
Nachya yang baru selesai kuliah online langsung kembali berkutat dengan proyek yang sedang digelutinya satu bulan ini. Ia sampai tidak sadar jika Boy sudah lama berdiri di belakangnya sambil membawakan makan siang untuk Nachya.
“Serius banget sih kerjanya!” sapa Boy sambil meletakkan makan siang untuk istrinya di atas nakas samping meja kerja Nachya.
“Hai sayang, baru datang ya?” Nachya langsung memutar kursinya dan mencium tangan Boy dengan mesra.
Semenjak berada di Birmingham, Nachya mulai membiasakan dirinya memperlakukan Boy sama dengan Mama Ecca memperlakukan Papa Belva, seperti mencium tangan dan pipi sebelum bekerja. Padahal mereka berdua bekerja dalam satu tempat yang sama.
Nachya sendiri pernah menanyakan hal tersebut dengan mamanya dan jawaban Mama Ecca adalah, meski bekerja di tempat yang sama, ridho dari suami tetap jadi nomor satu agar pekerjaan kita mendapat berkah dari Tuhan.
Dan benar saja, saat Nachya mempraktekkan apa yang diajarkan Mama Ecca, baru duduk di semester awal saja karirnya sudah mulai tampak bersinar.
Tidak hanya itu, bahkan Nachya juga mengganti panggilannya untuk Boy. Terkadang ia memanggil dengan panggilan ‘sayang’ dan kadang juga ‘My Boo’ yang dalam bahasa perancis adalah kekasihku, tidak lagi memanggil Boy dengan sebutan namanya saja.
Boy menarik kursi dan mendekatkannya ke arah Nachya.
“Aku baru saja menjenguk Uti Aleya di rumah. Aku sudah menawarkan agar Uti Aleya ikut dengan kita ke Birmingham, namun Uti lagi-lagi menolak. Alasannya jika Uti mengikuti kita ke sini, Uti jadi susah menjenguk makam Akung Mario!”
Cerita Boy kali ini membuat Nachya sangat sedih. Selama satu bulan ini, ia terus saja meminta Uti Aleya untu ikut serta bersamanya, namun Uti Aleya selalu menolak dengan berbagai alasan.
Sedangkan Nachya sendiri merasa tidak tega meninggalkan Utinya tinggal sendiri di rumah, meski hampir tiap hari Boy selalu mengunjunginya sepulang dari kampus.
“Kebetulan pekerjaanku hampir selesai, bagaimana jika akhir pekan ini kita pulang ke rumah dan kembali membujuk Uti?” tanya Nachya.
Boy terdiam sesaat karena weekend kali ini jadwalnya padat dengan berbagai meeting dengan beberapa klien Mr Kevin.
“Aku akan mengantarmu mengunjungi Uti, namun aku tidak bisa menemanimu di sana sayang. Weekend ini jadwal meeting sangat padat!” balas Boy.
“Tidak masalah, sayang. Take your time. Aku akan menemani Uti dua hari ini.”
“Kalau begitu, aku akan mengantarmu mengunjungi Uti sepulang dari kantor, bagaimana?”
“Emm, sayang. Aku tidak mau suamiku lelah karena bolak balik dari London ke Birmingham mengendarai mobil. Jaraknya sangat jauh dan harus ditempuh 2 jam lebih. Bagaimana jika aku menaiki kereta saja sepertimu saat kuliah?” tanya Nachya.
“Baiklah, tapi kau harus terus memberi kabar denganku!” jawab Boy yang langsung diangguki oleh Nachya.
💕💕💕
Sepulang kerja, Boy langsung mengantarkan istrinya menuju ke stasiun. Sepanjang perjalanan, Boy terus saja memberi nasehat panjang untuk istrinya agar selalu berhati-hati.
__ADS_1
“Kamu yang harusnya hati-hati My Boo.”
“Kok malah jadi aku sih sayang yang harus hati-hati?” protes Boy.
“Hati-hati aja kalo meeting harus jaga jarak sama klien cewek. Aku gak rela ya kalo suami aku dipegang-pegang sama cewek lain!”
“Yaa gak dong sayang! Kamu kayak pernah ngeliat aku dipegang sama cewek lain sih.”
“Gak pernah sih, makanya aku minta kamu hati-hati!” balas Nachya.
“Siap istriku sayang.”
Tak lama kemudian mereka pun tiba di stasiun dan langsung berpisah karena kereta yang akan ditumpangi oleh Nachya akan segera tiba.
Boy memandangi Nachya sampai hilang dari pandangan matanya. Ada perasaan yang sangat berat dalam relung hatinya membiarkan Nachya pergi sendiri. Tetapi keadaan mereka kali ini mengharuskan untuk berpisah sementara waktu.
Boy pun kembali ke parkiran mobilnya dan tak lama kemudian ponselnya berdering memunculkan pesan dari istrinya.
✉️ My Lovely Wife (Nachya)
My Boo, aku pergi dulu yaa. Jaga diri kamu baik-baik di sana. Jangan lupa makan dan terus kabarin aku ya. I will miss you, Hon. 😘😘😘
Pesan dari Nachya pun langsung ia balas.
✉️ My 5ek5i Boo (BoyQ)
Siap istriku sayang. Aku juga pasti akan sangat merindukanmu. Sampaikan salamku untuk Uti Aleya. Aku pasti akan terus mengirimi kabar untukmu, cinta. Hati-hati ya sayang! 😘😘😘
Setelah membaca pesan dari Boy, Nachya pun menyimpan ponselnya di dalam saku jaketnya dan memejamkan matanya. Pekerjaan hari ini membuat tubuhnya merasa sedikit lelah.
Tiga jam kemudian, Nachya sudah tiba di rumah dan langsung disambut Uti Aleya dengan suka cita. Keduanya pun langsung berpelukan dan meluahkan kerinduan mereka.
Uti Aleya ternyata sudah membuat masakan spesial untuk makan malam mereka kali ini. Nachya yang sudah sangat lapar pun akhirnya memutuskan untuk langsung makan bersama utinya.
“Kenapa Uti selalu menolak setiap Nachya meminta agar Uti tinggal di Birmingham bersama kami?” tanya Nachya. “Akhir pekan juga kami bisa mengantar Uti untuk mengunjungi makam Akung Mario!”
“Nachya gak mau Uti jadi merasa kesepian di sini!” lanjut Nachya.
“Siapa bilang Uti kesepian? Teman-teman suamimu juga selalu datang menemani Uti dan menginap di sini. Lagi pula Uti juga akan membantu mereka untuk tampil dalam acara pentas pengenalan budaya Indonesia!” jawab Uti Aleya.
“Teman-teman suami Nachya?”
__ADS_1
“Iya, ada Satria, Bara, Gitta, dan satu lagi Bunga. Mereka sering datang untuk membicarakan persiapan pentas mereka di akhir keberadaan mereka di London sebagai kenang-kenangan.”
“Kebetulan Uti Aleya juga menyampaikan beberapa ide dan usulan untuk mereka. Ternyata mereka semua setuju dan memakai ide dan usulan dari Uti!”
“Waaah, Uti Aleya keren sekali. Nachya jadi bangga deh sama Uti. Tapi kenapa suami Nachya gak cerita tentang hal ini ya sama Nachya?”
“Uti yang larang Boy untuk cerita karena memang Uti pingin cerita sendiri sama kamu, sayang!” balas Uti Aleya.
“Nachya bangga banget deh sama Uti, di usia Uti yang sekarang, Uti masih bisa berkarya dan berkiprah dengan anak-anak mahasiswa. Ceritain dong sama Nachya, apa aja yang Uti lakukan sama mereka.”
Uti Aleya pun menceritakan jika ia sudah mengusulkan untuk menampilkan parade budaya Indonesia yang menampilkan beberapa warga negara Indonesia yang tinggal di London untuk membantu acara mereka. Kebetulan Uti Aleya memiliki kumpulan khusus WNI yang tentunya sangat antusias membantu teman-teman Boy kali ini.
Tidak hanya itu, bahkan Uti Aleya juga membantu penggalangan dana dari beberapa perusahaan besar yang tentunya pernah bekerja sama dengan bisnis Akung Mario sebelumnya.
“Uti juga sudah meminta mereka untuk membuat iklan di media sosial agar banyak yang tertarik dan membeli tiket untuk menonton parade budaya yang akan ditampilkan!” jelas Uti Aleya membuat Nachya sangat kagum dengan kerja keras Utinya selama ini.
Pantas jika selama ini Uti Aleya menolak untuk ikut dengan cucunya ke Birmingham, ternyata Uti Aleya memiliki kesibukan khusus di London yang tentunya sangat membuat Nachya bangga.
“Waaah, Nachya tidak sabar melihat Uti Aleya tampil di panggung! By the way Uti Aleya akan menampilkan apa nanti? Kasih tahu Nachya dong!”
“Kebetulan Uti sangat suka bernyanyi, nanti Uti akan tampil untuk menyanyi dan juga berkecimpung dalam teater budaya!” jawab Uti Aleya.
“It’s so amaziiing. Uti Aleya memang terbaik. Ternyata kedatangan Uti ke London juga membuat kenangan berkesan dan tentunya sangat bermanfaat bagi banyak orang. I’m so proud of you, Uti!”
“Thank you sayang. Sekarang habiskan makanannya dan segera lah istirahat. Besok pagi Uti akan mengajakmu berbelanja karena teman-teman suamimu akan datang kemari!” ucap Uti Aleya.
“Siap Uti!”
Nachya pun langsung menghabiskan makan malamnya dan bergegas menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri. Tak lupa Nachya memberi kabar ke suaminya jika ia sudah tiba di rumah dengan selamat.
✉️ My Lovely Wife (Nachya)
Sayang, aku udah sampai satu jam yang lalu. Ternyata baru 4 jam gak ketemu aja udah kangen banget 🥺 My Boo, malam ini masuk ke dalam mimpi aku yaaa 🥺
Boy yang sedari tadi menunggu pesan dari Nachya pun langsung membalas pesan dari istrinya.
✉️ My 5ek5i Boo (BoyQ)
Aku akan peluk kamu malam ini dan masuk dalam mimpimu sayang 😘😘😘 Jangan sedih dong 🥺 Aku juga sangat rindu. Met istirahat yaaa 😘 Emuah.
Nachya hanya tersenyum membaca pesan dari Boy. Ia pun menyimpan ponselnya dan langsung memeluk gulingnya dengan erat.
__ADS_1
"Ck, ternyata berjauhan seperti ini tidak menyenangkan!" gerutu Nachya pelan.