
"Mama setuju seratus persen sama papa! Jika kalian berdua menikah, Boy bisa menjaga anak kesayangan mama dengan lebih baik lagi!" timpal Mama Ecca.
"Uti juga sangat setuju, dengan begitu Uti bisa pulang ke Indonesia tanpa was-was meninggalkan Nachya di sini!" lanjut Uti Aleya.
Boy dan Nachya sama-sama speechless dengan keputusan Papa Belva. Namun Boy tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Dengan mantap ia pun menjawab permintaan Papa Belva. "Siap pa! Belva akan segera mempersiapkan semuanya!"
"Boy! Kamu serius?" tanya Nachya sambil mengernyitkan dahinya.
"Serius, Nachya! Kita masih bisa sama-sama fokus kuliah kan selama nikah!" jawab Boy.
"Papa serius gak sih?" tanya Nachya yang masih tidak percaya dengan papanya.
Papa Belva pun menganggukkan kepalanya dengan mantap. "Tentu saja Papa serius. Papa percaya dengan kalian berdua akan meraih keberhasilan yang gemilang jika satu sama lain saling menjaga!"
"Papa juga akan meminta bantuan Mr Kevin untuk acara pernikahan kalian berdua. Yang terpenting saat ini adalah melaporkan tindak kejahatan Louryn dan Dean."
__ADS_1
Nachya kini tampak sangat malu malu saat memandang ke arah Boy. Ia tidak menyangka sama sekali jika petaka yang menimpanya kali ini justru menghasilkan buat yang sangat manis.
"Kemungkinan malam ini Papa akan memindahkan beberapa barang ke rumah yang ditempati oleh Boy."
"Papa juga harus segera melapor ke pihak kampus dan pihak berwajib mengenai masalah ini."
"Nachya tidak masalah bukan jika ditemani oleh Uti dan Mama?" tanya Papa Belva yang mulai bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah ini.
"Tidak masalah, Papa. Lagi pula besok Nachya sudah diperbolehkan pulang!" jawab Nachya.
Boy yang baru saja tiba, kini harus kembali berpamitan dengan Nachya. Meski keduanya sama-sama belum puas untuk melepas rindu, masih ada hal lain yang lebih penting dari ini.
Terlebih saat Papa Belva dan Mama Ecca yang langsung menggoda mereka berdua.
"Cieee, panggilan nya langsung berubah jadi Calon Istri nih yeee!" ledek Mama Ecca.
"Kamu kelihatan gak sabar banget ya Boy pingin manggil Nachya Istri?" timpal Papa Belva.
Sedangkan melihat Nachya menahan malu, Uti Aleya pun langsung menepuk bahu anak dan juga mantunya itu.
__ADS_1
"Ck, kalian ini malah ngeledekin anak sendiri sih! Kayak gak pernah muda aja."
Papa Belva hanya terkekeh dan kemudian berpamitan kepada Mami mertuanya.
"Belva pamit ya Mi, titip Nachya sama Ecca yaa!" pinta Belva.
"Iya, kalian berdua hati-hati yaa!" balas Uti Aleya.
☘️☘️☘️
Sedangkan di sisi lain, Akung Mario yang baru saja mendapat hasil pengecekan dokter bahwa dirinya tidak ada masalah apa-apa di kesehatannya hanya menggerutu kesal.
"Sial! Semuanya benar-benar tidak percaya denganku dan menyerangku hanya demi membela Nachya yang sudah terpengaruh oleh Boy!"
"Aleya juga sampai menuntut hendak menceraikanku, padahal selama ini ia selalu setia terhadapku."
"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Aku harus berfikir keras untuk membuatnya kembali padaku!"
Akung Mario yang sudah dinyatakan boleh pulang pun segera memanggil taksi untuk mengantarkannya pulang ke rumah.
__ADS_1
Selama perjalanan, Akung Mario terus saja menghubungi nomor ponsel Uti Aleya. Sayangnya Uti Aleya sama sekali tidak menjawab panggilannya dan bahkan memblokir nomor ponsel Akung Mario.