
Satu minggu kemudian ...
Boy tampak sangat bersemangat saat keluar dari ruang kerjanya mengingat ini adalah hari terakhir Nachya datang bulan. Wajahnya juga tampak berseri-seri membayangkan sebentar lagi Nachya pasti akan membayar hutangnya yang selama seminggu ini sudah membuatnya menahan diri dari istri tercintanya.
Satu lagi yang membuat Boy sangat senang adalah besok tanggal merah dan tentunya weekend Boy dan Nachya akan semakin panjang. Boy menjalankan mobilnya dengan terus bersenandung ria menuju ke kampus Nachya.
Sesampainya di kampus Nachya, Boy sengaja memarkirkan mobilnya tidak jauh dari kelas Nachya. Ia sudah sangat hafal jadwal istrinya kuliah, kapan istrinya selesai kuliah, dan di mana kelas istrinya.
Tak lama kemudian, Nachya tampak keluar dari kelasnya dengan seorang lelaki yang sangat tampan. Jika Boy taksir usianya saat ini tentunya tidak jauh dengannya.
Boy langsung mengerutkan dahinya dengan tangannya yang mencengkram setir mobil dengan geram melihat Nachya tampak begitu akrab dengan lelaki tersebut. Tidak hanya itu, Nachya bukan langsung berjalan ke arah mobil Boy dan justru pergi menuju ke salah satu ruangan yang ada di ujung selasar.
Tak lama kemudian ponsel Boy pun berdering dan tampak pesan masuk dari Nachya.
✉️ My Lovely Wife
Sayang, aku dipanggil dosen nih. Tunggu bentar ya, 15 menit lagi. 😘
Boy pun langsung mengetikkan pesan balasannya jika ia akan menunggu Nachya. Namun ada sedikit hal yang menggelitik hati Boy kali ini.
‘Apa yang tadi itu dosen Nachya?’
‘Jika memang dosennya, kenapa terlihat muda dan tampak begitu tampan?’
‘Bahkan Nachya juga terlihat begitu akrab dengannya!’
‘Ck, aku tidak boleh diam saja. Aku harus menunggu Nachya di depan ruangan itu untuk mengetahui siapa lelaki itu sebenarnya!’
Boy pun segera keluar dari mobilnya dan menuju ke ruangan yang ada di ujung selasar. Tepat saat Boy tiba di depan pintu ruangan tersebut, pintunya terbuka dan lelaki yang tadi membuat Boy begitu penasaran kini berdiri di hadapannya.
“Who are you?!” tanya lelaki tersebut sambil mengamati Boy dari atas sampai bawah.
“Dia suami saya, Mr Ozzie!” jawab Nachya yang kini berdiri di belakangnya.
“Emm, Boy. Kenalkan ini Mr Ozzie. Arsitek muda ternama di Birmingham!” lanjut Nachya membuat lelaki yang benama Ozzie tampak tidak suka.
Boy pun langsung mengulurkan tangannya ke arah Ozzie sambil memperkenalkan dengan tegas jika ia adalah suami Nachya.
“Hai Mr Ozzie! I’m Boy, Nachya’s husband!” ucap Boy mempertegas statusnya.
__ADS_1
Ozzie pun langsung membalas uluran tangan Boy dan memperkenalkan dirinya.
“I’m Ozzie, arsitek muda yang sangat dikagumi oleh istri anda!” balas Ozzie sambil sedikit mengeratkan jabatannya.
Boy hanya tersenyum simpul sambil melepaskan jabatan tangan mereka dan langsung menarik tangan Nachya untuk mendekat ke arahnya.
“Istri saya hanya mengagumi hasil karya anda, Mr Ozzie bukan personnya!” jelas Boy sambil menatap istrinya. “Benar begitu kan sayang?” tanya Boy kepada Nachya.
“Tepat sekali!” jawab Nachya.
“Mr Ozzie, saya permisi dulu ya. Terima kasih banyak untuk hari ini!”
“Oh, iya Nachya. Selamat berlibur Nachya!” balas Mr Ozzie.
Nachya langsung memeluk lengan Boy dengan manja sambil berbalik meninggalkan Mr Ozzie. Sikap manja Nachya kali ini pun tidak disia-siakan oleh Boy. Ia sengaja mengumbar kemesraan mereka di depan Ozzie yang tentunya saat ini sedang memandang ke arah mereka.
“Apa kau merindukan aku, sayang?” tanya Boy yang sengaja mengeraskan suaranya.
“Tentu saja, bagaimana mungkin aku tidak merindukan suamiku yang tampan ini,” balas Nachya membuat hati Boy langsung bersorak gembira.
Boy pun langsung mencium bibir Nachya sekilas sebelum mereka masuk ke dalam mobil.
“Aku juga sangat merindukanmu, sayang. Sore ini aku memesankan makanan kesukaanmu!” tutur Boy membuat mata Nachya langsung berbinar.
“Tentu saja. Mana mungkin aku berbohong!” balas Boy.
Saat pintu mobil sudah terbuka, Nachya bukannya masuk ke dalam melainkan berbalik dan membalas mencium bibir Boy sekilas. “Kecupan singkat untuk suamiku!” bisik Nachya yang kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan memakai seat beltnya.
Kali ini Boy sangat terkejut dengan sikap Nachya yang ternyata tidak protes saat ia menciumnya di depan umum dan justru membalas ciuman Boy. Tanpa membuang waktu lagi, Boy pun bergegas masuk ke dalam mobilnya dan ingin segera membawa Nachya pulang.
Sedangkan Ozzie yang sengaja melihat mereka berdua dari tempatnya berdiri pun langsung membuang nafasnya kasar.
“Aku pikir awalnya Nachya benar-benar kagum denganku, tapi ternyata aku salah menduga. Ia hanya kagum dengan hasil karyaku, Tidak lebih dari itu!” gumam Ozzie dengan guratan kecewa di wajahnya.
Awal mulanya Ozzie mendapatkan rekomendasi tugas terbaik dari kampus Nachya, ia merasa takjub dengan hasil karya Nachya yang menurutnya sangat luar biasa.
Ternyata saat melihat profil lengkap Nachya beserta dengan fotonya, Ia langsung memutuskan untuk datang langsung ke kampus Nachya untuk memintanya bekerja sama dengannya.
Awal perjumpaan mereka berdua membuat Ozzie sangat berbunga-bunga saat mendapati Nachya ternyata mengenal beberapa karyanya dan tampak begitu senang bertemu dengannya. Bahkan tidak tahu kenapa Ozzie yang biasanya sangat percaya diri, ia bahkan sangat begitu gugup saat bertemu dengan Nachya.
Dua hari ini menjadi dosen panggilan di kampus Nachya membuat Ozzie semakin kagum dengan kepandaian Nachya dan juga kecantikannya.
__ADS_1
"Hemm, baru kali ini aku bertemu dengan wanita yang sangat beda dengan wanita yang biasa aku temui. Sayangnya ia sudah menikah."
"Aku pikir awalnya Nachya bisa menjadi partner kerja sekaligus partner hidupku. Ternyata tidak!" gumam Ozzie sambil masuk ke dalam ruang dosen yang biasa digunakan untuk dosen tamu sepertinya.
Sedangkan di sisi lain, Boy dan Nachya yang kini sedang menuju ke rumah mereka pun saling mengobrol santai.
"Boy, memang udah pesen makanan apa sih buat aku?" tanya Nachya penasaran.
"Nanti lihat aja kalo udah sampai di rumah!" balas Boy sambil mengendarai mobilnya.
"Aku pikir kamu akan protes loh sayang sama aku!"
Nachya langsung mengerutkan dahinya sambil memandang ke arah Boy.
"Protes?"
"Protes untuk apa?"
"Gara-gara aku cium kamu di depan umum. Yaaah aku takut aja kamu jadi malu," balas Boy membuat Nachya langsung terkekeh pelan.
"Loh, kita kan udah nikah Boy. Buat apa malu? Orang yang belum pada nikah aja fine fine aja tuh ciuman di depan umum. Bahkan ciuman mereka sama kalo kita ciuman di dalam kamar!"
"Kamu juga tadi kan cium ya sekilas. Jadi buat apa aku protes?"
Jawaban Nachya kali ini membuat Boy mulai sadar jika mereka kini tinggal di London, bukan di Indonesia. Jadi apa yang tadi ia lakukan adalah yang wajar.
"Yaaah berarti aku gagal dong, Nach!" celetuk Boy.
"Gagal? Maksud kamu apa sih?" tanya Nachya yang tidak paham dengan arah pembicaraan Boy.
"Aku gagal dong bikin Ozzie cemburu. Aku baru sadar kalo yang tadi aku lakuin itu udah sangat wajar di sini!" balas Boy membuat Nachya sangat terkejut.
"Apaaa?!!! Bikin Mr Ozzie cemburu?!"
"Jadi kamu tadi gak sungguh-sungguh ya cium aku?" tanya Nachya yang sudah pasang mode manyun.
"Eh, bukan gitu sayang. Aduh, kenapa jadi begini sih!" Boy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mana mungkin aku gak sungguh-sungguh cium kamu, sayang."
"Aku tadi itu cemburu liat kamu akrab sama cowok lain."
__ADS_1
Nachya masih terdiam mendengarkan penjelasan dari Boy.
"Terus?"