
Nachya yang melihat tubuh atletis Boy yang kini sedang menelfon layanan kamar untuk memesan makanan kini menelan ludahnya kasar.
“Boy!” panggil Nachya saat Boy mengakhiri panggilan layanan kamar.
“Sejak kapan roti sobek di perut kamu tercetak jelas banget kayak gitu?” tanya Nachya yang sangat takjub dengan penampilan Boy kali ini.
Boy langsung terkekeh mendengar pertanyaan istri kecilnya itu. Bukannya menjawab pertanyaan Nachya, Boy justru kembali naik ke atas tempat tidur dan kembali mengikis jaraknya dengan Nachya.
“Kamu makin lama kenapa makin gemesin sih sayang?” tanya Boy yang seketika membuat Nachya langsung memanyunkan bibirnya.
“Ck, gemesin gimana orang kamu ditanya malah gak jawab!” malas Nachya kesal.
“Aku kan tetep ngegym di sela sela persiapan ke London Nachya!” jelas Boy. “Biar enak kalo lagi peluk-peluk kamu!” lanjutnya lagi.
“Emang gituh yaa? Coba sini peluk aku, Boy!” pinta Nachya sambil merentangkan kedua tangannya.
“Aku gak mau peluk dulu, kayaknya yang ini lebih asik deh!” balas Boy sambil mengusap bibir ranum Nachya dengan jarinya.
Tanpa menunggu lama lagi, Boy langsung mendaratkan bibirnya tepat di bibir Nachya dan meny3s4pnya dengan pelan dan sangat lembut. Permainan Boy kali ini membuat Nachya mulai terbuai dan perlahan membuka mulutnya membalasnya permainan Boy.
Sayangnya permainan mereka kali ini harus terhenti saat terdengar bel dari pintu kamar hotel. Boy pun langsung menyudahi permainannya dan mengusap bibir Nachya yang hampir membengkak karena ulahnya.
“Aku buka pintunya dulu yaa!” tutur Boy yang kemudian menyambar kemejanya dan bergegas membukakan pintu.
Sedangkan Nachya hanya tersenyum sambil memegang bibirnya sendiri. ‘Ternyata rasanya kayak kesengat listrik gini yaa!’ gumam Nachya dalam hati.
‘Pantesan aja dari dulu gak dibolehin papa sama mama! Pasti mereka takut akunya jadi ketagihan kesetrum ama Boy kayak gini!’ batin Nachya yang kemudian menyembunyikan wajahnya di balik selimut.
‘Oh My God! Ternyata pacaran setelah nikah itu semanis ini!’ teriak Nachya dalam hati.
__ADS_1
‘Pantesaaan Mama Ecca sama Papa Belva selalu mesra. Pasti mereka berdua pacaran terus nih tiap malem!’
“Nachyaa!” panggil Boy sambil menyibakkan selimut yang menutupi wajah Nachya.
“Makan yuk!” ajak Boy yang di tangannya sudah ada jas pengantinnya yang siap untuk ia pakaikan ke tubuh Nachya.
“Pakai ini dulu ya, Nach. Biar kita sama-sama bisa makan dengan tenang!” ucap Boy sambil memakaikan jasnya di tubuh Nachya.
“Kamu takut yaa kalo makan sambil liat tubuh 53k5i akuuuuh?” tanya Nachya yang mulai berani menggoda Boy.
“Bukan takut Nachya!” sanggah Boy tidak mau mengaku. “Aku Cuma mau kamu makan yang banyak malam ini!”
Setelah memakaikan jasnya di tubuh Nachya, Boy langsung menggendong Nachya ala bridal style dan membawanya ke sofa. Sesampainya di sofa, Boy langsung menyendokkan makanan ke mulut Nachya. Dan Nachya pun membalas menyuapi Boy .
Sayangnya jika Boy menyuapi Nachya dengan sangat telaten, Nachya justru sebaliknya. Potongan cumi yang cukup besar dimasukkan begitu saja di mulut Boy sampai Boy memandang protes ke arah Nachya.
Protes Boy kali ini membuat Nachya terkekeh dan menggigit sisa cumi yang belum sepenuhnya masuk ke dalam mulut Boy dan menyebabkan bibir mereka berdua kembali bertemu.
“Bukan nakal dong! Ini namanya mesra!” sanggah Nachya.
Boy yang sudah tidak sabar pun langsung meletakkan piringnya dan segera mencuci tangannya di wastafel. Tanpa menunggu lama Boy langsung mengunci tubuh Nachya di sofa. Kini Nachya sendiri mulai kalang kabut saat Boy membuatnya tidak berkutik.
“Boy, a aku kan belum selesai makan!”
“Bisa dilanjutkan setelah ini, Nachya!”
“Tapi, Boy!”
Nachya sudah tidak bisa lagi melayangkan protesnya karena Boy kembali mengunci bibir Nachya dengan bibirnya. Satu hal baru yang membuat mereka mulai merasa candu.
Tangan Boy mulai bergerak membuka jas yang dikenakan oleh Nachya dan tangannya langsung menyentuh di punc4k sen5itif Nachya yang kini sudah mulai tegak berdiri karena sentuhan dari tangan Boy.
__ADS_1
‘Oh My God, Nachya! Ini benar-benar sangat memabukkan!’ gumam Boy dalam hati yang mulai memainkan ujun9 d4d4 Nachya dan tentunya membuat Nachya makin tidak karuan.
“Boy!” r4c4u Nachya sambil menahan tangan nakal Boy yang terus bergerilya di d4d4nya.
“Jangan Boy!” cegah Nachya saat Boy melepaskan p49utan di bibir Nachya dan mulai meninggalkan jejak kepemilikannya di l3h3r Nachya.
“Aku akan melakukannya dengan lembut, sayang!”
“Tapi, emmmhh...” Nachya kembali m3n993linj4ng karena permainan Boy yang mulai turun ke bahu Nachya.
Perlahan Boy menyu5upkan tangannya menyentuh ujun9 titik 53n5itif Nachya yang tentunya membuat Nachya semakin tidak karuan. Namun, Nachya yang mulai menikmati setiap s3ntuh4n yang diberikan Boy tidak lagi mencegahnya, melainkan justru memperlihatkan jika dirinya begitu menikmatinya.
Malam ini keduanya pun benar-benar meluahkan h4sr4t mereka yang begitu menggebu. Bukan latihan lagi seperti apa yang dikatakan Boy sebelumnya, melainkan mereka benar-benar mencoba hal baru di malam pen9antin mereka dan tentunya menggunakan alat pengaman karena Boy dan Nachya sama-sama belum siap untuk memiliki baby.
Sesi pertama di atas sofa membuat Nachya mengaduh kesakitan karena awal permulaan mereka berdua. Awalnya Nachya hampir saja menangis dan membuat Boy sedikit tidak tega untuk melanjutkannya.
Namun Boy tidak patah arang, dengan gesit Boy mendaratkan bibirnya di ujun9 d4d4 milik Nachya dan membuat Nachya kembali merasa rileks hingga senjata milik Boy masuk dengan sempurna di tempat pertempuran mereka.
Suara mereka pun mulai memenuhi kamar sampai keduanya tiba di ujung permainan mereka. Nachya langsung tergolek lemas di atas sofa, sedangkan Boy langsung merekahkan senyumannya saat melihat bercak darah milik Nachya di atas kain putih yang sudah ia siapkan sebeleumnya.
Nachya kini sudah benar-benar menjadi miliknya seutuhnya.
Boy pun langsung membersihkan bekas p3rcint44n mereka dengan tisue dan kemudian mengangkat tubuh Nachya dan merebahkannya ke atas tempat tidur.
Cup!
Kecupan singkat dari Boy mendarat sempurna di kening Nachya sambil tangannya tergerak menyelimuti tubuh istrinya.
Boy pun langsung menyusul Nachya naik ke atas tempat tidur dan memeluknya dengan erat.
“Terima kasih untuk malam ini, istriku sayang! Aku berjanji akan terus menjagamu!” bisik Boy.
__ADS_1
Nachya yang sudah sangat lemas pun hanya berdehem menanggapi ucapan Boy barusan. Keduanya pun kini sama-sama tertidur dengan nyenyak dan saling berpelukan.