
“Dean!” panggil Akung Mario dari luar rumahnya.
“Iya akung, ada apa?” tanya Dean datang dengan tergopoh-gopoh menyambut kedatangan Akung Mario.
“Jelaskan semua ini!” Akung Mario menunjukkan gambar di ponselnya yang baru saja dikirimi oleh Nachya.
Betapa terkejutnya Dean saat melihat fotonya dengan Louryn ada di layar ponsel akung Mario. Tidak hanya Dean, Opa Krish juga sangat terkejut dengan apa yang ia lihat di ponsel sahabatnya. Terlebih saat melihat video rekaman yang ada di tangan Akung Mario.
‘Sial! Ternyata Nachya diam-diam mengambil gambarku dan merekam semua percakapanku dengan Louryn tanpa aku ketahui!’ gerutu Dean dalam hati.
‘Mati aku kali ini! Opa Krish pasti akan marah besar setelah mengetahui semua ini!’
Dugaan Dean kali ini benar adanya Opa Krish langsung memarahinya habis-habisan. Bahkan kemarahannya lebih mengerikan dari pada kemarahan Akung Mario tadi.
“Bukankah Opa sudah bilang berkali-kali padamu untuk tidak lagi berhubungan dengan Louryn!”
“Lama-lama habis harta Opa karena terus saja kau hamburkan untuk perempuan itu!” gertak Opa Krish.
“Aku sudah memutuskan Lou sejak lama, Opa. Tapi saat dia tahu jika Dean mencintai Nachya, dia mengancam akan mencelakai Nachya!” jawab Dean membuat semuanya terhenyak mendengarnya.
“Dean tidak ada cara lagi selain meladeni kegilaan Louryn demi keselamatan Nachya!” jelas Dean.
Lagi-lagi Akung Mario tidak mempermasalahkan perihal foto dan video tersebut. Kini ia justru berterima kasih kepada Dean yang sudah rela berkorban demi keselamatan Nachya.
“Maaf Mario, Aku kelepasan dalam mengawasi cucuku kali ini!” tukas Opa Krish.
“Tidak masalah Krish. Aku justru berterima kasih karena Dean sudah mau berkorban demi Nachya!”
“Hanya saja Nachya kini pasti sangat marah dan kecewa padaku!” balas Akung Mario gusar.
“Kembalilah dan minta maaf dengan Nachya! Jangan sampai ia tenggelam dalam rasa kecewanya terhadapmu! Bisa-bisa nanti rencana kita gagal total!” ucap Opa Krish yang langsung diangguki oleh Akung Mario.
“Baiklah kalau begitu aku kembali dulu!” balas Akung Mario yang segera kembali ke rumahnya.
Akung Mario kini menganggap semua ini hanyalah kesalah pahaman dan tidak perlu ada yang disalahkan dalam masalah ini baik Nachya maupun Dean. Bahkan Akung Mario mengira jika kemungkinan besar Nachya merasa sangat cemburu saat melihat kedekatan Dean dengan Louryn.
“Jika Nachya cemburu, berarti dia sudah ada perasaan khusus dong terhadap Dean?” gumam Akung Mario.
“Aku menyesal sudah menamparnya tadi, aku harap ia mau memaafkan kesalahanku kali ini!” lanjut Akung Mario.
Sayangnya sesampainya di rumah, ia tidak lagi mendapati Nachya di sana karena ia baru saja pergi dengan membawa semua barang-barang miliknya. Tidak hanya itu, istrinya juga matanya tampak sangat bengkak karena menangisi kepergian Nachya.
__ADS_1
Kini hawa dingin menyelimuti hubungan antara Akung Mario dan Uti Aleya.
☘️☘️☘️
Sudah dua minggu Nachya tinggal di asrama. Kali ini ia satu kamar dengan si kembar Yuri dan juga Yuki dari Jepang. Mereka bertiga sama-sama mengambil kelas yang sama di Kampus UCL.
“Nachya, ayo kita pergi mengelilingi London. Musim dingin kali ini sayang untuk dilewatkan!” ajak Yuri sambil menarik selimut Nachya.
“Aku malas Yuki, kau saja yang pergi dengan Yuri!” balas Nachya sambil menarik kembali selimutnya.
“Ck, kau ini sudah 2 minggu bersama kami masih saja belum bisa membedakan. Aku ini Yuri, Nachya bukan Yuki!” jelas Yuri.
“Kalian sama saja, mau Yuki atau Yuri. Yang jelas aku sangat mengantuk dan ingin bermalas-malasan di kamar!” balas Nachya.
“Ayolah, Nachya. Bukankah besok kita akan ada acara ke Epping Forest. Setidaknya hari ini kita menyiapkan perlengkapan kita!” ajak Yuki.
“Benar kata Yuki, bangunlah Nachya! Yuk kita main ke Westfield London!” sahut Yuri.
Akhirnya, Nachya pun menyibakkan selimutnya sambil menggeliat kan tubuhnya. “Baiklah, aku akan mandi dengan kilat!”
Di sisi lain, kini Boy dan ke empat temannya sudah menginjakkan kakinya di London Heathrow Internasional Airport. Kedatangan mereka pun langsung disambut oleh pihak Oxford University.
Jika saat di Indonesia ia begitu merindukan Nachya, kini rasa rindu itu justru semakin membuncah. Ia langsung mengaktifkan ponselnya dan segera melacak keberadaan Nachya melalui email yang masih tertaut di ponsel Boy.
‘Nachya, I’m coming for you, baby!’ gumam Boy dalam hati.
“Boy!” teriak orang tersebut sambil mendekat ke arah di mana Boy berdiri.
Boy langsung mengalihkan pandangannya ke asal suara yang memanggilnya.
“Mr Kevin!”
“Welcome to London Boy!” sambut Mr Kevin sambil memeluk Boy dengan sangat erat.
“I’m so proud of you, Boy!” lanjutnya lagi yang tampak sangat gembira menyambut kedatangan Boy.
Setelahnya Mr. Kevin pun meminta izin pada pihak kampus untuk membawa Boy ikut bersamanya karena memang ia juga sudah menyiapkan flat house sederhana untuk Boy.
Boy kini merasa sangat bersyukur bertemu dengan orang baik seperti Mr. Kevin. Tidak hanya flat House yang disiapkan untuknya, bahkan Mr Kevin juga menyiapkan mobil dinas untuk Boy.
Selain melanjutkan kuliahnya di Oxford University, Boy juga sudah diterima sebagai konsultan hukum di perusahaan milik Mr. Kevin.
“Mr. Kevin, saya sangat berterima kasih atas kebaikan Anda selama ini.”
“Tidak perlu sungkan, Boy! Ini memang hak yang kau dapatkan sebagai konsultan hukum di perusahaanku!” jelas Mr Kevin.
“Oh iya, bagaimana jika mampir dulu ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa keperluanmu di flat house nanti?” tawar Mr. Kevin yang langsung diangguki oleh Boy.
__ADS_1
Kini keduanya pun saling bertukar cerita membicarakan tentang perusahaan Mr Kevin yang ada di London. Sesekali Boy sambil mengecek ponselnya untuk mengetahui titik keberadaan Nachya.
Betapa terkejutnya Boy saat terlihat di layar ponselnya jika Nachya sedang menuju ke arah yang sama dengannya. Hanya melihat titik keberadaan Nachya saja membuat debaran jantungnya mulai tidak menentu.
Apalagi saat ia benar-benar melihat Nachya dari jarak yang sangat dekat, namun tidak bisa untuk ia gapai sementara waktu karena janjinya pada Akung Dion. Boy pun kemudian iseng untuk mengirim pesan kepada Nachya untuk menanyakan keberadaannya.
✉️ Boy
Hai, sayang. Lagi sibuk ya?
Baru saja pesannya terkirim, balasan Nachya secepat kilat masuk ke dalam ponsel Boy.
✉️ Nachya
Hai juga sayang, aku sibuk merindukanmu. 😍
Boy langsung mengulum senyumnya membaca balasan pesan dari Nachya. Ia pun langsung mengetik pesan balasannya untuk Nachya. Kali ini Boy mengetiknya dengan gemas mengingat jarak mereka sudah tidak jauh lagi.
✉️ Boy
Aku cium loh. Emuah. 😘
✉️ Nachya
Pelit amat! Masa’ ciumnya cuma satu kali, sayang 😒
✉️ Boy
Nanti kalo kita ketemu, aku akan cium yang lama di pipi dan kening kamu. Gimana? 😚
✉️ Nachya
Awas saja kalo bo-ong, aku doain kamu bisulan. Nanti lanjut chat lagi yaaa, sayang. Aku mau ke Westfield London dulu sama si Kembar. Bye cinta.
✉️ Boy
Hati-hati ya sayang 😘
Setelah mengirimkan pesan balasan untuk Nachya, Boy kembali menyimpan ponselnya ke dalam jaket.
“Mr. Kevin, apa Westfield London itu jauh dari sini?” tanya Boy.
“Tentu saja tidak, bahkan kita juga akan menuju ke sana. Itu adalah salah satu Mall Mewah di London, sangat lengkap dan kita akan berbelanja di sana!” jawab Mr. Kevin membuat Boy kini tidak bisa berkata apa-apa lagi.
‘Westfield London? Aku akan ke sana! Nachya juga sedang menuju ke sana?’
‘Oh My God, ini benar benar hari yang mendebarkan. Ternyata Tuhan berpihak kepadaku untuk bisa bertemu Nachya.’
__ADS_1
‘Ya Ampun, kenapa malah jadi grogi gini sih!’ batin Boy mulai mengatur nafasnya.