
Setelah lepas dari hukuman Papa Belva, Boy dan Nachya tidak lepas begitu saja karena Papa Belva masih memiliki banyak cara untuk memberi hukuman kepada mereka.
“Karena istri papa yang tercinta ini tidak sengaja menabrak Boy sampai tadi nimpa Nachya, jadi Papa memang tidak akan memberi hukuman karena ketidak sengajaan tadi!” tutur Papa Belva membuat Boy dan juga Nachya langsung bernafas lega.
“Tapi papa tetap akan menghukum kalian karena kalian sudah melanggar peraturan yang sudah disetujui bersama!” lanjut Papa Belva membuat Nachya langsung menepuk jidatnya.
“Oh iya!” gumam Nachya pelan. “Papa tadi sempet liat Nachya cium pipi Boy, ya?” tanya Nachya dengan santainya.
Sedangkan Boy justru langsung menundukkan kepalanya menahan malu. ‘Yaelah, Nachya... Kenapa kamu malah ngomong terang-terangan kayak gini sih?!’ gerutu Boy dalam hati.
“Tepat sekali!” jawab Papa Belva yang sudah tidak sabar untuk memberikan hukuman kepada mereka.
“Sekarang jelasin sama Papa, kenapa kamu melanggar peraturan yang sudah disepakati bersama, Nachya?” tanya Papa Belva.
Nachya mulai mengerutkan dahinya sambil memikirkan jawaban dari pertanyaan Papanya. “Emm, kenapa ya?” gumam Nachya yang justru bertanya pada dirinya sendiri.
Nachya kini memandangi Boy yang masih menundukkan kepalanya.
“Abisnya Nachya udah gemes banget sama Boy. Jadi reflek aja tadi cium pipinya Boy!” jawab Nachya yang sama sekali tidak menyiratkan rasa takut saat disiang Papanya yang terkenal sangat tegas.
“Gimana dong, Pa?” tanya Nachya kemudian. “Orang namanya refleks kan berarti gak disengaja. Jadi gak dapat hukuman dong!”
“Tadi aja waktu mama Ecca gak sengaja juga Papa gak jadi kasih hukuman kan ke kita?”
Papa Belva dan Mama Ecca langsung menghela nafasnya panjang mendengar jawaban Nachya kali ini. Ternyata hasil perpaduan mereka berdua benar-benar mencetak bibit unggul seperti Nachya yang semakin lihai dalam berkelit. Sayangnya Nachya sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi pengacara dan justru memiliki cita-citanya sendiri yang nantinya akan mewarisi akungnya.
Sedangkan Boy sendiri kali ini benar-benar mengakui kecerdasan Nachya. Tak ayal jika ia berhasil mendapatkan beasiswa ke London.
Papa Belva tampak menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sambil memikirkan bagaimana mengalahkan argumen putri kesayangannya saat ini.
“Tapi seharusnya Nachya bisa menahan hal itu. Meski gemas dengan Boy, bukan berarti kamu bisa seenaknya nyosor kayak angsa begitu!”
“Buktinya Boy aja masih bisa tahan diri loh. Kenapa kamu enggak?” tanya Papa Belva yang berusaha membuat putrinya terpojok.
Nachya kembali terdiam sejenak sambil memandang ke arah papa dan mamanya secara bergantian.
“Nachya boleh tanya gak?”
__ADS_1
“Dulu waktu papa sama mama pacaran itu ada peraturan konyol kayak gini gak?”
“Terus kalo memang ada, bentuknya seperti apa? Tentunya dari papa dan mama pasti ada yang melanggar bukan?”
“Kira-kira siapa yang paling sering melanggar di antara kalian?” tanya Nachya bertubi-tubi membuat Papa dan Mamanya hampir tidak berkutik menjawab pertanyaan kritis dari Nachya saat ini
“Tentu saja ada peraturan dan kami berdua sama-sama bisa mentaati peraturan tersebut dengan baik sampai menikah!” jawab Papa Belva secara spontan yang langsung mendapatkan pukulan protes dari Mama Ecca.
“Sayang, kenapa berbohong dengan Nachya?” tanya Mama Ecca.
“Bukankah saat kita pacaran memang tidak ada peraturan seperti itu?” lanjut Mama Ecca membuat Papa Belva langsung memberi kode kepada Mama Ecca untuk diam.
Sayangnya bukannya diam, Mama Ecca justru semakin banyak membuka kartu tentang hubungan mereka berdua saat masih berpacaran.
“Lalu bagaimana saat Papa dan mama dulu masih berpacaran? Pasti sangat mesra sekali bukan?” tanya Nachya yang sengaja memancing mamanya agar mau bercerita.
“Tentu saja sangat mesra. Bahkan papamu itu sangat manja, Nachya. Selalu saja mencari alasan agar bisa meletakkan kepalanya di pangkuan Mama!” jawab Mama Ecca.
“Bahkan Papa Belva juga terus saja berusaha untuk mencium Mama. Tapi Mama Ecca memegang teguh aturan dari akung dan utimu yang benar-benar melarang hal itu. Jadi kita memang tidak berciuman sampai menikah!” jelas Mama Ecca membuat Papa Belva langsung memutar bola matanya malas sambil mengusap wajahnya berkali-kali.
“Boy!” panggil Nachya berbisik. “Kamu denger kan apa yang tadi Mama Ecca ceritakan?” tanya Nachya dan Boy masih saja diam terlebih saat melihat tatapan Papa Belva yang menukik tajam ke arahnya.
Melihat Boy hanya diam saja, Nachya langsung mengalihkan pandangannya ke arah papanya.
“Papa!”
“Jangan bikin Boy jadi takut gini, dong!” protes Nachya.
“Papa juga pernah muda loh, masa’ iya sih papa masih mau mengekang masa muda Nachya sama Boy. Kali ini kalo papa dan mama melarang kita untuk berciuman, Nachya masih bisa terima.”
“Tapi peraturan pacaran selebihnya untuk Nachya dan Boy sudah tidak berlaku lagi, karena ini sama sekali tidak adil.”
Ucapan Nachya kali ini membuat Mama Ecca mulai sadar jika ia tidak seharusnya membuka kartu mereka saat masih muda.
“Yah, tau gitu Mama gak cerita sama kamu, tadi!” tutur Mama Ecca yang mulai menyesal dengan apa yang sudah ia ceritakan tadi.
“Ck, Penyesalan itu selalu aja datengnya belakangan!” gerutu Papa Belva yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
“Jadi, gimana sekarang keputusannya?” tanya Nachya yang sudah langsung menuntut papa dan mamanya untuk segera memutuskan jika peraturan konyol mereka dihapus.
“Keputusan papa?” tanya Papa Belva dan Nachya langsung menganggukkan kepalanya.
“Yap!” jawab Nachya dengan mantap.
“Keputusan papa kali ini adalah kamu pulang dengan papa dan mama, setelah ini! Sedangkan Boy biar pulang sendiri membawa mobil papa dan setelah itu langsung kembali ke firma!”
Nachya langsung menghela nafasnya panjang. “Huft, susah bener dah bicara ama papa nih!” tukas Nachya sambil menghabiskan makanannya.
Sedangkan Mama Ecca mulai mengeluarkan jurus rayuan mautnya kepada Papa Belva agar tidak marah dengannya.
“King Bee sayaang, untuk masalah yang ini jangan diperpanjang yaa!” ucap Mama Ecca sambil menyuapi suaminya dengan mesra.
Papa Belva membuka mulutnya sambil memutar bola matanya malas. “Kita harus bicarakan hal ini dengan baik lagi, Queen Ca sayang. Yang jelas peraturan tersebut masih tetap berlaku!” timpal Papa Belva dengan tegas.
“Tidak masalah, lagipula Boy dengan Nachya kan nantinya juga akan tinggal berjauhan!” balas Mama Ecca.
“Hemm!” balas Papa Belva yang masih diselimuti dengan rasa kesalnya karena istrinya sangat mudah terpancing dengan Nachya.
Melihat papanya sama sekali tidak berniat untuk menghapus peraturan tersebut, membuat Nachya semakin berani membuat ulah di depan kedua orang tuanya.
“Boy sayang...” panggil Nachya dengan nada manja yang sengaja ia buat-buat.
“Buka dong mulutnya, biar aku suapin!” pinta Nachya sambil mengarahkan sendoknya ke arah mulut Boy.
Boy pun langsung membuka mulutnya dan menerima suapan dari Nachya kali ini.
“Nah, karena belum nikah, kita masih tetap bisa cium-ciuman kan dengan cara kayak gini!” tukas Nachya membuat semuanya terhenyak.
“Tingkah kamu ini ada-ada aja sih!” protes Papa Belva yang sudah mulai kehabisan cara menghadapi putri kesayangannya.
“Oke, papa akan menghapus beberapa poin dari peraturan kemarin dan kamu, dilarang mengulangi apa yang kamu lakukan barusan!”
“Tidak ada saling menyuapi dengan sendok atau minum dalam wadah yang sama!” ucap Papa Belva lagi dengan tegas.
“Siap laksanakan, papa!” jawab Nachya dengan senyum penuh kemenangan.
__ADS_1