harus tetap menemanimu hari ini. Jika tidak, Opa Krish akan marah besar denganku!” desak Dean membuat Nachya mau tidak mau harus menuruti permintaan Dean kali ini.


Dean pun langsung membukakan pintu mobilnya untuk Nachya dan mempersilakan masuk ke dalam. Setelah itu Dean langsung mengemudikan mobilnya untuk berkeliling area kampus.


Kali ini Dean menjelaskan gedung apa saja yang mereka lewati. Mulai dari perpustakaan utama, gedung perkuliahan, cloisters utara, UCL front quad sampai ke atrium umum pusat siswa. Setelah mengelilingi hampir setiap area di kampus, Dean sengaja menjalankan mobilnya menuju ke Bloomsbury Cafe yang tidak jauh dari kampus.


Cafe romantis yang biasa di datangi para kalangan mahasiswa yang sedang dimabuk asmara.


“Kita mampir sebentar gak masalah kan?” tanya Dean yang langsung dijawab dengan gelengan kepala Nachya karena kebetulan ia juga merasa sangat haus.


Setelah memesan 2 cangkir coklat hangat, Nachya duduk berhadapan dengan Dean tepat di samping jendela kaca. Tidak ada percakapan yang berarti di antara mereka berdua karena Nachya lebih memilih diam untuk menikmati coklat hangatnya. Sedangkan Dean sesekali mencuri pandang ke arah Nachya sambil memainkan ponselnya di atas meja.


“Apa kau masih ingin aku ajak untuk mengelilingi London?” tawar Dean.


“Tidak, Dean. Aku lelah dan ingin segera beristirahat. Penerbangan kemarin masih membuatku jet lag!” jawab Nachya yang langsung diangguki oleh Dean,


“Oh iya Nachya, bisa aku minta nomor ponselmu?” tanya Dean lagi sambil menyodorkan ponselnya ke arah Nachya.


Nachya pun langsung meraih ponsel Dean dan mengetikkan nomor ponselnya.


“Hubungi aku kapan pun kau membutuhkan aku, Nachya!” ucap Dean yang langsung mengirimkan pesan kepada Nachya.


“Oke, terima kasih Dean!” jawab Nachya singkat.


Selepas menikmati coklat hangat, Dean pun mengantar Nachya pulang.


Sesampainya di flat house Nachya, tampak Opa Krish sedang berkunjung di sana dan bercengkerama dengan Akung Mario.


“Lihat kedua cucu kita!” ucap Opa Krish sambil menunjuk ke arah Dean yang kini sedang membukakan pintu untuk Nachya.


“Mereka tampak serasi sekali bukan?” lanjutnya yang langsung dijawab dengan anggukan kepala Akung Mario.


“Benar katamu, Krish. Terlebih cucumu juga tampak sangat perhatian dengan Nachya!” balas Akung Mario.


“Ayolah Mario, apa kau tidak lihat bagaimana cantiknya cucumu itu. Mana mungkin Dean bisa menolak pesonanya?” lanjut Opa Krish.

__ADS_1


“Bagaimana jika kita agendakan untuk kencan buta mereka berdua?” tanya Opa Krish yang tentunya langsung disetujui oleh Akung Mario.


__ADS_2